HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Apa jadinya Masyarakat Kelas Bawah di Tengah Eskalasi Pandemi



Haranews.com|- Dilansir dari detik.com bertanggal 17 April 2020, “Siapa saja yang melanggar kebijakan pemerintah selama status darurat bencana wabah Corona, akan berurusan dengan penegak hukum. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk patuh dan disiplin.” (Selasa,21/04/20)

Masyarakat kecil masih beraktivitas seperti biasa. Berkebun, bertani, berjualan di pasar, dan masih banyak lagi. Menurut mereka, jika mereka dirumahkan (stay at home) atau mengemban prinsip kerja dari rumah (work from home), mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Dari hasil keringat itulah, mereka bisa hidup.

Pemerintah, dalam hal ini eksekutif, legislatif, dan yudikatif, hanya memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri. Janji-janji yang diutarakan seorang kandidat selama masa kampanye hanya menjadi slogan yang tidak bisa direalisasi karena ia lebih mementingkan kepentingannya sendiri dibanding kesejahteraan bersama (bonum commune). Sebagai imbasnya, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah masih dilawan oleh masyarakat.

Bahkan dalam diskusi-diskusi kecil dengan masyarakat saya sering mendengar jika situasi seperti ini terus berlangsung maka akan ada indikasi untuk _Cheos_ besar-besaran akibat dari keresahan masyarakat yang di rasakan hari ini, begitulah terdengar di telinga saya berkali-kali dalam ruang diskusi kecil.

Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk berefleksi. Yakinlah jika masyarakat di tuntut untuk mengikuti semua anjuran yang dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan pandemi covid-19, maka solusinya pemerintah harus memenuhi hak-hak masyarakat tersebut khususnya dari sektor pemerataan sosial yang telah di tetapkan pemerintah, mudah-mudahan dengan  adanya gerakan sosial yang di terapkan dengan keadilan pastinya masyarakat tidak kehilangan kepercayaan dan dapat hidup damai sebagimana semestinya.

Penulis : Muhammad Aulia Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *