HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Diduga PT PAA Gunakan BBM Solar Untuk Kapal Pukat Trawl dengan Tanki Berlebel Minyak Industri Ngelabui Petugas

By On May 29, 2020

Belawan.Haranews.com.PT PAA diduga memasok BBM solar untuk kebutuhan kapal ikan alat tangkap pukat trawl yang bersandar di dermaga TPI Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB).

Seorang nelayan, Rahmad (50) mengatakan, untuk mengelabui petugas solar tersebut dipasok truk tanki yang dilabel minyak industry. "Kita menduga minyak solar yang diangkut mobil tanki milik PT PAA yang merupakan mobil tanki untuk mengangkut minyak industri dan kita menduga kalau minyak yang diangkutnya itu minyak illegal,"kata Rahmad, Selasa (26/5/2020).

Baca Juga
Untuk Kebutuhan Pukat Trawl, Solar Industri “Banjiri” di Belawan
Dijelaskannya, truk tanki tersebut milik pengusaha berinisial Inan memasok bbm solar dengan harga Rp 4150/liter. Pengusaha kapal trawl selalu memesan solar Karena harga minyak solar industri lebih murah dibandingkan dengan harga minyak subsidi.

"Kita heran juga harga minyak solar industri dari PT PAA lebih murah dibandingkan dengan minyak solar bersubsidi. Makanya kita menduga kalau minyak yang diangkut mobil tanki PT PAA illegal bukan minyak dari Pertamina," ujarnya.

Rahmad mengharapkan kepada petugas, khususnya Ditpolairud untuk menindak mobil tanki yang mengangkut minyak illegal berkedokan minyak industri.

(Tim job)

FMD-SU (Forum Mahasiswa Demokrasi Sumatera Utara): Nepotisme dan Monopoli Bantuan Sosial JPS (Jaring Pengaman Sosial) Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Labuhanbatu Utara di Kecamatan Aek Natas.

By On May 19, 2020


LABUHANBATU UTARA, Haranews.com|•Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kecamatan Aek Natas mulai membagikan Paket Sembako JPS (Jaring Pengaman Sosial) di Kelurahan Bandar Durian. Dalam agenda tersebut dihadiri langsung oleh Bapak Bupati Labuhanbatu Utara, Anggota Dewan, Camat, dan Kepala Kelurahan Bandar Durian serta dihadiri masyarakat yang akan diberikan bantuan.(selasa,19/05/20)

Bantuan Sosial JPS merupakan Pogram yang diberikan untuk membantu keluarga miskin dan rentan di daerah epicentrum Covid 19 agar meringankan beban mereka selama pandemi. ( Rizky Tanjung: aktivis mahasiswa ULB).

Pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease -19) yang kini tengah terjadi di Indonesia telah melemahkan sendi-sendi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Pasalnya, roda kehidupan masyarakat seakan terhenti pasca- pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan laju pertumbuhan dan memutus mata rantai penyebaran virus.

Masyarakat kelas bawah yang bekerja di sektor informal, seperti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang dan buruh harian menjadi pihak yang sangat merasakan atas kebijakan ini. Dengan demikian pemerintah memberikan bantuan sosial JPS kepada masyarakat.

Ada dua poin yang menjadi perhatian serius FMD-SU kepada pemerintah terkait bantuan sosial JPS. Pertama, mengenai data yang tidak akurat. Dimana diduga dan tercium bau nepotisme dan tendensius. Kemudian yang kedua, terindikasi adanya mafia dalam memonopoli pengadaan paket bantuan sembako.

Pembagian harus didasari kejelian dan ketelitian serta kesadaran dalam mendata penerima bantuan sehingga tidak terjadi salah sasaran dan berujung kegaduhan di masyarakat.

Namun kenyataan yang terjadi di lapangan masih terjadi kegaduhan dan kecemburuan di masyarakat akibat kurang  jeli dan teliti dalam pendataan, membuat di tubuh masyarakat sendiri merasa dalam mendata terjadi nepotisme dan tendensius yang berdampak merusak tatanan hidup bermasyarakat.

Selain daripada itu dilihat dari bantuan JPS Propinsi Sumatera Utara yang diberikan senilai 225.000. Kemudian ditukar dengan  paket sembako yang diberikan berupa beras 10 kg, Intermie 1 kotak, Susu tiga sapi 1 kaleng, M. Makan PKS 2 kg, Sarden ABC besar 1 kaleng, Teh celup 2 bks, dan Gula 1 kg. Dan besaran nominal yang kata nya bila dijumlah kan sebesar 225.000.

Untuk mengetahui apakah paket sembako tersebut berjumlah 225.000 maka saya mengajak masyarakat untuk langsung ngecek harga sesungguhnya di grosir atas apa yang telah diberikan pemerintah. Jangan langsung senang bila diberikan bantuan. Karena saya menduga kalo dihitung dengan harga sesungguhnya tidak sampai 225.000.

Kemudian bila terjadi hal seperti ini sudah saat nya masyarakat bangun dari tidur panjang dan lebih berani bersuara bila terjadi hal-hal menyimpang dan berdiri di depan dalam mempertahankan dan membela hak-hak nya sebagai masyarakat.

Mengenai hal ini kami dari FMD-SU menduga adanya monopoli dalam pengadaan paket sembako, sebab dilihat dan dihitung dari harga satuan yang ditanya di grosir jumlah keseluruhan tidak mencapai 225.000. Dan dari informasi yang kami dapat untuk pengadaan paket bantuan sosial JPS Propinsi Sumatera Utara di Labuhanbatu Utara berkisar 3000 paket. Dari situ maka kami menduga adanya monopoli yang dilakukan orang-orang tertentu.

Kami FMD-SU meminta kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara agar menyampaikan kepada Bapak Bupati Labuhanbatu Utara untuk tidak mendata penerima bantuan sosial JPS dengan cara nepotisme dan tendensius, bila perlu pecat mereka bila terbukti melakukan nya dan mengusut tuntas atas dugaan adanya mafia dalam memonopoli pengadaan paket bantuan JPS propinsi Sumatera Utara. Sebab sangat tidak manusiawi bila anggaran diperuntukkan membantu masyarakat terdampak covid 19 malah dimanfaatkan demi memperkaya diri dan kelompok dengan ketidaksesuaian harga yang telah ditentukan 225.000 dengan paket sembako yang didapat masyarakat.

(Koordinator FMD-SU Dicky simatupang)

Kapolres Batu bara:Masyarakat Yang Belum Mendapatkan Bantuan Sembako Di Minta Mendata Ulang Untuk Mengambil di Mako Polres Batu Bara

By On May 19, 2020

(KAPOLRES BATUBARA/AKBP IKHWAN LUBIS, SH MH)
Haranews.com|•Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH menghimbau Warga di Kabupaten Batu Bara yang terdampak Covid 19  jangan risau kalau tidak mendapatkan bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.Warga yang tidak dapat bisa kembali mencatat nama melalui kelompok yang ada dan bisa mendapatkanya di Mapolres Batu bara saat di katakan Kapolres saat pidato apel pagi selasa  ( 19 /5/2020 ).

Saat  melakukan persiapan pantauan bantuan sembako dari pemerintah provinsi Sumatera Utara,Kapolres mengatakan kepada awak media dan Pejabat Utama  juga personil kepolisian yang ada untuk extra bekerja keras untuk masyarakat di masa Pandemi Covid 19.

Kapolres Batu bara AKBP  Ikhwan  menugaskan seluruh personil kepolisian untuk dampingi masyarakat  dan pantau mereka,agar tidak kisruh saat menerima bantuan sembako.

Dikatakan nya juga kepada seluruh personil kepolisian di larang keras untuk cuti atau pulang kampung, tidak ada  yang  bolos apel . Kita akan lakukan  sangsi tegas . Karena  dalam menyambut  Hari raya Idul fitri 1441 H.  Kita akan lakukan  pengamanan kepada masyarakat di masa Pandemi Covid 19 . Agar menciptakan rasa aman dan nyaman bagi umat islam yang merayakan Lebaran tahun ini.

"Kami berharap juga kepada masyarakat agar ikuti  himbauan pemerintah yang jauh hari sudah di sampaikan.Tetap gunakan Masker  saat keluar rumah. Jaga jarak , dan jangan melakukan Open House yang bisa menimbul kan keramaian . Bersilaturahmi dengan tertib tidak usah bepergian kalau tidak penting . Waspadai Virus Corona yang bisa saja di bawa oleh tamu kita,cukup di rumah dan bisa lakukan interaksi melalui  Ponsel,"tandas kapolres.

(Jurnalis Online Bersatu)

Mengisi Kegersangan Ruang Publik

By On May 19, 2020

(Muhammad Mas'ud Silalahi Koordinator Nasional Forum Silaturahmi Mahasiswa Indonesia)
Haranews.com|•Era digitalisme saat ini media sosial dan media mainstreem mampu merubah paradigma berfikir manusia, mempengaruhi cara berfikir dan bertindak manusia, maka ruang digital saya kira penting untuk diisi dengan muatan-muatan konten yang menyegarkan, menyehatkan dan mencerdaskan. Apabila ruang digital ini lebih di dominasi oleh konten yang tidak menyegrkan, tidak menyehatkan dan tidak mencerdaskan maka kerusakan generasi akan lebih memprihatinkan.

Oleh sebab itu pula ruang publik ini penting kiranya diisi oleh para cendikiawan, para ulama dan para tokoh bangsa dengan konten-konten positif yang membuka tabir pemikiran serta dapat menggairahkan semangat perjuangan generasi muda untuk terus ikut serta dalam membangun peradaban umat, bangsa dan agama. Sebingga rong-rongan dari kaum-kaum 'jahat' yang tidak bertanggungjawab dengan sengaja atau tidak sengaja menyebarkan konten-konten yang tidak baik akan dapat ditutupi oleh nilai kearifan dan kebijaksanaan.

Untuk itu bagi generasi muda bangsa juga mesti mensuport, menyemangati dan membantu para stake holder, para pemikir - intelektual dan para ulama dalam menumpahkan pikiran serta derap langkah gerakannya berjuang di dunia nyata dan dunia maya untuk kejayaan umat dan bangsa dimasa mendatang.

Kita harus melawan buzzer-buzzer 'nakal' yang hendak merong-rong persatuan, kesatuan, dan keharmonisan bangsa ini. Menyesatkan pola pikir dan memprovokasi generasi dengan konten-konten yang tidak menyehatkan serta mencerdaskan itu.

Disamping itu, ada juga persoalan 'etika publik' yang mesti dibangun dan dikuatkan sehingga ruang publik (media sosial) ini dapat menjadi kebermanfaatan yang baik. Apakah itu dari foto-foto yang tidak senonoh, tulisan-tulisan yang tidak berfaedah dan tidak mendidik dan seterusnya.

Saat ini saya juga telah menyaksikan ada orang-orang yang berupaya untuk menyegarkan, menyehatkan dan mencerdaskan ruang publik. Ya, walaupun jumlahnya tidak sebanyak orang-orang yang ingin merusaknya dan membuat suasana menjadi gersang. Tapi saya yakin betul bahwa jika nilai kearifan dan kebijaksanaan serta etika publik ini diperkuat maka nilai-nilai keburukan itu akan menurun derastis dan generasi kita akan terselamatkan dari kesesatan-kesesatannya dalam berfikir dan bertindak. Disinilah kiranya perlu dibutuhkan kecerdasan dalam menganalisa, berfikir dan bertindak cerdas dalam menggunakan media sosial.

Penulis Muhammad Mas'ud Silalahi Koordinator Nasional Forum Silaturahmi Mahasiswa Indonesia

KEAJAIBAN SEDEKAH

By On May 17, 2020


Haranews.com|•Waqidi Rahmat. Menuturkan sebuah kisah, "Saya mempunyai dua orang teman, yang satu dari Bani Hasyim, dan yang lain bukan dari Bani Hasyim. Hubungan kami sangat akrab bagaikan satu badan dan tiga hati. Ketika hari raya Idul Fitri hampir tiba, saya sedang dalam kesusahan. Istri saya berkata, "Kita dapat bersabar dalam setiap keadaan." Akan tetapi, sebentar lagi hari raya akan datang, sehingga hati saya tidak tahan melihat anak-anak menangis. Hati saya seperti hancur apabila melihat anak-anak kita mengenakan pakaian yang usang dan compang-camping, sedangkan anak-anak tetangga berpakaian baru dan mengenakan perhiasan yang bagus untuk hari raya.

Demi anak-anak, saya harus dapat mencari sesuatu dan membuatkan baju untuk mereka. Begitu mendengar perkataan istri saya itu, saya menulis surat kepada teman saya yang berasal dari Bani Hasyim. Didalamnya saya menulis tentang keadaan saya yang sebenarnya. Kemudian ia mengirimkan satu kantong berisi uang seribu dirham kepada saya dan menyuruh saya agar menggunakan uang tersebut untuk keperluan saya. Pada saat saya hampir menikmati pemberian hadiah yang sangat berharga tersebut, datanglah sepucuk surat dari teman saya yang lain. Dalam surat tersebut, ia menceritakan keadaannya yang sesungguhnya, dan ia meminta bantuan saya, sehingga saya mengirimkan uang seribu dirham itu kepadanya. Karena malu, saya tidak langsung pulang kerumah, tetapi menginap di masjid selama dua hari berturut-turut.

Kemudian pada hari ketiga, pulanglah saya kerumah, dan saya menceritakan semua kejadian tersebut kepada istri saya. Ternyata istri saya tidak marah dan tidak mengeluh, bahkan sangat senang dengan perbuatan saya itu, katanya, "Engkau telah melakukan perbuatan yang terbaik." Ketika kami sedang duduk berbincang-bincang, teman saya yang berasal dari Bani Hasyim datang dengan membawa kantong tersebut dan bertanya kepada saya, "Katakanlah dengan sebenarnya kisah tentang kantong uang ini." Saya pun menceritakan kisah yang sebenarnya. Setelah itu, teman saya yang berasal dari Bani Hasyim berkata, "Ketika suratmu datang, saya tidak mempunyai uang kecuali ini, yang kemudian saya kirimkan kantong uang ini kepadamu. Setelah itu, saya menulis surat kepada teman kita yang satu lagi. Sebagai jawaban, ia mengirimkan kantong ini kepada saya. Saya merasa heran, karena kantong ini saya kirimkan kepadamu, lalu bagaimana bisa sampai kepada teman kita yang satu lagi. Karena itu, saya datang untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya.

Akhirnya, kami berikan uang seratus dirham dari uang tersebut kepada istri saya, dan yang sembilan ratus dirham kami bagi bertiga. Ketika kejadian ini terdengar oleh Makmun Ar-Rasyid, ia memanggil saya dan ingin mendengar semua kisahnya. Setelah mendengar kisah tersebut, Makmun Ar-Rasyid memberi saya uang tujuh ribu dirham. Kemudian, uang tersebut saya berikan kepada istri saya sejumlah seribu dirham, sedangkan yang enam ribu dirham kami bagi bertiga."

Penulis Masyuril Fajar Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Banjir Merendam Jalan Utama Perkebunan Sei Balai

By On May 16, 2020

(Jalan Utama Perkebunan Sei Balai Terendam Banjir)
Haranews.com|•Hujan yang melanda desa perkebunan sei balai selama dua hari berturut-turut mengakibatkan air meluap dan mengakibatkan banjir di jalan utama perkebunan sei balai menuju jalan lintas Sumatera. Rabu (13/05/2020)

Jalan yang menjadi jalur utama masyarakat perkebunan sei balai terputus dikarenakan terendam banjir. Segala aktifitas masyarakat terhambat diakibatkan banjirnya jalan tersebut. Banyak kendaraan yang harus putar balik dikarenakan banjir yang sangat dalam. Mereka harus putar balik untuk menuju jalan lain yang jaranya sampai 10 KM yang biasanya bisa melewati jalan tersebut hanya 3 KM.

Rahmadi salah satu warga saat dihampiri wartawan beliau mengatakan bahwa, banjir yang melanda desa kami saya rasa sangat sering,  apalagi saat hujan lebat seperti saat ini.  Tidak hanya banjir jalan perkebunan PT BSP yang saat ini menjadi menjadi jalan utama untuk menuju ke jalan lintas sumatera kian memburuk. Badan jalan hanya tanah yang saat ini dibilang sudah tidak layak dilalui. Karena jalan tersebut tidak hanya dilalui masyarakat sei balai akan tetapi jalan penghubung tinjowan simalungun dan beberapa desa kec. Pulo bandring Asahan.

Saya berharap jalan tersebut segera diselesaikan pemerintah untuk segera dilakukannya rabat beton yang sudah lama rasanya terdengar ditelinga masyarakat akan terealisai. Upaya agar masyarakat dapat menggunakan jalan tersebut dengan baik. Guna percepatan ekonomi di daerah kami. Lebih lagi saat ini desa kami sudah ada wisata danau Indah Lestari. Tentunya hal menjadi keinginan masyarakat kami. Imbuh Rahmadi

Desa perkebunan sei balai saat ini yang berbatasan langsung dari kabupaten asahan kecamatan pulo bandring dan kabupaten simalungun kecamatan ujung padang. Tentunya ini menjadi sorotan dari kabupaten tetangga yang pembangunannya tak kunjung terealisasi.

(Red)

Bantuan Bahan Makanan dari Gubernur Sumut, Aktivis Batak Muslim Sumut Apresiasi

By On May 15, 2020


Haranews.com|•Bung Fathoni Siregar aktivis Batak Muslim mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara bapak Letnan Jendral TNI (Purn) Edy Rahmayadi dan bapak Musa Rajekshah (Wagub Sumut) dan jajaran Pemerintah Daerah Sumut yang telah mengelola bantuan buat masyarakat dalam menghadapi Pandemi ini. (Jum'at, 15 Mei 2020)

Kami akan selalu mendukung pelaksanaan di lapangan dalam penyaluran langsung bantuan bahan makanan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan bahan makanan ini, hal ini tentunya dapat meringankan beban masyarakat kita jugakan, ujar bung Fathoni Siregar.

Ucapn terima kasih juga dihanturkan Bung Fathoni Siregar Aktifis Batak Muslim kepada Abdul Hakim Siregar., S.Si., M.Pd selaku Ketua Yayasan Pimpinan Pondok Pesantren Nur Zam-Zam beserta Pengasuh Ponpes Nur Zam-Zam al-Ustadz Zulfahmi Hasibuan., S.Pd.I yang terlibat langsung program-program sosial, bantuan untuk penerima bantuan dalam keadaan Covid-19, atas musibah yg terjadi  saat sekarang ini. Kepedulian pemerintah Daerah Sumatera Utara cepat dan tanggap membantu masyarakat yang berhak menerima bantuan dari pemerintah daerah.

Lanjut Fathoni Siregar, mari kita bahu-membahu dalam menangani pandemi ini, kita tidak bisa bekerja sendiri-diri, perlu kontribusi dari setiap pihak. Saya berharap masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Sumut untuk kita sama-sama bermunajat, bertafakur, berdoa kepada Allah SWT semoga Covid-19 ini segera berlalu.

Segala kebijakan yang diambil pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19 ini harus ditaati. Segala anjuran pemerintah kita taati karena kebijakan pemerintah selalu berorientasi pada kemaslahatan,  kemaslahatan adalah inti daripada syariat. Tutup Bung Fathoni Siregar Aktifis Batak Muslim Sumut.(red:aulia)

Nasib Pendidikan Indonesia di tengah Pandemi COVID-19

By On May 14, 2020

Haranews.com|•Sejak pandemik Covid-19 datang, seluruh kemampuan negara di dunia sedang di uji. Banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari pandemi ini juga tak sedikit sektor yang terkena dampaknya, salah satunya sektor Pendidikan.  Pendidikan juga mendapat imbasnya sehingga dilaksanakannya PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) se-Indonesia.

Belakangan pendidikan di daerah pusat mulai menjalankan kelas daring dengan mudah. Lalu bagaimana dengan PJJ di daerah pelosok? kuota yang cukup mahal seperti pembayaran listrik bulanan dan belum lagi akses internet yang belum tentu menjangkau sekitaran daerah tersebut.

Ini menjadi masalah yang general dikalangan mahasiswa. Dengan kondisi keuangan yang secukupnya, apalagi seperti yang saya tulis diparagraf sebelumnya, bahwa sanya kelas daring ini memang memiliki beberapa pandangan. Jika dilihat dari sisi positifnya, Kuliah Daring ini membuat sistem perkuliahan menjadi lebih efisien karena tidak perlu butuh banyak tenaga untuk mengikuti perkuliahan, kemudian juga disini para mahasiswa di hadapkan bagaimana caranya untuk memanfaatkan teknologi yang saat ini terus berkembang.

Tapi jika kita melihat sisi negatifnya, ini bisa menjadi tugas berat bagi para mahasiswa. Hal ini terjadi karena banyak dari kalangan mahasiswa yang kesulitan akibat kuliah online, misal dengan akses internet yang belum memadai sehingga harus pergi kesuatu tempat untuk mendapatkan akses internet yang baik demi kelancaran untuk mengikuti perkuliahan. Juga tak sedikit mahasiswa yang kemampuan ekonominya mengalami kesulitan dimasa pandemik yang saat ini sangat merubah aktivitas keseharian kita. Mungkin juga karena ada beberapa mahasiswa yang kurang informasi jadwal perkuliahan yang kadang tak menentu, tergantung kapan para dosen memiliki waktu luang untuk melaksanakan perkuliahan. Serta tugas-tugas yang malah menambah beban karena dosen yang tak melihat bagaimana kondisi si mahasiswa ini.

Banyaknya keluhan saat pelaksanaan kuliah yang dilakukan secara daring ini, seharusnya bisa memberikan gambaran lapangan bahwa ternyata tak sedikit mahasiswa/i yang tak menyanggupi kuliah daring ini. Itu terbukti dari banyaknya keluhan yang diutarakan oleh para mahasiswa, perihal tugas, sinyal internet, kuota, informasi jadwal kelas dan sebagainya. Pada akhirnya kita harus dihadapkan dengan kuliah daring yang pada hari ini menjadi topik yang belum kelar untuk dibahas di tataran petinggi kampus dan para petinggi kemendikbud yang juga masih kalang kabut dengan kuliah secara online ini.

Itu terjadi akibat kesenjangan pengelolaan pendidikan di Indonesia yang masih tidak adil. Kenapa? Karena mungkin di tataran pemerintahan saat ini masih ada orang-orang yang mementingkan egoism nya daripada kepentingan umum. Pada kenyataan memang seperti itu, kita tidak bisa tutup mata dan telinga terhadap kejadian ini. Seharusnya ini menjadi cambuk bagi pemerintah yang terutama menaungi pendidikan entah itu dari Kemendikbud atau Kemenag, yang masih belum masuk ke seluk beluk daerah terpencil Indonesia yang didalamnya ada seorang pemuda yang sangat ingin mewujudkan dan mengejar mimpinya.

Seperti yang terjadi baru-baru ini dilansir dari halaman Kompas, kisah Pak guru Avan yang mengajar dari rumah ke rumah karena siswa tak punya ponsel. Pak guru Avan, dia adalah guru di SD Negeri Batuputih Laok 3, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Melalui unggahan di akun Facebooknya, Avan menceritakan pengalamannya tersebut, di mana siswa-siswanya tidak punya sarana untuk belajar di rumah. Mereka tidak mempunyai smartphone, juga tidak punya laptop. Walaupun misalnya punya, dana untuk membeli kuota internet akan membebani wali murid, tulis Avan. Avan paham betul pandemi ini diminta agar jaga jarak, dan untungnya Kabupaten Sumenep masih zona hijau, beliau jadi yakin bisa memberikan pengajaran dari rumah ke rumah, tentu jarak per-rumah pun jauh, namun Avan percaya memang ini adalah tugasnya sebagai tenaga pengajar.


Ditambah kurangnya subsidi dari kampus atau sekolah dalam menangani kasus pelajar yang tidak bisa akses perkuliahan yang saat ini lebih sering menggunakan ruang virtual seperti Google Meet, Zoom, Google atau Google Classroom yang menjadi favorit para dosen/tenaga pengajar untuk melanjutkan materi pembelajaran di tengah pandemic ini. Itu memang sangat efisien, tetapi kita harus lihat lebih jauh bahwasannya tidak semua pelajar bisa membeli paket internet, ga semua pelajar bisa dapat sinyal bagus untuk mengakses materi pembelajaran dengan baik, ga semua mahasiswa punya kemampuan dalam menggunakan aplikasi itu. Itu seharusnya jadi pembahasan evaluasi pemerintah pusat dalam menghadapi pendidikan Indonesia di tengah Pandemik ini.

Dampak krisis pandemi corona yang dialami sektor pendidikan, bukan berarti pemerintah harus membuat kurikulum darurat corona seperti yang dikehendaki Mendikbud Nadiem Makarim. Ia berpendapat kurikulum sekarang sebenarnya bisa diberdayakan untuk pembelajaran jarak jauh. Namun yang menjadi kendala ada pada kemampuan pemahaman tenaga pendidik dan keterbatasan fasilitas.

Memang, ada beberapa Perguruan Tinggi yang sudah mengeluarkan kebijakan perkuliahan dalam menghadapi pandemik ini. Misalnya, ada kampus yang memberikan subsidi kuota internet gratis kepada seluruh mahasiswanya. Ada yang memberikan keringan untuk memberikan nilai B kepada seluruh mahasiswa untuk semua mata kuliah selama pademik dan terakhir sempat ada issue yang mengatakan bahwa akan ada pengurangan UKT/SPP bagi para mahasiswa untuk semester genap karena dampak dari pandemik ini. Tapi pada akhirnya rencana pengurangan itu gagal terealisasikan oleh pemerintah dengan dalih, dana pendidikan akan dipotong demi membantu pemerintah pusat dalam menghadapi Pandemik Covid-19 ini.
Sejak wabah corona merebak, sebagian besar daerah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah. Namun implementasinya tak berjalan mulus. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima setidaknya 213 keluhan siswa soal tugas menumpuk selama PJJ. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendapati 58 persen anak mengaku tidak senang menjalani program Belajar dari Rumah.

Sedangkan keterbatasan fasilitas komunikasi menghambat aktivitas mengajar guru. Tak jarang guru mengajar di sekolah yang siswanya tak punya akses teknologi, sehingga komunikasi terputus.
Saat ini kita berharap semua aspek-aspek tersebut harus berkolaborasi menjadi kuda-kuda yang kokoh untuk membangun pendidikan mencetak benih-benih yang unggul untuk masa depan Indonesia yang akan datang. Dari tahun ketahun, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dan maju. Negara-negara Berkembang dan Negara-Negara Maju bersaing dalam bidang teknologi Indonesia harus mampu bersaing dengan Negara-Negara yang lain.

Juga seharusnya pemerintah harus menemukan win win solutions agar pendidikan di Indonesia tetap stabil walau ditengah masa-masa sulit seperti ini. Dengan harapan agar para pemuda pemudi ini bisa mengasah terus keterampilan nya dan bisa menjadi insan akademis yang diharapkan bangsa ini. Pendidikan itu sangat penting, itulah sebabnya, nasib bangsa ini bisa jadi ditentukan oleh apa yang dilakukan dan didapat para generasi muda yang bakal disiapkan untuk beberapa tahun kedepan. Karena Pendidikan adalah bekal terbaik untuk perjalanan hidup, begitulah perkataan Aristoteles.
Sungguh PR besar yang harus di perbaiki oleh orang tua, guru dan pemerintah jika kualitas pendidikan negara Indonesia tidak ingin tertinggal dengan Negara-Negara yang lainnya. Seperti kata Nelson Mandela bahwa, Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia.

Penulis Farid Abdullah Lubis Presiden HMJ komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

KPI UIN Jakarta adakan Diskusi Literasi:Arah dan Nasib Buruh ditengah Pandemi Covid-19

By On May 12, 2020


Haranews.com|•Selasa, 05 Mei 2020, Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar diskusi literasi yang dilangsungkan secara Online. Mengangkat tema "Arah Juang dan Nasib Buruh Ditengah Pandemi COVID-19", yang diisi oleh Asfinawati, S.H (Ketua YBLHI Periode 2017-2021) dan Nining Elitos (Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) sebagai narasumber.
Pandemic virus corana begitu mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Tidak hanya dari segi industri para pekeerja pun banyak yang terpaksa kehilangan mata pencahariannya, akibat virus corona ini. Sejumlah problematika baru harus dihadapi oleh para buruh, wabah covid 19 ini berdampak langsung terhadap kesesejaterahan para buruh, tidak sedikit yang harus menelan fakta mengenai pemutusan hubungan kerja atau PHK.
Pada kesempatannya Asfinawati, mengatakan “Kami, kaum buruh adalah orang yang paling kuat bertahan…”. Selain itu Asfinawati menjelaskan mengenai keadaan kaum buruh sebelum adanya pandemic corono, “sebelum pandemic corona ini berlangsung hak-hak buruh belom terpenuhi, tidak ada penengah dari pemerintah, perlindungan yang minimal, dan belom dimaksimalkannya pengawasan’. “Pemerintah lebih melindungi orang-orang kuat bukan orang-orang lemah” sambung Nining Elitos.

Ditengah ekonomi dan krisis kesehatan saat ini, Pemerintah mengeluarkan Kartu Prakerja. Kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia agar bisa dijadikan bantuan untuk pekerja yang terkena PHK atau angkatan kerja yang baru. Kartu prakerja ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial yang terjadi saat ini. Namun hal tersebut tidak disambut baik oleh para buruh.

Nining Elitos mengatakan “Bagaimana dapat bertahan hidup? Bukan pelatih-pelatihan untuk saat ini. Orang butuh makan, kok ikut pelatihan....”. “Seharusnya pemertintah melakukan distribusi pangan dengan merata dan memanfaatkan kerjasama dengan serikat buruh". Adapun yang disampaikan oleh Asfinawati “Pemerintah seharusnya melakukan pendataan yang serius untuk mengetahui perusahaan yang dapat memberi upah buruh”.

Lemahnya penanganan  komunikasi membuat upaya perbaikan dan prestasi pemerintah tidak ditanggapi masyarakat, masyarakat cendrung skeptis terhadap politik karena harapan selalu kandas dan janji politisi tidak pernah diwujudkan, kita tahu nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung makna sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah ataupun batiniah mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan bersikap adil, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, suka memberi pertolongan pada orang kesejahtraan dapat dicapai.

“Bangsa ini butuh adanya diaolog” ujar Asfinawati. “Pemerintah perlu memperhatikan sop kesehatan demi keselatamatan buruh”. Sambung Nining Eltios. Selain itu Nining Elitos menjelaskan bagaimana cara buruh untuk bertahan saat pandemic ini berlangsung “buruh dapat bertahan dengan mengubah pola kehidupan, menjadi produsen dan tidak selalu ketergantungan akan kebijakan pemerintah.”

Sumber: HMJ Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pemilihan Rektor UINSU Dibuka, 4 Guru Besar Resmi Mendaftar

By On May 12, 2020

Medan, Haranews.com|•Sebanyak empat guru besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor UINSU periode 2020-2024, hingga Selasa (12/5/2020).

Sebagaimana sebelumnya, pendaftaran dan pemberkasan penjaringan bakal calon rektor UIN SU periode 2020-2024 telah dibuka pada rentang waktu 11 Mei 2020 hingga 14 Mei 2020.

“Pada hari pertama dibukanya pendaftaran Senin kemarin ada dua bakal calon mendaftar dan hari selasa begitu juga ada dua bakal calon yang mendaftarkan diri. Jumlahnya ada empat bakal calon yang terdaftar dan telah menyerahkan berkas persyaratan,” ujar Ketua Panitia Penjaringan Balon Rektor UIN SU 2020-2024, Dr Abdul Rahim, MHum.

Dijelaskannya secara rinci, pada hari Senin 11 mei 2020 yang mendaftar pertama yaitu Prof Dr Saidurrahman, MAg yang saat ini masih menjabat sebagai Rektor UIN SU 2016-2020. Kedua yaitu Prof Dr Syahrin Harahap, MA seorang guru besar di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Kemudian di hari kedua, selasa 12 mei 2020 ada dua guru besar juga yang mendaftar. yaitu, Prof Dr Amroeni Drajat, MAg yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiwaan dan Kerjasama.

“Terakhir yaitu Prof Dr Faisar Ananda, MA,” jelasnya didampingi wakil ketua panitia, Dr Amiruddin Siahaan, MPd dan sekretaris Dr Azhari Akmal Terigan, MA.

Abdul Rahim juga menjelaskan, tahapan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI No B/II/3/11604 tentang pengangkatan Rektor UIN SU periode 2016-2020 akan berakhir 31 Agustus 2020 mendatang.

Dijelaskannya pula tahapan penjaringan ini mengacu pada Peraturan Menteri Agama (PMA) RI No 68/2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian rektor dan ketua pada perguruan tinggi keagamaan yang diselenggarakan pemerintah.

Sementara itu, ia juga menjelaskan jadwal tahapan dan proses penjaringan. Pengumuman dan sosialisasi penjaringan pada 4-8 Mei 2020, pendaftaran dan pemberkasan fisik dan softfile pada 11-14 Mei 2020.

Kemudian verifikasi persyaratan administrasi pada 15-19 Mei 2020 dan penetapan hasil verifikasi dokumen bakal calon rektor tersebut pada 20 Mei 2020.

Tahap selanjutnya penyerahan hasil verifikasi tersebut kepada senat universitas pada 21 Mei 2020. Lalu tahap pemberian pertimbangan dan penyerahan dokumen pertimbangan kepada rektor pada 28 Mei 2020.

“Lalu berkas hasil pertimbangan tersebut diserahkan melalui Rektor UIN SU kepada Menteri Agama RI,” pungkasnya

(Sumber : Kaldera.id)

Jaga Stabilitas Ekonomi Selama Pandemi:DPR Sahkan PERPPU Jadi UU

By On May 12, 2020


Nasional.Haranews.com|•Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19 dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekenomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem keuangan menjadi Undang-Undang.

Perppu yang selama ini juga dikenal sebagai Perppu Covid-19 tersebut disahkan dalam rapat paripurna ke-15, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2020).

Awalnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah menyampaikan proses pembahasan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 itu bersama pemerintah.

Ia juga mengatakan, dari sembilan fraksi di DPR, ada delapan fraksi yang menyetujui Perppu ini menjadi UU.

Hanya satu fraksi, yaitu Fraksi PKS yang menolak Perppu Nomor 1/2020 tersebut menjadi UU.

Ketua DPR Puan Maharani kemudian bertanya kepada semua anggota DPR yang hadir apakah bisa menyetujui Perppu Nomor 1 Tahun 2020 menjadi undang-undang.

"Apakah Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19 dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekenomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem keuangan Dapat disetujui jadi UU? Ada 8 fraksi dan satu menolak, Setuju?," tanya Puan.

"Setuju," jawab semua anggota yang hadir.

Sebelumnya Presiden Jokowi menerbitkan Perppu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan yang ditandatangani pada Selasa (31/3/2020).

"Karena yang kita hadapi saat ini adalah situasi yang memaksa, maka saya baru saja menandatangani Perppu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan," ujar Jokowi melalui sambungan konferensi video, Selasa (31/3/2020).

Jokowi menyatakan, perppu tersebut memberikan fondasi bagi pemerintah, otoritas perbankan dan otoritas keuangan untuk melakukan langkah luar biasa dalam menjamin kesehatan masyarakat.

Perppu tersebut juga menjadi panduan bagi semua pihak di pemerintahan untuk menyelamatkan perekonomian nasional dan stabiltas keuangan.

"Pemerintah memutuskan total tambahan pembiayaan APBN 2020 untuk menangani Covid-19 adalah Rp 405,1 triliun," kata Jokowi

Sumber: Kompas.com

Angin Puting Beliung Melanda Rumah di Pantai Labu Polsek Beringin Polresta Deli Serdang & Muspika Turun Kejalan

By On May 11, 2020


Haranews.com|•Cuaca hujan disertai angin yang terus menerpa yang turun dibeberapa malam disebagian wilayah Kab. Deli Serdang berdampak kepada sebagian rumah warga. Salah satunya pada Desa Pematang Biara dan Desa Kelamin Kec. Pantai Labu Kab. Deli Serdang, cuaca buruk angin puting beliung menyebabkan sedikitnya 6 rumah warga didua Desa tersebut rusak diterpa angin kencang tersebut. Senin (11/05/20) malam.

6 rumah warga masing-masing milik Poniman, 39 thn, buruh, dsn. IV Desa Pematang Biara Kec. Pantai Labu, Rumah milik Supian, 37 thn, buruh, Dusun IV Desa Pematang Biara Kec. Pantai Labu, Rumah milik Sunardi, 29 thn, buruh, dusun III Desa Kelamin Kec. Pantai Labu,  Rumah milik Alang, 47 thn, 47 thn, dagang, dsn. III Desa Kelamin Kec. Pantai Labu, Rumah milik Ibu Tien Hong, 58 thn, dsn. III Desa Kelamin Kec. Pantai Labu dan Rumah milik Mursimin, 45 thn, PNS (tiga unit) Dusun III Desa Kelamin Kec. Pantai Labu tampak rusak pada bagian atap.

Menyikapi hal tersebut, Polsek Beringin Porlesta Deli Serdang bersama Muspika Kec. Pantai Labu dan BPBD Kab. Deli Serdang turun kelokasi guna memastikan situasi tetap kondusif pasca terjadinya bencana angin puting beliung yang menimpa warga.

Tampak oleh awak media yang melakukan liputan dilapangan, beberapa personil Polsek Beringin Polresta Deli Serdang turun kelokasi guna melakukan pengamanan terhadap rumah warga yang rusak akibat bencana tersebut guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek Beringin Polresta Deli Serdang AKP MKL. Tobing saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa untuk saat ini personil Polsek Beringin disiagakan mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi terhadap rumah warga yang tertimpa bencana angin puting beliung.

“kami menghimbau kepada warga yang menjadi korban bencana angin puting beliung agar bersama sama menjaga keamanan diri dan barang berharga yang terdapat dirumah dan kami telah siagakan beberapa personil untuk menjamin situasi keamanan tetap kondusif dan menghindarkan dari hal hal yang tidak diinginkan”, ujar Kapolsek

(Jurnalis Online Bersatu)

Memakai Obat Tetes Mata dan Telinga

By On May 11, 2020

Haranews.com
MEMAKAI OBAT TETES MATA DAN TELINGA

Pertanyaan :
Apakah hukum memakai obat tetes mata dan telinga saat berpuasa dapat membatalkan PUASA ?

Jawaban :

Pernyataan tentang orang yang memakai obat tetes mata atau telinga untuk keperluan pengobatan tidak membatalkan puasa adalah benar.
Karena, tetesan tersebut tidak dinamakan makan atau minum, baik menurut 'urf (kebiasaan umum) maupun menurut syariat. Di samping itu, tetesan tersebut tidak masuk melalui saluran makan dan minum pada umumnya.
Andai yang bersangkutan menunda pengobatan tersebut sampai malam hari, itu lebih baik karena menjaga diri untuk menghindari perbedaan pendapat.
Karena Allah tidak membebani seseorang selain sesuai dengan batas kemampuan yang dimiliki, dan syariat di dasarkan pada prinsip menghilangkan beban. Allah berfirman :
"Dan dia sekali kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.(Al Hajj : 78).
"Bila seseorang dicoba dengan rasa sakit di telinganya, ia tidak bisa tenang kecuali dengan meletakan obat di dalam minyak atau kapas (ke dalam telinga) dan nyata-nyata dapat meringankan atau menghilangkan rasa sakit dengan obat tersebut, berdasarkan pengetahuan pribadi atau informasi dokter, maka hal demikian boleh dan sah puasanya, karena darurat,” (Syekh Habib Abdurrahman bin Muhammad Ba’alawi, Bughyah al-Mustarsyidin, hlm. 182).
hukum memakai obat tetes mata saat berpuasa tidak menyebabkan puasa seseorang batal. Pasalnya, lubang mata tidak memiliki jalur penghubung menuju ke tenggorokan.
Sementara, untuk pemakaian obat tetes mata dan telinga diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa meski dalam kondisi tidak darurat.

Zainul Muttaqin Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

PERANG NEOKORTEKS

By On May 11, 2020


Haranews.com|•Secara lazim perang sering di artikan pertikaiansenjata antara dua atau lebih antar kelompok manusia. Namun dalam pembahasan kali ini perang neokorteks sangat berbeda dengan perang pada umumnya.

Perang Neokorteks (Neocortical Warfare) adalah cara perang tanpa penggunaan kekerasan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sun Tzu , yaitu panglima perang yang unggul adalah ia yang dapat menundukkan musuhnya tanpa menggunakan pertempuran.

Kukira kita sudah merdeka, ternyata kita masih terjajah, siapa sangka sejak 1956 hingga hari ini barat berhasil mencekoki pemikiran masyarakat Indonesia dari spritualisme menjadi total materialisme yang menyebabkan segala sesuatunya harus berupa wujud benda, ini adalah perang neokorteks.

Dalam pelajaran Feuerbach materialisme ialah suatu peraturan falsafah yang mengatakan, bahwa segala sesuatu yang ada itu tidak lain adalah barang benda belaka.

Kita orang yang ber-Tuhan mengatakan dengan yakin bahwa segala sesuatu itu asalnya dari Allah, oleh Allah dan kembali kepada Allah. Tetapi historis materialisme sebaliknya , ia mengajarkan bahwa segala sesuatu itu berasal dari benda, oleh benda dan kembali ke benda.

Agaknya kita tidak tersesat, kalau kita mengatakan bukan saja historis materialisme itu memungkiri adanya Allah, tetapi historis materialisme itu juga bertuhankan benda (stofverguding). Bahkan Duitdch seorang sosialis barat terus terang mengaku bahwa "Tuhan yang menjadikan manusia, tetapi manusia yang membikin-bikin Tuhan".

Jika manusia terus bersetubuh dengan benda yang berwujud teknologi misalnya, dan keyakinan absolut manusia pada benda (mesin) maka akan masuk ke babak baru: yaitu ambruknya iman manusia pada benda itu sendiri.

Penulis yakin barat telah  memenangkan peperangan neokorteks di Indonesia dan berhasil menjadikan orang-orang bergantung pada benda hingga menjadikan benda sebagai tempat menyembah dan manusia akan lupa siapa sebenarnya penciptaNya.

Lantas apa tindakan kita??

Penulis Muhammad Aulia Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kapal Tanker Jag Leela Terbakar di Belawan, Belasan Pekerja Dilarikan ke Rumah Sakit

By On May 11, 2020


Belawan.haranews.com|•Pasca terbakarnya Kapal Tanker MT Jag Leela sebanyak 12 (dua belas) orang pekerja PT Waruna Shipyard Indonesia dilarikan ke rumah sakit PHC Belawan, Senin (11/5/202).

Para pekerja yang mendapatkan perawatan medis tersebut umumnya yang bekerja pada bagian atas atau luar kapal. Sedangkan pekerja yang diduga berada di dalam kapal, belum dapat dievakuasi dan diperkirakan mencapai puluhan orang.

“Jumlah yang sudah masuk rumah sakit sebanyak 12 orang dan sedang dilakukan pendataan berapa warga kita yang menjadi korban,” kata Camat Medan Belawan Ahmad SP saat dihubungi wartawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pencegah dan Kebakaran Kota Medan Albon Sidauruk mengatakan, kapal tanker terbakar  Jag Leela yang lagi perbaikan di Dok PT Waruna Belawan, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 tadi pagi.

“Kami dari Damkar Kota Medan mengerahkan 10 unit armada, didukung dari Armada PT. Pelindo I, TNI AL, dan Pol Air Belawan, hingga saat ini belum padam tapi sudah terkendali, korban jiwa belum ada imformasi,” kata Albon.

Informasi yang diperoleh, puluhan pekerja menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Seorang warga sekitar, Awal Putro mengaku tahu kejadian kebakaran itu setelah dia dan istrinya mendengar beberapa kali ledakan. “Mendengar ledakan aku keluar rumah dan kulihat asap sudah membumbung tinggi dari areal galangan kapal Waruna,” katanya.

Tidak lama kemudian ratusan warga dan puluhan petugas Polres Pelabuhan Belawan ,berdatangan ke dekat lokasi kebakaran untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Diperoleh informasi KM Jag Leela memiliki panjang sekira 250 meter dan merupakan kapal pengangkut minyak milik PT Waruna Shipyard Indonesia. Kapal tersebut sudah dua minggu naik dok dan sedang dalam proses perbaikan.

(Jurnalis Online Bersatu)

Gerakan Aktivis Sumut(GAS): Hilangnya Ketegasan Sebagai Bangsa Ketika Wabah di Perairan Pulau Sembilan Langkat.

By On May 10, 2020


Haranews.com|•Virus Corona merupakan pandemic yang terjadi diseluruh dunia. dimana banyak negara yang kewalahan dalam menghadapi virus ini termasuk bangsa ini yang kewalahan bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sampai mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang strategis ialah PSBB (Pembatasan sosial berskala besar).
Namun lagi-lagi kebijakan itu tidak berlaku bagi Koorporasi asing. terbukti dengan masuknya kapal asing ke perairan Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan susu, Langkat membuat marah nelayan setempat pada tanggal (3/5/2020).

Seharusnya menjadi perhatian khusus masuknya kapal MV. Cheung Kam Wing / Cheung Lai Chun berbendera Hongkong itu, karna masuknya kapal tersebut ditengah wabah virus Covid-19 yang semestinya kapal tersebut tidak boleh berlayar apalagi masuk ke perairan Indonesia karna tentu sangat sensitive ditengah pandemic membiarkan kapal-kapal asing masuk kewilayah perairan bangsa ini tanpa pengawalan yang terlihat.

Gerakan Aktivis Sumut Zulkifli yang juga merupakan mantan Wakil ketua Umum BEM Universitas Al Azhar Medan melihat adanya Kejanggalan prosedural yang tidak sesuai dengan SOP seperti disampaikan.

Kapolres Langkat, AKBP Edi Suranta mengaku ada izin pada kapal tersebut namun pengawalan dalam berlabuhnya kapal asal hongkong tersebut tidak ada “ya seharusnya ada pengawalan dalam berlabuhnya kapal pencari ikan milik asing baik itu dari pihak perusahaan swasta mau pun dari aparat yang berwenang biar tidak ada timbul kecurugaan oleh nelayan setempat,ini seakan ada konspirasi masuknya kapal asing itu”ujar zul".

“Kami mengatakan bahwa kapal asing yang masuk beraktivitas pengangkut ikan Kerapuh di Perairan Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat. Menilai lemahnya pertahanan kepolisian air Sumatra Utara (Polair-Su) dalam memantau gerakan kapal asal Hongkong yang semestinya berlabuh tidak sampai bibir perairan Pulau Sembilan" dalam komperensi pers Sabtu (9/5/2020)

"Aktivis Sumut Ari Gusti yang juga merupakan mantan PLT ketua BEM STMIK TGD menambahkan Kami jelas sangat kecewa dengan lemahnya keamanan,penjagaan laut dipulau Sembilan oleh Polisi Air Sumatra utara,Harus ada teguran yang keras dari kapolda-Su kepada Roy Sihombing dan mengevaluasi Polair-Su akibat lalainya menjalankan tugas”.ujar Ari sambil bernada kecewa"

(Red:Tim)

Warga Demo Proyek Bendungan Lau Simeme

By On May 09, 2020

(Ahmad Ridwan Dalimenthe/Koordinator Aksi)
DeliSerdang.haranews.com|•Puluhan warga bersama elemen masyarakat berunjuk rasa di pengerjaan proyek bendungan lau simeme, kabupaten deliserdang,  warga menuntut ganti rugi akibat pengerjaan proyek tersebut aliran sungai tercemar dan membuat terjadi nya pendangkalan terhadap sungai

Dengan pengawalan aparat kepolisian  puluhan warga desa gerat bersama sejumlah elemen masyarakat dari organisasi kepemudaan berunjuk rasa dilokasi pengerjaan proyek bendungan lau simeme  kecamatan biru-biru  kabupaten deli serdang sumatera utara

 kedatangan massa untuk menuntut ganti rugi atas kerusakan lingkungan dan dampak yang dialami warga akibat pengerjaan proyek bendungan lau simeme  massa menuding pengerjaan proyek tidak memiliki dokumen amdal  hingga tidak memikirkan mata pencarian warga sekitar yang mayoritas bertani dan beternak ikan

 Ahmad Ridwan Dalimunthe selaku koordinator aksi menjelaskan  sejak dilakukannya pengerjaan proyek bendungan lau simeme aliran sungai seruwai yang dulunya jernih kini berubah warna menjadi coklat dan bercampur pasir bahkan membuat terjadi pendangkalan terhadap sungai hingga mengakibatkan ternak ikan air tawar ditambak warga banyak mengalami kematian karena air tercemar dan keringnya aliran irigasi ke sawah warga

“ Pimpinan proyek lau simeme yang kami nilai tidak memiliki dokumen amdal, dikarenakan terjadinya kerusakan kelestarian lingkungan yang disebabkan bendungan lau simeme, serta kami menuntut kepada pimpinan proyek atas kerugian masyarakat yang di sebabkan bendungan, seperti kolam, keretakan rumah lampu jalan” jelas ridwan

Ramli Bangun warga sekitar juga  mengaku sudah dua tahun kondisi ini terjadi ikan tambak banyak mati air berlumpur dan sawah mengering akibat pendangkalan sungai namun pihak proyek bendungan lau simeme maupun aparat pemerintah setempat selalu berjanji untuk mencari solusi dan akan mengganti rugi namun sampai saat ini tidak pernah terealisasi

“ Akibat dari proyek bendungan ini, sawah kami jadi pendangkalan, dan air kolam kami keruh, yang mengakibatkan penyakit ikan busuk ingsang semua, selama dibuka proyek ini kami tidak pernah ada lagi keutungan, malah kerugian yang kami alami, kejadian yang kami alami ini sudah 2 tahun, dan pihak perusahaan sudah menjanjikan untuk ganti rugi, namun sampai sekarang belum ada realisasi apa pun, dan berharap kepada perusahaan yang menjanjikan untuk ganti rugi agar cepat diselesaikan” ungkat ramli

Melihat tidak ada satu pun perwakilan proyek menemui massa unjuk rasa pihak kepolisian yang berjaga akhirnya meminta massa  membubarkan diri dan berjanji akan memediasi, antara warga dengan pimpinan proyek bendungan lau simeme.

(Red:Tim)

Komjenpol Drs Agus Pimpin Sertijab Pejabat Utama Baharkam

By On May 09, 2020

Jakarta.Haranews.com.Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH, pimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama Baharkam Polri, bertempat di Lobby Utama Gedung Baharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 8 Mei 2020.

Adapun jabatan yang diserahterimakan adalah Kakorsabhara Baharkam Polri, Karobinopsnal Baharkam Polri, Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, dan Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri.

Menurut Komjen Pol Agus Andrianto, Sertijab tersebut digelar berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor Kep/974/V/2020 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri No ST/1377/V/Kep/2020 dan Keputusan Kapolri No Kep/980/V/2020 yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri No ST/1383/V/Kep/2020 tertanggal 1 Mei 2020.

“Mutasi adalah hal yang alami dalam organisasi Polri sebagai tour of duty dan tour of area, penyegaran, promosi, dan dalam rangka meningkatkan performa kinerja organisasi menuju SDM unggul dan promoter,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Jabatan Kakorsbahara Polri diserahterimakan dari pejabat lama Irjen Pol Drs Bambang Ghiri Arianto kepada Brigjen Pol Drs Wahyudi Hidayat, yang sebelumnya menjabat sebagai Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri. Jabatan Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri kemudian diisi oleh Kombes Pol Drs Hari Prasodjo, yang sebelumnya dinas di Sops Polri.

Jabatan Karobinopsnal Baharkam Polri diserahterimakan dari pejabat lama Brigjen Pol Drs Slamet Hadi Supraptoyo SH, MH, yang menjabat sebagai Wakapolda Jawa Timur, kepada Brigjen Pol Makhruzi Rahman SIK, MH, yang sebelumnya menjabat sebagai Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri. Sementara Jabatan Dirpolair dijabat oleh Kombes Pol Yasin Kosasih SIK, MSi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Patroli Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Walau digelar di tengah pandemi COVID-19, Upacara Sertijab tersebut tetap berlangsung khidmat dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

[Red/AKP Bambang AS]

Nuzulul Qur'an di Mata Sang Pendekar

By On May 09, 2020


Haranews.com|•Bulan Ramadhan adalah bulan sebagai madrasah bagi orang-orang yang berkompetisi dalam berlomba-lomba melakukan kebaikan dan amal ibadah lainnya.
Bulan Ramadhan juga terdapat peristiwa sejarah yang tidak pernah di lupakan oleh Umat muslim di seluruh dunia yaitu Nuzulul Qur'an secara harfiah berarti turunnya Al-Qur'an (kitab agama Islam). Nuzulul Qur'an adalah suatu istilah yang merujuk pada peristiwa penting penurunan Wahyu Allah pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam banyak pembahasan tentang Nuzulul Qur'an di turunkan ke Baitul Izzah secara langsung dari Baitul Izzah itulah, Al Qur'an yang kemudian di turunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW. Wahyu yang pertama kali diturunkan ialah Qur'an surah Al-alaq 1-5

Alquran adalah panduan bagi semua umat manusia supaya manusia tahu jalan yang benar dan memperoleh kebaikan serta menghindari yang dilarang dan supaya mereka terhindar dari keburukan
Kiyai Wahyudin juga menjelaskan, kitab suci umat Muslim tersebut terdiri dari tiga aspek yang masing-masing meliputi aspek tauhid, risalah, serta aspek hari yang dijanjikan setelah kematian umat manusia. 
Alquran mengajarkan kepada umat tentang nilai- nilai dan tuntunan hidup, agar senantiasa dijauhkan dari segala hal yang tidak dikehendaki oleh Allah SWT.
Maka berpegang teguhlah pada Alquran, karena tidak ada pilihan panduan hidup lain yang lebih baik dari nilai- nilai yang ada dalam Alquran

Lantas siapakah yang di sebut pendekar itu?

Orang-orang yang terus-menerus membaca Al Qur'an dan memahami maknanya dan menjadi Al Qur'an sebagai pedoman hidup yang paling utama dan tidak menyia-nyiakan momentum Nuzulul Qur'an sebagai media untuk meraih Lailatul Qadar (malam yang lebih baik dari pada seribu bulan)

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.
(QS: Asy-Syūrā : 52)

Semoga bermanfaat....

Fatwa-Fatwa Milenial

By On May 09, 2020

(Muhammad Mas'ud Silalahi)
Haranews.com|•"Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar Dan Haus, Tapi Juga Melatih Jiwa Untuk Membatasi Keinginan Hawa Nafsu Keduniaan"

Saya mengambil hikmah dari puasa tahun 2020 ini, dimana puasa kali ini saat masa pandemi - wabah penyakit menular (c-19) alam semesta memberi saya pengajaran berharganya untuk tidak hanya menahan lapar dan haus dahaga, disamping menjaga pantang-pantang pada umumnya apakah itu pandangan mata, pendengaran telinga dan pembicaraan yang sia-sia.

Bagi nalar alam yang saya tangkap melalui nalar berfikir saya, saya merasakan betul ada sinyal-sinyal yang saya tangkap sedikit tentang pelatihan jiwa untuk membatasi keinginan-keinginan hawa nafsu keduniaan.

Misal seperti nafsu keinginan untuk bertemu sahabat, keluarga - sanak family untuk buka puasa bersama, berbelanja pakaian untuk persiapan lebaran, gaya hidup yang berlebihan dan seterusnya.

Dimasa-masa pandemi saat ini, meskipun tabungan kita cukup atau lebih untuk membeli mobil, rumah mewah, smartphone mewah dan seterusnya namun semua nafsu keinginan itu dapat dikendalikan agar menahan diri untuk tidak membelinya. Bahkan tidak sedikit orang saya perhatikan bahwa para konglomerat, kaum derma yang memiliki banyak harta justru mengalihkan hartanya untuk menolong saudaranya yang kesulitan, mereka membelanjakan hartanya dijalan Allah swt dalam bentuk sumbangan-sumbangan, mereka membelanjakannya tidak untuk menambah gaya hidup kemewahan, walaupun sejatinya itu bisa mereka lakukan.

Beranjak dari itu pula saya mendapatkan banyak pelajaran berharga, hikmah yang besar. Saya terus mengucapkan jutaan rasa syukur kepada Allah swt (Tuhan Semesta Alam) atas semua pengajaran yang telah diberikannya kepada saya melalui alam semesta dan orang-oang disekitar, sehingga dari adanya pengajaran itu semakin menguatkan jiwa saya dalam menapaki jalan cinta yang penuh dengan kelembutan dan kebahagiaan ini.

Saya tadinya berfikir untuk dapat menaklukkan dunia dari meningkatkan kualitas hidup dengan harapan dapat membeli apa saja yang hendak saya inginkan, apakah itu membeli rumah mewah, mobil mewah, membangun perusahaan raksasa, membangun perkebunan dan memiliki usaha-usaha yang menghasilkan keuntungan-keuntungan keduniaan.

Namun entah mengapa, selama saya renungkan kembali beberapa hari ini justru hasrat itu memudar perlahan den terlihat pandangan-pandangan lain yang mana Rasulullah saw telah mengajarkan umatnya untuk menjalani hidup dengan sederhana, menjaga gaya hidup, gaya berpenampilan, gaya bertutur, sikap dan prilaku yang sederhana.

Hidup dengan tidak dikendalikan hawa nafsu untuk menaklukkan dunia dan menjadikan dunia sebagai tujuan hidup melainkan ada tujuan lain yang fokuskan untuk keberlangsungan kehidupan setelah kematian.

Dari pengamalan gaya hidup Rasul saw ini membawa nalar berfikir saya memandang bahwa hidup dalam bermewah-mewahan (mengikuti gaya hidup) malah membuat manusia menjadi sengsara, menjadi repot menjaganya didunia dan mempertanggungjawabkannya setelah kematian tiba.

Ya, ada rasa kekhawatiran juga dan ada rasa malu terhadap Baginda saw dihadapan Allah swt disaat nanti ada pertanyaan-pertanyaan pada saat dialam kubur serta hari perhitungan kelak.

Dari itu semua saya mengambil kesimpulan bahwa puasa ini mengajarkan saya untuk menahan jiwa dari nafsu birahi politik kekuasaan, nafsu birahi kepemilihan harta - benda, nafsu birahi menganggap diri orang alim, nafsu birahi menganggap diri kuat, hebat dan memiliki ada kepunyaan - kepemilikan.

Semoga selawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Rasul saw, keluarga dan para sahabat dalam sepanjang tarikan serta hembusan nafas-nafas kehidupan.

Yaa rabb, ampuni dosa kami, doa kedua orangtua kami, keluarga kami, sahabat kami dan seluruh dosa kaum muslimin - muslimat di seluruh dunia. Anugerahkan kami umur yang Engkau berkahi dan Engaku ridhoi. Tuntun langkah kami dijalan-Mu, jauhkan kami dari petaka dunia, petaka kubur dan petaka dihari perhitungan. Berilah pada kami rahmat yang besar, hidayah yang terus menerus, ilham yang datangnya dari sisi-Mu. Hanya kepada-Mu saja kami menadahkan tangan, mengucurkan air mata, bermunajat memohon ampunan-Mu dan memohon pertolongan-Mu. Dari Engkau kami datang dan hanya kepada-Mu kami akan dikembalikan. Aamiin...

#JalanCintaMMS
Muhammad Mas'ud Silalahi

APLBS Ingatkan Kepada Kepala Desa Untuk Hati-hati dalam Mengurus Anggaran BLT Dana Desa

By On May 08, 2020

(Gumriadi Tambunan/Ketua APLBS)
Labuhanbatuselatan.Haranews.com|•LABUSEL, Aliansi Pemuda Labuhan Batu Selatan (APLBS) mengingatkan para Kepala Desa (Kades) agar lebih berhati-hati dalam penyaluran dana yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Gumriadi Tambunan,  Ketua Umum APLBS mengatakan kepada wartawan bahwa nominal anggaran yang disiapkan pemerintah bagi warga terdampak Covid-19 cukup besar. “Program ini harus diawasi dan dipantau,” tegasnya.

Menurutnya, program ini sangat baik untuk membantu masyarakat dalam menghadapi situasi sekarang, maka perlu dilakukan pengawasan terhadap pendataan dan pendistribusian hingga penerimaannya.

Untuk diketahui, sumbangannya, Maksimal 30 persen dari Rp1,2 Milliar total dana desa tahun 2020 atau sebesar Rp360 juta, dan jika dana desa Rp.800 juta di potong 25% maka Rp.200 juta dan jika Dana Desa lebih dari 1,2 meliar maka dipotong  35 persen yang akan digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan ini diberikan kepada warga Sebesar Rp 600.000.

Sasaran penerima BLT Dana desa adalah keluarga miskin non PKH (Program Keluarga Harapan) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kehilangan mata pencaharian, belum terdata (Exclusion error), dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis.

Gumriadi Tambunan berharap Pemerintahan Desa harus jeli dalam mendata dan mengkategorikan masyarakatnya perihal yang berhak mendapat bantuan. “Kades dan Kepala Dusun tentunya lebih mengetahui masyarakatnya yang berhak menerima, jangan sampai tumpang-tindih,” ungkapnya.

Selain itu Gumriadi juga mengingatkan para pihak yang berwenang khususnya Kades dapat menjalankan program ini dengan transparan dan berkeadilan.

Dikatakan,  dalam Permendes Nomor 6 Tahun 2020, BLT Dana Desa adalah bantuan untuk penduduk miskin yang bersumber dari Dana Desa. Pelaksanaan BLT Dana Desa menjadi tanggung jawab setiap Kades.

“Kades harus berhati-hati  jangan sampai ada berita tentang penangkapan Kades terkait korupsi BLT Dana Desa,” ujarnya.

(Red:Tim)

Proyek Jalan 3 Miliar di Sigadung Laut Diduga di Korupsi,Bobby Harahap : Itu Kampung Halaman Saya

By On May 05, 2020

(Bobby Harahap)
Haranews.com|•Berdasarkan petunjuk teknis pembangunan jalan Kementrian PUPR Republik Indonesia

Pekerjaan pembangunan jalan meliputi pembuatan/pembukaan jalan baru sesuai dengan kebutuhan lalu lintas yang diperkirakan dan mengacu pada standar teknis jalan dengan umur rencana minimal 10 tahun. Pekerjaan pembangunan ini tidak menyangkut pembebasan/ permasalahan lahan dan/atau yang melintasi hutan lindung.

Proyek pembagunan jalan di Dusun Sigadung Laut Desa Ujung Gading Kecamatan Sungai Kanan Labuhan Batu Selatan Diduga dikorupsi. Proyek pembangunan jalan tersebut memakan anggaran sebesar 3 Milliar Rupiah yang bersumber dari APBD Labusel Tahun 2019. Saya menilai proyek pembangunan jalan tersebut sangat tidak sesuai dari biaya yang dianggarkan ,ditinjau dari Fisik bangunan,volume bangunan,tanah timbun,lebar jalan serta ketebalan. berdasarkan temuan kami dilapangan proyek pembangunan jalan didusun sigadung laut tersebut tidak maksimal dan tidak rampung 100% ,ketebalan  yang tidak sesuai prosedur pembangunan jalan. Ujar Bobby Harahap yang jugak Aktivis Sumut itu.
Dihadapan Media Bobby Harahap Menyampaikan, saya menduga proyek pembangunan jalan itu dikorupsi. Saya sebagai putra daerah,putra asli kelahiran dusun sigadung laut tidak terima dan sangat mengecam tindakan tersebut, jalan yang seharusnya menjadi fasilitas kampung kami yang diperuntukkan untuk masyarakat dikorupsi oleh sekelompok orang untuk kepentingan pribadi. Kami akan bergerak,mengusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya. Korupsi adalah kejahatan Nasional yang harus kita berantas bersama-sama,tidak akan saya biarkan Koruptor hidup bahagia di tanah kelahiran saya,kampung halaman ditempat saya dilahirkan dan dibesarkan. "Ucap Bobby Harahap"

Saya meminta kesemua pihak, KPK,Polda Sumut,Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar mengungkap kasus ini sampai terang benderang. Tangkap Kadis PUPR Labusel apabila terbukti melakukan tindak Pidana Korupsi. agar rakyat tidak dibodoh-bodohi oleh oknum pejabat di pemerintahan daerah Kabupaten Labuhan Batu Selatan.
Saya juga meminta kepada Bupati Labuhan Batu Selatan H. Wildan Aswan Tanjung agar mencopot kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Labuhan Batu Selatan apabila terbukti melakukan Tindak Pidana Korupsi.

Terakhir,saya berharap kepada masyarakat Labusel agar selalu menjadi mitra kritis Pemerintah,mengawal pembangunan-pembangunan di daerah agar pemimpin-pemimpin kita tidak melakukan Tindak Pidana Korupsi yang sangat merugikan kita. "Pungkas Bobby Harahap"

(Red:Tim)

Menulislah.. Jika Ingin Mengubah Dunia..

By On May 05, 2020

(Januari Riki Efendi, S.Sos)
Haranews.com|•Banyak orang yang tidak percaya bahwa dengan menulis, seseorang bisa mengubah dunia. Banyak juga orang yang berpikiran bahwa, menulis adalah cara yang lamban untuk mengubah dunia. Banyak orang lebih senang melakukan gebrakan-gebrakan langsung tanpa karya. Tentu saja ini tidak salah. Tapi.. Sampai berapa lamakah seseorang itu bisa dikenang ketika tak ada karya?

Jika dikatakan bahwa menulis bukan cara efektif untuk mengubah dunia, ini adalag kalimat yang sangat fatal kesalahannya. Dunia ini terbentuk karena adanya "pena", begitulah kata Tuhan dalam kitab Alquran. Bahkan Tuhan memberi nama satu Surah dengan nama Al-Qalam yang artinya _Pena_ . Pena adalah lambang kehidupan, buku adalah lambang dunia. Begitulah kira-kira jika kita menilik arti dan maknanya.

Menulis adalah sesuatu yang sangat sakral bagi kehidupan dunia. Berapa banyak teori dan pikiran akademik yang harus dituliskan hingga menjadi karya dan menjadi rujukan dalam kehidupan dunia. Jika masih kita katakan menulis adalah cara yang lamban untuk mengubah dunia. Mari kita berkaca dari sejarah tokoh-tokoh dunia.

Semua tokoh dunia yang berhasil mengubah dunia, mereka selain orator, agamawan, atapun politikus, meraka juga penulis ulung. Lihatlah karya Adam Smith, _The Wealth of Nations_ yang telah mengubah dunia dengan kapitalisme nya. Lihatlah karya Das Kapital yang telah menjadi "kitab" utama kaum Komunis.
Dua pemikiran tersebut telah berhasil mengubah wajah dunia. Dalam dunia sosialisme, dunia juga punya _Mein Kampf_ nya Adolf Hitler.

Lalu bagaimana Freud mengubah wajah psikologi dunia dengan psikoanalisisnya. Darwin dengan tulisan-tulisannya tentang teori Evolusi.

Dalam dunia Islam, kita mengenal Al-Ghazali dengan karya Ihya Ulumuddin, Tahafut Al-Falasifahnya, juga Ibnu Sina dengan karya Qanun Fii at Thibnya, yang beberapa abad bahkan hingga sekarang menjadi rujukan kedokteran dunia. Lalu Ibnu Rusyd atau Averroes yang berhasil mengubah Dunia Eropa hingga tercetusnya renaissance di Eropa.

Masih banyak lagi tokoh-tokoh yang mampu mengubah dunia dengan tulisan. Di Indonesia ada Bung Karno, Hatta, Buya Hamka, Tan Malaka, Pramodya Ananta Toer, Soe Hok Gie, Nurcholis Madjid, Gus Dur dan lainnya. Semua karya mereka mampu mengubah masyarakat Indonesia, baik dalam bidang sosial, budaya, politik serta agama. Lalu masihkah kita mengatakan, menulis adalah cara terlamban untuk mengubah dunia?

Lalu, bagaimana dengan dunia milenial saat ini? Masih menulis sebagai cara relevan untuk mengubah dunia. Tentu masih sangat relevan. Tidak ada cara lain untuk mengabarkan kepada dunia tentang pikiran kita kecuali dengan menulis. Milenial saat ini terlalu terkooptasi dengan hanya mau menulis sesuatu di media sosial. Padahal media sosial akan dilupakan, pengaruhnya tidak bisa bertahan lama. Bahkan hanya hitungan jam. Milenial saat ini menyukai cara instan, tidak suka menuliskan apapun yang ada di dalam kepalanya untuk dijadikan sebuah karya. Apakah itu sekedar menulis artikel di media beria online atau di media koran.

Jika ingin dikenang, maka tinggalkanlah karya. Karya yang akan berbicara di masa depan, siapa jati diri kita. Bukankah Buya Hamka sudah meninggal puluhan tahun lalu? Tapi namanya masih kita sebut-sebut. Bukankah Tan Malaka juga sudah mati? Tapi semangat pergerakannya masih hidup hingga saat ini. Ini semua karena _legacy_ karya tulisan yang ditinggalkan beliau mampu membekas ditengah-tengah masyarakat.

Maka kaum milenial saat ini harusnya sadar, menulis menjadi penting karena hanya dengan itu jejak hidup nya akab dikenang. Menulis adalah satu-satunya cara untuk meninggalkan amalan jariyah untuk masyarakat.

Jika sulit untuk mengikuti metode menulis yang baik, maka tulis sajalah  apapun yang ada didalam pikiran. Tuangkan dalam "wadah" baik di catatan Handphone atau dikertas. Lalu kumpulkan. Ntah suatu hari nanti itu akan menjadi kumpulan tulisan yang bisa menjadi sebuah buku. Atau cobalah menulis artikel-artikel lalu kirimkan ke media berita online atau offline. Itu seminimal usaha dalam memulai menulis.

Jika memang sudah sangat mahir dalam menulis, maka jangan pernah berhenti. Karena itu sebuah modal utama untuk membuat sebuah karya, bahkan Buya Hamka membuat Tafsir Al-Azhar nya di dalam Penjara. Bagaimana kita yang tak di dalam penjara, yang sudah memiliki kemudahan seperti gadget ini? Apakah masih tak membuat kita untuk mau menulis?

Maka mari mulai menulis untuk berusaha mengubah dunia. Untuk mengubah suatu tatanan yang "mungkin" tidak baik bisa menjadi baik. Tetapi yang paling utama dalam menulis adalah "istiqomah", jika memiliki bakat tetapi tak istiqomah, maka tidak akan maksimal hasilnya.
Maka mulailah menulis, karena kita tidak tahu, bagian kalimat mana dari tulisan kita yang mampu menginspirasi orang lain, dan kita juga tidak tahu, bagian dunia mana yang telah kita ubah. Salam

By : Januari Riki Efendi, S.Sos
Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana jurusan Pemikiran Politik Islam UINSU dan Pegiat Literasi.

PTKP PB HMI(Akmal Fahmi):Pemilihan Irjen Rycko Amelza Dahniel Menjadi Kabaintelkam Sangat Tepat

By On May 05, 2020

(KABID PTKP PB HMI/AKMAL FAHMI)
Haranews.com|•PB HMI, pemilihan Irjen Rycko Amelza Dahniel menjadi kabaintelkam dinilai tepat.
ketua bidang Perguruan tinggi kemahasiswaan dan pemuda (PTKP PB HMI) akmal fahmi memberikan ucapan selamat kepada komjen  Pol Rycko Amelza Dahniel yang diangkat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) mabes polri.(05/05/20)

“Saya mengucapkan selamat bertugas kepada bapak rycko atas jabatan barunya sebagai kabaintelkam mabes polri, semoga mampu menjaga amanah dan integritas polri, bapak rycko amelza selaku mantan kapolda jawa tengah merupakan alumni terbaik peraih Adhi Makayasa” ujar akmal

Akmal menilai penunjukan jendral Rycko Amelza Dahniel  menjadi kabaintelkam sebagai langkah yang tepat, "Ya ini langkah yang tepat memilih seorang jendral yang mempunyai kedekatan dengan umat di tengah situasi seperti ini " pungkasnya

Akmal menambahkan Sebelum menjabat Kapolda Jateng, Rycko Amelza Dahniel menduduki kursi Gubernur Akpol, Kapolda Sumatera Utara, Kepala STIK Lemdikpol, Kapolda Jawa Barat, serta pernah menjabat Kapolres Jakarta Utara, beliau adalah sosok yang dekat dengn umat dan penuh prestasi.

(Red:Tim)

Irjen Rycko Amelza Dahniel Menjadi Kabaintelkam, MAPEL(Masyarakat Peduli Lingkungan) Menilai Sangat Tepat

By On May 05, 2020


Haranews.com•|MAPEL (Mahasiswa Peduli Lingkungan) menilai pemilihan Irjen Rycko Amelza Dahniel menjadi kabaintelkam sangat tepat.

Jakarta-ketua umum Mahasiswa Peduli Lingkungan (MAPEL) Muhammad Yusuf Sinaga memberikan ucapan selamat kepada komjen  Pol Rycko Amelza Dahniel yang diangkat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) mabes polri.(05/05/20)

“Saya mengucapkan selamat bertugas kepada bapak rycko atas jabatan barunya sebagai kabaintelkam mabes polri, semoga mampu menjaga amanah dan integritas polri, bapak rycko amelza selaku mantan kapolda jawa tengah merupakan alumni terbaik peraih Adhi Makayasa” ujar yusuf.

Yusuf menilai penunjukan jendral Rycko Amelza Dahniel  menjadi kabaintelkam sebagai langkah yang tepat, "Ya ini langkah yang tepat memilih seorang jendral yang mempunyai kedekatan dengan umat di tengah situasi seperti ini " pungkasnya

Yusuf menambahkan Sebelum menjabat Kapolda Jateng, Rycko Amelza Dahniel menduduki kursi Gubernur Akpol, Kapolda Sumatera Utara, Kepala STIK Lemdikpol, Kapolda Jawa Barat, serta pernah menjabat Kapolres Jakarta Utara, beliau adalah sosok yang dekat dengn umat dan penuh prestasi.

Saya berdoa dengan jabatan baru yang di berikan semoga dapat di laksanakan dengan Amanah dan bertanggung jawab, ujarnya".

(Red:Tim)

Corona Bak Hantu dan Guru

By On May 04, 2020


Haranews.com|•Semenjak Corona hadir di Indonesia tatanan kehidupan manusia berubah drastis. Orang tidak bisa lagi bersantai-santai di mall, nonton bioskop bersama keluarga, bersantai dipantai, duduk di warung kopi sambil berdiskusi, menikmati malam di tanah lapang sambil berjalan dan berelaksasi, bahkan beribadah pun harus di batasi.

Semenjak kedatangan Covid-19 kehidupan manusia banyak yang di rugikan, mulai dari sektor pendidikan yang menerapkan harus belajar dan mengajar di rumah sampai penghapusan Ujian Nasional (UN) tahun 2020. Keputusan tersebut diambil setelah Mendikbud Nadiem Makarim mengadakan rapat dengan Komisi X DPR RI secara online pada Selasa, 24/3/2020 di Jakarta. (lih. liputan6.com, 24/3/2020). Keputusan menghapus UN 2020 tiada lain adalah demi menyelamatkan siswa-siswi dan para guru dari pandemi virus corona.

Selain itu virus corona telah menyebabkan anomali hebat terjadi dalam kehidupan manusia di abad ke-21 ini. Dari sektor ekonomi, Dana Moneter Internasional atau IMF (International Monetary Fund) menyebut bahwa pandemi corona menyebabkan ekonomi global semakin terpuruk.

Virus corona membuat manusia sama sekali tidak berdaya. Manusia yang menganggap dirinya hebat kini hanya dapat mengurung diri di rumah guna terhindar dari corona. Virus corona  telah merubah dan menghancurkan, serta memperlihatkan bahwa sesungguhnya manusia sangatlah lemah.

Kemunculan virus corona bak hantu yang di takuti manusia, hantu di identikan dengan sesuatu yang seram dan menakutkan, Sebagai hantu, virus corona telah menimbulkan kecemasan, kepanikan, kekhawatiran, dan bahkan ketakutan yang amat berlebihan.

Terlepas dari virus corona bak hantu yang menakutkan, yang jangan sampai di lewatkan adalah virus corona juga bak guru yang menyejukkan.

Setiap peristiwa adalah guru yang memberikan hikmah, corona adalah guru yang mengajarkan kehidupan manusia yang mengajari manusia bagaimana mestinya berempati terhadap sesama manusia, pentingnya membangun persaudaraan dan persatuan, pentingnya berbagi sesama antar manusia, pentingnya meluangkan waktu untuk keluarga dengan tinggal di rumah, dan pentingnya melihat langsung proses pertumbuhan dan cara belajar anak, bahkan virus corona mengajarkan kita pentingnya bagaimana menjaga kebersihan dengan baik.

Sebetulnya tidak etis untuk berterima kasih kepada virus corona. Sebab, secara in se manusia memiliki akal budi untuk berucap dan berbuat yang baik dan benar. Tetapi di sini, ada satu hal yang harus dimiliki oleh manusia, yakni kesadaran penuh.

Oleh karna itu kesadaran diri sangatlah penting, Haruskah manusia ditakut-takuti terlebih dulu baru berubah menjadi baik?. Haruskah manusia belajar dari virus corona agar memahami pentingnya membangun persaudaraan, menjaga kesehatan, atau bahkan masih diajari mencuci tangan?.

Penulis yakin Di saat hampir semua negara menutup diri, ada hal yang fundamental yang secara sadar dilakukan, yaitu solidaritas dan kerjasama secara global. Tindakan tersebut sebelumnya pasti kita bayangkan akan sulit dilakukan. Persaingan hingga perseteruan antar negara membentuk imajinasi tersebut. Namun, saat ini semua itu justru dilakukan dan benar-benar menjadi jalan keluar dari pandemi ini.

Penulis Muhammad Aulia Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Innalillahi, Penyanyi Asal Solo Didi Kempot Meninggal Dunia

By On May 04, 2020

(Foto:Google)
Haranews.com|•Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia di Solo, Selasa (5/5/2020).
Didi Kempot diketahui meninggal dunia pada pukul 07.30 WIB.

Hal ini disampaikan Lili, saudara dekat Didi Kempot, "Tadi malam di Rumah Sakit Kasih Ibu di Solo,Selasa.

Kepergian Didi Kempot sangat mengejutkan. Menurut Lili, Didi Kempot masih beraktivitas seperti biasa sebelumnya.
Dionisius Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Didi Kempot merupakan penyanyi campur sari asal Solo, Jawa Tengah.

Ia sebelumnya kerap dijuluki para penggemarnya dengan nama Bapak Loro Ati Nasional, Bapak Patah Hati Indonesia, Lord Didi, dan yang terbaru disebut-sebut sebagai Godfather of Brokenheart.
Didi Kempot adalah anak dari pelawak terkenal, mendiang Ranto Edi Gude atau lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto.

Ia juga adik dari salah satu pelawak senior Srimulat, mendiang Mamik Pondang.
Siapa sangka, di balik ketenarannya saat ini, pelantun lagu "Stasiun Balapan" yang dirilis pada 1999 itu dulunya adalah seorang pengamen.

Ia mengawali langkahnya di dunia musik sebagai musisi jalanan sejak 1984 hingga 1989.
Sejak saat itu, Didi telah menciptakan beberapa lagu hingga akhirnya ia bertekad untuk hijrah ke Jakarta dan berharap lagunya dilirik oleh produser.

Lagu-lagu karya Didi Kempot kebanyakan berkisah tentang kesedihan, cinta, dan patah hati.
Hal ini membuat orang-orang yang mendengarkan lagunya juga ikut tersayat hatinya.

Pada 2019, lagu Didi yang berjudul "Pamer Bojo" dan telah dirilis sejak 2016 kembali melejit di dunia musik Tanah Air.
Penggemar musik campur sari Didi Kempot yang kerap disebut dengan Sobat Ambyar kini semakin menyebar.

Tidak hanya terdiri dari kalangan dewasa, tetapi kaum muda saat ini juga menjadi penggemar lagu-lagu dari pria kelahiran 31 Desember 1966 tersebut

(Sumber : Kompas.com)

Team Khusus Anti Bandit Polsek Perbaungan Amankan Penadah Pencurian

By On May 04, 2020


Serdang.Bedagai.Haranews.com|•Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Perbaungan akhirnya menangkap Eddy Yanto alias Eed (50) warga Dusun III Desa Karang Anyar, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai terduga sebagai penadah kasus pencurian.

Pelaku  Eed ditangkap dalam kasus pertolongan jahat barang hasil pencurian 1 (satu) unit porsenelling/transmisi mobil fuso M8 dan 2 (dua) buah tabung angin dengan harga 6 juta dari tersangka Sugianto alias Keling (40) warga Dusun I, Desa Lidah Tanah,Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Dimana tersangka Sugianto alias Keling yang sudah terlebih dahulu ditangkap Tekab Polsek Perbaungan pada tanggal 18 April 2020. Namun tersangka Reza alias Eza teman tersangka Sugianto alias Keling belum berhasil ditangkap (masih DPO).

Hasil pengakuan tersangka Sugianto alias Keling, akhirnya pelaku Eddy Yanto alias Eed berhasil ditangkap pada hari Sabtu tanggal 2 Mei 2020 sekira pukuk 18.30 WIB tepatnya di Dusun II Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Hal ini disampaikan Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum didampingi Kapolsek Perbaungan AKP Jhonson M Situmpol dalam keterangan kepada awak media, Senin(4/5/2020).

Kapolres menjelaskan, penangkapan tersangka Sugianto alias Keling bersama Reza alias Eza (DPO) karena telah melakukan 1 (satu) unit porsenelling/transmisi mobil fuso M8 dan 2 (dua) buah tabung angin milik korban Tuman Marpaung (55) warga Dusun I Desa Deli Muda Hilir, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Dimana kejadian tersebut diketahui pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019 pukul 15.00WIB, tepatnya di Dusun 2 Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Sergai. Atas kejadian tersebut korban membuat laporan ke Polsek Perbaungan sesuai Laporan Polisi Nomor : LP / 94 / III / 2020, tanggal 28 Maret 2020.

Setelah di lakukan serangkaian penyidikan terhadap tersangka Sugianto alias Keling maka terhadap tersangka Eddy Yanto alias Eed dapat di simpulkan telah melakukan tindak pidana pertolongan jahat  terhadap 1 (satu) unit porsenelling/transmisi mobil fuso dan 2 (dua) buah tabung angin.

Selanjutnya mendapat informasi tersangka berada di Dusun II Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan,Kabupaten Sergai.
Kemudian Tekab Polsek Perbaungan mengamankan tersangka dan kemudian dilakukan penggeledahan di rumah tersangka ditemukan dari dalam rumah tersangka barang bukti seperti tersebut diatas"ujar AKBP Robin Simatupang

Dari hasil interogasi tersangka mengaku bahwa barang tersebut di beli dari tersangka Sugianto alias Keling dan reza alias Eza (DPO) dengan harga Rp 6.000.000,_ (enam juta rupiah).

Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, kemudian tersangka di amankan ke Mako Polsek Perbaungan untuk proses hukum lebih lanjut dan dikenakan Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara "tegas Kapolres Sergai.(JOB)

Contact Form

Name

Email *

Message *