HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

MENGUKUR KEKUATAN TEKNOLOGI DI ERA PANDEMI

(Ket Foto:Google)
Haranews.com|•Saat ini kita berada di zaman Revolusi Industri 4.0 yang menerapkan konsep automatisasi yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya.
Racun teknologi menyebar secepat kilat, sehingga menyebabkan  ketergantungan yang kian melekat di tengah-tengah masyarakat. Ketergantungan manusia kepada industri digital, sama halnya seorang sufi membutuhkan Tuhan, dan apa benar teknologi menjadi deus ex machina (tuhan berasal dari mesin)?

Ketergantungan teknologi menjadikan manusia candu yang menjerumuskan sebagian ummat manusia dalam kebahagiaan yang bersifat semu. Jika dulu Karl Marx mengatakan "Agama adalah candu" sekarang penulis katakan "Teknologi telah membius penggunanya dan ketergantungan olehnya, dan Teknologi adalah candu bagi penikmatnya".

Mau tidak mau, setuju atau tidak setuju: manusia secara rohaniah, adalah sebagian dari alam. Ketika manusia bersentuhan dengan teknologi secara berlebihan, maka saat itu umat manusia, telah mengambil jarak dengan alam. Secara tidak sadar manusia telah memisahkan diri dari alam, saat kita bersetubuh dengan teknologi yakinlah itu bukan alam sesungguhnya.

Jean Jacques Rousseau ratusan tahun yang lalu dalam tulisanya mengatakan bahwa modernitas akan menghancurkan masyarakat, Rosseau mengungkapkan bahwa, umat manusia akan dipenjara oleh teknologi, dalam sebuah sistem yang tidak ada jalan keluarnya.

Jika skeptisisme Rousseau mengatakan bahwa manusia tidak akan sanggup keluar dari ketergantungan yang berlebih pada teknologi, maka Korona sanggup mematahkan argumen Rousseau tersebut: sebagaimana angin menjatuhkan daun muda sebelum sampai masa layunya.

Selama manusia terus bersetubuh dengan teknologi, maka yakinlah manusia pasti akan merindukan dunia nyatanya. Dan Keyakinan absolut manusia pada mesin, akan masuk ke babak-babak baru; yaitu ambruknya iman manusia pada modernitas.

Penulis Muhammad Aulia Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *