HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

REKONSTRUKSI KONSEP PENDIDIKAN ALA KI HADJAR DEWANTARA

Pendidikan.Haranews.com|•Jika berbicara pendidikan di Indonesia maka tak pantas rasanya jika melewatkan tokoh pejuang kemerdekaan dalam bidang pendidikan  baik dalam pemikiran maupun praktisi yaitu Ki Hadjar Dewantara yang sudah tidak asing lagi di telinga rakyat Indonesia.

Pendidikan menurut Dewantara adalah sarana untuk memerdekakan aspek lahiriah dan batiniah manusia. Dalam rangka memerdekakan aspek lahiriah dan batiniah manusia, pendidikan dan pengajaran harus dilakukan secara terpadu. Pendidikan yang ideal menurut Dewantara tidak hanya berhenti pada taraf pemerdekaan aspek lahiriah saja. Aspek batiniah pun perlu dimerdekakan. Untuk itu, Dewantara menawarkan konsep pendidikan budi pekerti.

Sementara menurut Haidar, Budi Pekerti adalah usaha sadar yang dilakukan dalam rangka menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan prilaku peserta didik agar memiliki sikap dan prilaku yang luhur (berakhlakul karimah) dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan Tuhan, dengan sesama manusia maupun dengan alam/lingkungan.

Ketika budi dan pekerti seseorang bersatu, maka bersatu jugalah gerak, pikiran, perasaan,  kehendak dan tingkah laku yang akan menimbulkan tenaga padanya untuk bertindak selaras dengan nilai-nilai moral dan menimbulkan relasi yang harmonis antara Tuhan, Manusia dan Alam semesta.

Ada satu adagium arab yang familiar di telinga kita yaitu "Adab lebih tinggi dari pada Ilmu" Orang yang tinggi ilmunya tetapi dia tidak beradab itu tidak ada gunanya bahkan akan menjadi bencana bagi dirinya, karna orang yang merasa dirinya sudah berilmu pasti dia merasa sudah matang, jika merasa matang maka layaknya buah-buahan yang tinggal menunggu waktunya untuk membusuk dan terjatuh dari batangnya, begitulah perumpamaanya.

Maka pendidikan di Indonesia sejatinya harus mengamalkan konsep budi pekerti bagi semua elemen sekolah. Inilah yang bisa kita sebut sebagai pendidikan yang membawa misi kemanusiaan. Sebagaimana misi yang bertujuan untuk memanusiakan manusia (humanisme) di dalam satuan pendidikan formal bernama sekolah.

Ki Hadjar Dewantara juga berpesan agar Pendidikan Indonesia harus mampu menunjukkan peran dan kontribusi positifnya bagi progresivitas bangsa. Sudah saatnya pendidikan di Indonesia tidak saja melahirkan para lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu menciptakan output (hasil) yang bermoral, berjiwa kebangsaan dan demokratis demi dinamika Bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik dan membanggakan.

penulis juga yakin jika sistem pendidikan kita di Indonesia mengamalkan konsep nilai-nilai budi pekerti yang di tawarkan Ki Hadjar Dewantara pastilah wajah dunia pendidikan di negeri ini akan tersenyum lebar.

Penulis : Muhammad Aulia Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *