HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Proyek Bendungan Lau Simeme Diduga tidak Memiliki Izin Amdal. Masyarakat dan Mahasiswa Mempertanyakan Izin Amdal

Haranews.com|- Proyek Bendungan Lau Simeme Kec.sibiru-biru deli serdang sumatera utara diduga tidak memilik Amdal(Rabu,15/04/20)

Proyek Pekerjaan Umum & Perkerjaan Rakyat yang dimulai tahun 2018 hingga 2022 diduga tidak memilik izin amdal, proyek ini berdampak pada 5 desa di kecamatan sibiru biru.

Senin lalu masyarakat dan mahasiswa mendatangi langsung ke proyek tersebut. Turut hadir Kasatker Bendungan Marwansyah ST, dan josep ginting selaku humas proyek. menanyakan tentang tanggung jawab perusahaan yang mengakibatkan keruskan rumah warga akibat dari pembangunan proyek tersebut. Namun ketika menanyakan AMDAL tidak di jawab. Lantas masyatakat bingung dikarenakan sejak awal pembangunan masyarakat sama sekali tidak pernah melihat Dokumen Amdal, rencana pengelola lingkungan hidup(RKL) dan rencana pemantauan lingkungan hidup(RPL), UKL&UPL. sampai saat ini kami belum pernah mendapatkan inforasi tentang Amdal proyek itu seharusnya pihak proyek harus membuka informasi ini agar masyarakat tau.
Kami sudah mengkomunikasikan hal ini ke pelaksana proyek namun tidak pernah ada tanggapan dan kami sudah sering turun kejalan sepertinya pelaksana proyek tidak peduli dengan dampak terhadap lingkungan ujar franstio budiman ketua umum forum komunikasi mahasiswa Deli serdang (forkomdes).

karena sejak pertama dibangun masyarakat sudah merasakan dampak terhadap kolam yang mengalami pendangkalan akibat dari air yang bercampur pasir dan tanah serta kebun warga yang tertimbum pasir dan lumpur yg terbawa air sungai .Para peternak ikan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat air keruh bercampur lumpur dan pasir mengakibatkan ikan mati karena insang ikan kotor bercampur pasir dan lumpur.
(Ket Foto :Kolam dan Sungai Keruh)

masyarakat menuntut agar dihentikan sementara proyek bendungan lau simeme sampai selesai ganti rugi dan Amdal.
Karena apabila pelaksanaanya sesuai dengan SOP amdal tentu sungai tidak akan tercemar air bercampur dengan pasir dan lumpur.

Masyarakat sangat kecewa karena sungai menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Selain untuk mandi dan minum sungai menjadi sumber air untuk kolam dan kebun warga.

apabila proyek tidak memiliki amdal harus di tindak lanjuti dan diberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran tersebut, karen sudah melanggar UU No.32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan Lingkungan hidup,karena semua pihak tidak boleh mengabaikan hal tersebut,harus tetap menjaga kelestarian lingkungan sesuai dengan peraturan yg ada.

Masyarakat mengatakan sangat mendukung pembangunan waduk lau simeme namun apabila tidak ada tanggapan dan tindak lanjut dari tuntutan mengganti rugi dan menyelsaikan Amdal dan izin lingkungan proyek itu kami akan tutup jalan akses ke proyek capek kami kolam kami penuh lumpur ladang kami pasir lumpur semua yg turun terbawa air ujar salah seorang warga.

Mereka juga meminta kepada bapak Kapolda Sumatera Utara segera turun ke lokasi melihat tidak adanya amdal yang dilaksanakan di lapangan dan juga meminta kementrian lingkungan hidup untuk mengkaji ulang dampak lingkungan dan hutan akibat dari pembangunan lau simeme.

Sampai berita ini di terbitkan, pihak pelaksana proyek tidak memberikan tanggapan apapun.

(Red:Tim)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *