HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Corona Bak Hantu dan Guru


Haranews.com|•Semenjak Corona hadir di Indonesia tatanan kehidupan manusia berubah drastis. Orang tidak bisa lagi bersantai-santai di mall, nonton bioskop bersama keluarga, bersantai dipantai, duduk di warung kopi sambil berdiskusi, menikmati malam di tanah lapang sambil berjalan dan berelaksasi, bahkan beribadah pun harus di batasi.

Semenjak kedatangan Covid-19 kehidupan manusia banyak yang di rugikan, mulai dari sektor pendidikan yang menerapkan harus belajar dan mengajar di rumah sampai penghapusan Ujian Nasional (UN) tahun 2020. Keputusan tersebut diambil setelah Mendikbud Nadiem Makarim mengadakan rapat dengan Komisi X DPR RI secara online pada Selasa, 24/3/2020 di Jakarta. (lih. liputan6.com, 24/3/2020). Keputusan menghapus UN 2020 tiada lain adalah demi menyelamatkan siswa-siswi dan para guru dari pandemi virus corona.

Selain itu virus corona telah menyebabkan anomali hebat terjadi dalam kehidupan manusia di abad ke-21 ini. Dari sektor ekonomi, Dana Moneter Internasional atau IMF (International Monetary Fund) menyebut bahwa pandemi corona menyebabkan ekonomi global semakin terpuruk.

Virus corona membuat manusia sama sekali tidak berdaya. Manusia yang menganggap dirinya hebat kini hanya dapat mengurung diri di rumah guna terhindar dari corona. Virus corona  telah merubah dan menghancurkan, serta memperlihatkan bahwa sesungguhnya manusia sangatlah lemah.

Kemunculan virus corona bak hantu yang di takuti manusia, hantu di identikan dengan sesuatu yang seram dan menakutkan, Sebagai hantu, virus corona telah menimbulkan kecemasan, kepanikan, kekhawatiran, dan bahkan ketakutan yang amat berlebihan.

Terlepas dari virus corona bak hantu yang menakutkan, yang jangan sampai di lewatkan adalah virus corona juga bak guru yang menyejukkan.

Setiap peristiwa adalah guru yang memberikan hikmah, corona adalah guru yang mengajarkan kehidupan manusia yang mengajari manusia bagaimana mestinya berempati terhadap sesama manusia, pentingnya membangun persaudaraan dan persatuan, pentingnya berbagi sesama antar manusia, pentingnya meluangkan waktu untuk keluarga dengan tinggal di rumah, dan pentingnya melihat langsung proses pertumbuhan dan cara belajar anak, bahkan virus corona mengajarkan kita pentingnya bagaimana menjaga kebersihan dengan baik.

Sebetulnya tidak etis untuk berterima kasih kepada virus corona. Sebab, secara in se manusia memiliki akal budi untuk berucap dan berbuat yang baik dan benar. Tetapi di sini, ada satu hal yang harus dimiliki oleh manusia, yakni kesadaran penuh.

Oleh karna itu kesadaran diri sangatlah penting, Haruskah manusia ditakut-takuti terlebih dulu baru berubah menjadi baik?. Haruskah manusia belajar dari virus corona agar memahami pentingnya membangun persaudaraan, menjaga kesehatan, atau bahkan masih diajari mencuci tangan?.

Penulis yakin Di saat hampir semua negara menutup diri, ada hal yang fundamental yang secara sadar dilakukan, yaitu solidaritas dan kerjasama secara global. Tindakan tersebut sebelumnya pasti kita bayangkan akan sulit dilakukan. Persaingan hingga perseteruan antar negara membentuk imajinasi tersebut. Namun, saat ini semua itu justru dilakukan dan benar-benar menjadi jalan keluar dari pandemi ini.

Penulis Muhammad Aulia Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *