HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

KPI UIN Jakarta adakan Diskusi Literasi:Arah dan Nasib Buruh ditengah Pandemi Covid-19


Haranews.com|•Selasa, 05 Mei 2020, Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar diskusi literasi yang dilangsungkan secara Online. Mengangkat tema "Arah Juang dan Nasib Buruh Ditengah Pandemi COVID-19", yang diisi oleh Asfinawati, S.H (Ketua YBLHI Periode 2017-2021) dan Nining Elitos (Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) sebagai narasumber.
Pandemic virus corana begitu mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Tidak hanya dari segi industri para pekeerja pun banyak yang terpaksa kehilangan mata pencahariannya, akibat virus corona ini. Sejumlah problematika baru harus dihadapi oleh para buruh, wabah covid 19 ini berdampak langsung terhadap kesesejaterahan para buruh, tidak sedikit yang harus menelan fakta mengenai pemutusan hubungan kerja atau PHK.
Pada kesempatannya Asfinawati, mengatakan “Kami, kaum buruh adalah orang yang paling kuat bertahan…”. Selain itu Asfinawati menjelaskan mengenai keadaan kaum buruh sebelum adanya pandemic corono, “sebelum pandemic corona ini berlangsung hak-hak buruh belom terpenuhi, tidak ada penengah dari pemerintah, perlindungan yang minimal, dan belom dimaksimalkannya pengawasan’. “Pemerintah lebih melindungi orang-orang kuat bukan orang-orang lemah” sambung Nining Elitos.

Ditengah ekonomi dan krisis kesehatan saat ini, Pemerintah mengeluarkan Kartu Prakerja. Kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia agar bisa dijadikan bantuan untuk pekerja yang terkena PHK atau angkatan kerja yang baru. Kartu prakerja ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial yang terjadi saat ini. Namun hal tersebut tidak disambut baik oleh para buruh.

Nining Elitos mengatakan “Bagaimana dapat bertahan hidup? Bukan pelatih-pelatihan untuk saat ini. Orang butuh makan, kok ikut pelatihan....”. “Seharusnya pemertintah melakukan distribusi pangan dengan merata dan memanfaatkan kerjasama dengan serikat buruh". Adapun yang disampaikan oleh Asfinawati “Pemerintah seharusnya melakukan pendataan yang serius untuk mengetahui perusahaan yang dapat memberi upah buruh”.

Lemahnya penanganan  komunikasi membuat upaya perbaikan dan prestasi pemerintah tidak ditanggapi masyarakat, masyarakat cendrung skeptis terhadap politik karena harapan selalu kandas dan janji politisi tidak pernah diwujudkan, kita tahu nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung makna sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah ataupun batiniah mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan bersikap adil, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, suka memberi pertolongan pada orang kesejahtraan dapat dicapai.

“Bangsa ini butuh adanya diaolog” ujar Asfinawati. “Pemerintah perlu memperhatikan sop kesehatan demi keselatamatan buruh”. Sambung Nining Eltios. Selain itu Nining Elitos menjelaskan bagaimana cara buruh untuk bertahan saat pandemic ini berlangsung “buruh dapat bertahan dengan mengubah pola kehidupan, menjadi produsen dan tidak selalu ketergantungan akan kebijakan pemerintah.”

Sumber: HMJ Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *