HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Presiden Jokowi Ancam Reshuffle Kabinet yang tidak Serius Kerja ditengah Pandemi. Bobby Harahap: Langkah Strategis sangat dibutuhkan, Reshuffle Menteri adalah solusi Kongkrit

(Bobby Harahap)
Nasional•Haranews.com•Menurut bobby harahap ketika dimintai keterangan oleh awak media beliau menyampaikan Wacana Presiden Jokowi Untuk Reshuffle Kabinet yang tidak serius kerja ditengah pandemi Covid-19 itu merupakan langkah yang tepat. "Evaluasi itu penting dan masih banyak kerja-kerja yang harus diselesaikan,seperti meningkatkan sektor perekonomian yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19,kita harus saling mengingatkan dan saling menguatkan satu sama lain sebagai upaya membantu pemerintah dalam menyelesaikan problem-problem yang ada. Menurut saya peringatan keras itu penting untuk menunjang kinerja Kabinet yang dinilai Presiden masih lamban disektor kebijakan, disituasi saat ini seharusnya para Menteri dan Kepala Lembaga Negara setingkat menteri memberikan solusi-solusi terbaik untuk 267 Juta Jiwa Rakyat Indonesia ditengah kesulitan yang melanda Negara kita saat ini. Ujar Bobby Harahap yang juga Tokoh Muda Sumatera Utara itu.

Wacana perombakan kabinet atau reshuffle kembali menggema di tengah persiapan kenormalan baru atau new Normal.

Dalam rapat kabinet tertutup, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kejengkelan. Presiden mengungkapkan kembali rencana reshuffle ini saat memberi arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020) lalu.
(Presden Joko Widodo)
Dalam video unggahan Sekretariat Presiden, Jokowi menyampaikan situasi krisis yang dihadapi Indonesia dan sejumlah negara akibat pandemi virus corona (Covid-19).


Situasi tersebut harus dipahami oleh setiap menteri yang bekerja di bawahnya, sebab jika tidak presiden tidak segan untuk melakukan reshuffle.

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ, ini engga punya perasaan? Suasana ini krisis!," ujar Jokowi dalam keterangan resmi, Minggu (28/6/2020).

Memang Presiden Joko Widodo tidak menunjuk secara spesifik instansi atau institusi mana yang dia anggap tidak peduli dengan krisis akibat virus corona di Indonesia sehingga membuat dirinya jengkel dan mengancam reshuffle.

Berdasarkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) ekonomi dunia akan mengalami kontraksi 6% hingga 7,6%. Prediksi ekonomi yang terkoreksi juga disampaikan bank dunia hingga 5%.

Kondisi tersebut harus dipahami oleh pejabat negara. Jokowi bilang, pejabat negara memiliki tanggung jawab terhadap 267 juta penduduk Indonesia.

Oleh karena itu kerja pemerintah dalam masa pandemi harus mencerminkan kondisi luar biasa. Namun, sejumlah kebijakan dinilai lambat dalam menanggapi situasi yang ada saat ini.

Jokowi meminta tak ada hambatan dalam mengatasi pandemi beserta hambatannya. Termasuk hambatan regulasi dan kerja menterinya.

"Langkah apapun yang extra ordinary akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffe."

"Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi kalau memang diperlukan," terang Jokowi.

Jokowi menegaskan perlunya kecepatan dalam tindakan saat menangani pandemi Covid-19. Bahkan bila memerlukan payung hukum, Jokowi menjanjikan akan membuat secara cepat.

Disituasi yang saat ini indonesia akan memulai tatanan baru Indonesia Menuju New Normal rasa gotong royong,persatuan dan kesatuan mari kita tingkatkan,langkah-langkah strategis sangat penting untuk memutus mata rantai Penyebaran Covid-19 dan yang lebih pentingnya lagi memutus mata rantai kemiskinan ditengah pandemi Covid-19,kita pasti bisa keluar dari ancaman Covid-19. "Kita Kuat Indonesia Kuat menuju New Normal" Tutup Bobby Harahap.(Red:Tim)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *