HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Ketika Media Dianggap Buruk Saat Menampilkan Kebaikan

( Muhammad Mas'ud Silalahi )

Medan.haranews.com|- Saya mendapatkan puluhan bahkan ratusan kritikan melalui pesan pribadi menggunakan telegram, whatsap dan messenger. Isi kritikannya semua hampir sama, pada intinya yang mengkritik berpesan kepada saya bahwa berbuat kebaikan jangan ditampilkan, jangan dipublikasikan dan jangan disiarkan. Biarlah itu urusan kehambaan (manusia) kepada penciptanya (tuhan).(Senin,20/04/20)

Saya meresponnya dengan santai dan menjawabnya dengan ucapan yang sederhana saja, saya katakan bahwa ucapan mereka itu baik. Artinya mereka sipmatik, peduli dan masih menaruh rasa cinta dan kasih sayang kepada saya. Barangkali, mereka tidak ingin saya memiliki sifat "Ria" bahkan sampai jatuh pada katagori "Sombong" lantaran menampilkan kebaikan-kebaikan di "Media". Saya harus mengucapkan banyak Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT atas semua kepedulian mereka terhadap saya.

Tapi ketahuilah wahai saudara ku, bahwa semua mesti didasari oleh niat yang bersemayam pada hati sanubari. Dalam pelajaran filsafat moral, pekerjaan yang menurut anda buruk itu bisa jadi hasilnya baik dan boleh jadi pekerjaan yang menurut anda baik itu buruk hasilnya. Mengapa demikian? Ya, karena ini menyangkut dengan niat dan motifnya.

Apabila media dikuasai oleh konten-konten keburukan maka kebaikan akan tidak terlihat, jika orang baik tidak menampilkan kebaikan-kebaikannya pasti orang jahat akan menguasai dunia. Jadi, ketika media tidak diisi dengan cerita, kisah, gambaran kebaikan maka tunggulah kesesatan pada anak-cucu dimasa mendatang. Pasti mereka kehilangan pandangan kebaikan ketika melihat media sosial dan membaca sejarah melalui link berita dan hanya tahu bahwa dimasa dahulu kita semua adalah orang-orang jahat yang menjadi pewaris kejahatan-kejahatan itu bagi mereka.

Mungkin itupula agaknya kisah 'Khalifah Umar bin Khattab' yang memberi sekarung gandum untuk 'Seorang Fakir' pemasak batu yang bersabar dan menyuru anak-anaknya bersabar sampai pertolongan datang dari sisi Tuhan-Nya bisa kita ketahui. Boleh jadi pada saat itu sebelum ada 'Digital' dan alat 'Telekomunikasi' super canggih seperti sekarang ini 'Umar bin Khattab' sabahat 'Rasulullah SAW' menggunakan media 'Syair' atau media 'Tulis' untuk mengabarkan kepada dunia bahwa beliau sedang menolong orang yang membutuhkan dengan harapan para orang-orang kaya pada masa itu tidak berlaku bakhil/pelit dan bersedia menolong orang-orang yang lemah diantaranya.

Semoga kita semua dapat mengisi dunia nyata dan dunia maya dengan konten-konten kebaikan, hingga sampai puncaknya nanti dunia ghaib memberikan keselamatan dan kesejahteraan yang penuh dengan kebaikan-kebaikan atas kita semua dalam kehidupan setelah kematian menjemput.

#JalanCintaMMS

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *