HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Fatwa-Fatwa Milenial

(Muhammad Mas'ud Silalahi)
Haranews.com|•"Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar Dan Haus, Tapi Juga Melatih Jiwa Untuk Membatasi Keinginan Hawa Nafsu Keduniaan"

Saya mengambil hikmah dari puasa tahun 2020 ini, dimana puasa kali ini saat masa pandemi - wabah penyakit menular (c-19) alam semesta memberi saya pengajaran berharganya untuk tidak hanya menahan lapar dan haus dahaga, disamping menjaga pantang-pantang pada umumnya apakah itu pandangan mata, pendengaran telinga dan pembicaraan yang sia-sia.

Bagi nalar alam yang saya tangkap melalui nalar berfikir saya, saya merasakan betul ada sinyal-sinyal yang saya tangkap sedikit tentang pelatihan jiwa untuk membatasi keinginan-keinginan hawa nafsu keduniaan.

Misal seperti nafsu keinginan untuk bertemu sahabat, keluarga - sanak family untuk buka puasa bersama, berbelanja pakaian untuk persiapan lebaran, gaya hidup yang berlebihan dan seterusnya.

Dimasa-masa pandemi saat ini, meskipun tabungan kita cukup atau lebih untuk membeli mobil, rumah mewah, smartphone mewah dan seterusnya namun semua nafsu keinginan itu dapat dikendalikan agar menahan diri untuk tidak membelinya. Bahkan tidak sedikit orang saya perhatikan bahwa para konglomerat, kaum derma yang memiliki banyak harta justru mengalihkan hartanya untuk menolong saudaranya yang kesulitan, mereka membelanjakan hartanya dijalan Allah swt dalam bentuk sumbangan-sumbangan, mereka membelanjakannya tidak untuk menambah gaya hidup kemewahan, walaupun sejatinya itu bisa mereka lakukan.

Beranjak dari itu pula saya mendapatkan banyak pelajaran berharga, hikmah yang besar. Saya terus mengucapkan jutaan rasa syukur kepada Allah swt (Tuhan Semesta Alam) atas semua pengajaran yang telah diberikannya kepada saya melalui alam semesta dan orang-oang disekitar, sehingga dari adanya pengajaran itu semakin menguatkan jiwa saya dalam menapaki jalan cinta yang penuh dengan kelembutan dan kebahagiaan ini.

Saya tadinya berfikir untuk dapat menaklukkan dunia dari meningkatkan kualitas hidup dengan harapan dapat membeli apa saja yang hendak saya inginkan, apakah itu membeli rumah mewah, mobil mewah, membangun perusahaan raksasa, membangun perkebunan dan memiliki usaha-usaha yang menghasilkan keuntungan-keuntungan keduniaan.

Namun entah mengapa, selama saya renungkan kembali beberapa hari ini justru hasrat itu memudar perlahan den terlihat pandangan-pandangan lain yang mana Rasulullah saw telah mengajarkan umatnya untuk menjalani hidup dengan sederhana, menjaga gaya hidup, gaya berpenampilan, gaya bertutur, sikap dan prilaku yang sederhana.

Hidup dengan tidak dikendalikan hawa nafsu untuk menaklukkan dunia dan menjadikan dunia sebagai tujuan hidup melainkan ada tujuan lain yang fokuskan untuk keberlangsungan kehidupan setelah kematian.

Dari pengamalan gaya hidup Rasul saw ini membawa nalar berfikir saya memandang bahwa hidup dalam bermewah-mewahan (mengikuti gaya hidup) malah membuat manusia menjadi sengsara, menjadi repot menjaganya didunia dan mempertanggungjawabkannya setelah kematian tiba.

Ya, ada rasa kekhawatiran juga dan ada rasa malu terhadap Baginda saw dihadapan Allah swt disaat nanti ada pertanyaan-pertanyaan pada saat dialam kubur serta hari perhitungan kelak.

Dari itu semua saya mengambil kesimpulan bahwa puasa ini mengajarkan saya untuk menahan jiwa dari nafsu birahi politik kekuasaan, nafsu birahi kepemilihan harta - benda, nafsu birahi menganggap diri orang alim, nafsu birahi menganggap diri kuat, hebat dan memiliki ada kepunyaan - kepemilikan.

Semoga selawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Rasul saw, keluarga dan para sahabat dalam sepanjang tarikan serta hembusan nafas-nafas kehidupan.

Yaa rabb, ampuni dosa kami, doa kedua orangtua kami, keluarga kami, sahabat kami dan seluruh dosa kaum muslimin - muslimat di seluruh dunia. Anugerahkan kami umur yang Engkau berkahi dan Engaku ridhoi. Tuntun langkah kami dijalan-Mu, jauhkan kami dari petaka dunia, petaka kubur dan petaka dihari perhitungan. Berilah pada kami rahmat yang besar, hidayah yang terus menerus, ilham yang datangnya dari sisi-Mu. Hanya kepada-Mu saja kami menadahkan tangan, mengucurkan air mata, bermunajat memohon ampunan-Mu dan memohon pertolongan-Mu. Dari Engkau kami datang dan hanya kepada-Mu kami akan dikembalikan. Aamiin...

#JalanCintaMMS
Muhammad Mas'ud Silalahi

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *