HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

HARI PENDIDIKAN NASIONAL DI TENGAH PANDEMI


Haranews.com|•Setiap tanggal 01 Mei dunia merayakan Hari Buru Internasional, berselang satu hari setelahnya tepat tanggal 02 Mei rakyat Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara seorang tokoh pelopor pendidikan di Indonesia baik dalam pemikiran maupun praktisi.

Jika berbicara Ki Hadjar Dewantara pasti tidak terlepas dari semboyan-semboyan yang di perkenalkanya guna mewujudkan anak didik yang memiliki kemampuan intelektual dan apik dalam bersosial. Semboyan itu sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia karna pada saat duduk di bangku Sekolah Dasar kita sudah di perkenalkan bahkan ada yang menganjurkan untuk di hafal, begini bunyinya :

Pertama, Ing Ngarsa Sung Tuladha artinya seorang pendidik harus selalu berada di depan. Pendidik adalah pemimpin yang memberikan teladan baik melalui pikiran, perkataan maupun perbuatannya sehingga layak diteladani oleh para peserta didiknya. Sebuah peribahasa Latin berbunyi "kata-kata dapat menggerakkan orang, tetapi teladan lebih menarik hati".

Kedua, Ing Madya Mangun Karsa, artinya seorang pendidik selalu berada di tengah-tengah para peserta didiknya dan terus-menerus memotivasi peserta didiknya untuk mengembangkan potensi-potensi dalam diri secara terintegratif. Semboyan ini mengajak para pendidik untuk melakukan “blusukan” ke ranah para peserta didik, mengalami apa yang dirasakan oleh mereka, dan memotivasi mereka untuk terus berjuang ke arah yang lebih baik.

Ketiga, Tut Wuri Handayani, artinya seorang pendidik selalu mendukung para peserta didiknya untuk berkarya ke arah yang baik bagi hidup masyarakat. Pendidik mengikuti para peserta didiknya dari belakang, memperhatikan secara seksama kelebihan dan kekurangan dalam diri mereka dan memberi teguran ketika mereka melakukan tindakan-tindakan indisipliner yang bisa membahayakan dirinya sendiri dan sesama di sekitarnya.

Namun yang menjadi pertanyaan kritis saya Apakah konsep dan semboyan pendidikan yang pernah diperkenalkan oleh Dewantara akan tetap relevan di tengah kepungan pandemi saat ini ??

Meskipun tetap di rumah saja, peserta didik tetap harus belajar dan mengerjakan tugas walaupun tidak bertatap muka secara langsung. Jika semboyang Dewantara Ing ngarsa sung tuladha ing madya mangun karsa tut wuri handayani di buat dalam bentuk skema artinya peran seorang pendidik harus berada di depan, tengah dan belakang peserta didik.

Maka dengan itu di era revolusi 4.0 kita harus memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada, jika pandemi datang di era 80-90an mungkin peserta didik dan pendidik tidak bisa saling bertatap muka dari kejauhan, tetapi di era ini meski tidak dapat bertatap muka langsung atau bersentuhan fisik tetapi kita bisa bertatap muka walau jarak jauh, dengan menggunakan beberapa teknologi seperti zoom, google clasroom, whatsapp dll.

Dari sinilah para pendidik dapat memberikan motivasi, merangkul dan mentransformasi ilmu memalui jarak juah meskipun kurang efetif. Setidaknya konsep dan semboyan yang di suarakan oleh Ki Hadjar Dewantara dapat di coba dan di aplikasikan guna merevitalisasikan dan mewujudkan cita-cita yang di inginkanya.


Penulis Muhammad Aulia Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *