HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Masyarakat Aek Batu Keluhkan Jalan Berlubang

By On July 29, 2020

Labuhan Batu Selatan|Haranews.com|•Sejumlah titik jalan di kabupaten Labuhan batu selatan masih dalam kondisi rusak dan berlubang. Salah satunya di simpang sumberjo Jalan Aek Batu, Desa Asam jawa, Kecamatan Torgamba, Jalan tersebut merupakan akses persimpangan yang banyak di lewati masyarakat.

 jalan yang rusak dan berlubang tersebut terlihat di beberapa bagian jalan. Lubang-lubang di jalan tersebut beberapa diantaranya ditutupi oleh tumpukkan batu padas, dan sebagian lagi tergenang air.

Kondisi tersebutpun dikeluhkan oleh warga sekitar yang sering melintasi jalan. Terlebih saat hujan tiba, mereka harus lebih berhati –hati ketika melintasi jalan, karena lubang tertutupi oleh genangan air hujan.

Suci Habibi Pulungan, Salah seorang warga di kawasan itu mengatakan, akibat adanya kerusakan di sejumlah ruas jalan, tidak jarang kemacetan terjadi, bahkan sering terjadi kecelakaan akibat jalan rusak yang tidak bersahabat.

"Jalan rusak dan berlubang tidak hanya membuat rusak kendaraan, tapi juga menyebabkan kemacetan, karena harus bergantian untuk melalui jalan rusak tersebut. Harus ada solusi dan keputusan bersama, untuk memelihara jalan tersebut. Agar masyarakat bisa aman, dan nyaman saat berkendara. Kondisi ini perlu diperhatikan,” ungkapnya.

Begitu juga menurut salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya, dia berharap ada upaya perbaikan dari pemerintah. Karena menurutnya, jika kondisi tersebut dibiarkan akan menimbulkan banyak kemudaratan.

“Saya berharap, kepada pemerintah agar secepatnya melakukan perbaikan. Sehingga meminimalisir pengguna jalan dari kecelakaan. Terlebih lagi, sudah hampir beberapa tahun jalan itu rusak, belum ada perbaikan, perbaikan pun hanya sebatas menimbun yg berlubang dengan batu dan tanah seadanya,” ujarnya.

 Habibi pun berharap, jalan rusak ataupun jalan yang belum diaspal, bisa segera dieksekusi dengan segera oleh pihak yang terkait,” Tutupnya.(Red:Syahrial)

Dalam Gugatan Menang,Hj Meilizar Latif Siap Menjadi Anggota DPRD Sumut

By On July 24, 2020

Medan.Haranews.com. Hj. Meilizar Latif Memenangkan gugatan Mahkamah Partai Demokrat, atas Perkara Perselisihan Internal Partai Nomor 04/PIP-MP/2019, diketahui Ketua dan Sekretaris Mahkamah Partai Demokrat yang beralamat di Wisma Prolamasi, Jalan Proklamasi No. 41 Mentang Jakarta Pusat, Telah Memberitahukan secara Resmi kepada Hj. Meilizar Latif Tentang isi Putusan Mahkamah Partai No. 04/PIP-MP/2019 tertanggal 09 Maret 2020 dalam Perkara Perselisihan Internal Partai, antara Hj. Meilizar Latif Melawan Parlaungan Simangunsong.( 23/7)


Buktinya Parlaungan Simangunsong harus menelan kekecewaan karena Mahkamah Partai Demokrat akhirnya memenangkan gugatan Hj. Meilizar Latif  terkait sengketa perselisihan suara yang  akhirnya mengubur  impian Parlaungan Simangunsong untuk kembali menduduki kursi anggota DPRD Sumatera Utara periode 2019 – 2024. Sebagaimana diketahui Meilizar Latif dan Parlaungan Simangunsong adalah caleg DPRD Provinsi  Sumatera Utara dari daerah pemilihan (dapil) Sumut I yang meliputi 11 Kecamatan di Kota Medan.


Hal ini juga dibenarkan Kader Partai Demokrat sekaligus Fungsionaris DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, Joko Imawan,  yang di dampingin Anshari Siregar yang mengatakan, sidang sengketa perselisihan suara yang diajukan oleh Meilizar Latif telah di menangkan oleh Mahkamah Partai Demokrat dan memberikan Apresiasi yang setinggi – tingginya kepada Mahkamah Partai Demokrat.


“Kami Kader Sekaligus Fungsionaris DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, memberikan Apresiasi kepada Mahkamah Partai Demokrat, yang telah mengabulkan gugatan Hj. Meilizar Latif terharap Saudara Parlaungan Simangunsong, dan kita sangat yakin bahwasanya keputusan dari Mahmakah Partai Sudah Sesuai dengan Undang – Undang yang berlaku, dan kita juga tak lupa memberikan Apresiasi kepada Pengadilan Negeri Medan yang telah menolak Gugatan Saudara Parlaungan Simaungsong terhadap Mahkamah Partai dan Hj, Meilizar Latif ,” jelas Joko.

Joko Juga Berharap dan memohon kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk memperoses Putusan Mahkamah Partai Demokrat .

“ Kami Selaku kader Partai Demokrat Sumatera Utara memohon kepada Bapak Agus Harimurti Yudhoyono selaku ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat agar memperoses Putusan Mahkamah Partai Demokrat  untuk melakukan Pergantian Antar Waktu Hj. Meilizar Latif menggantikan Saudara Parlaungan Simangunsong untuk menjadi Anggota DPRD Sumatera Utara” Harap Joko

Hal senada juga disampaikan oleh ketua umum Aliansi Muda Minang Indonesia ( AMMI ) Ali Zamar Sikumbang, bahwa kemenangan Meilizar Latif atas gugatan Parlaungan Simangunsong sudah sangat realistis karena dari sejak penetapan hasil KPU yang lalu yang memenangkan Parlaungan Simangunsong sangat tidak masuk akal.

“ kami masyarakat minang yang tinggal di medan tau persis bagaimana kedekatan Meilizar Latif dengan warga kota medan dan sangat heran kenapa bisa kalah, Tentu saja atas kehendak Allah swt semua terbuka dan faktanya Mahkamah Partai Demokrat memenangkan, demikian juga di pengadilan negeri medan, Maka kami mengharapkan agar ketua umum Partai Demokrat segera menerbitkan SK pergantian antar waktu untuk melantik ibu meilizat sebagai anggota DPRD Sumut fraksi Partai Demokrat” Ungkap Ali Zamar

Dalam salah satu putusan Mahkamah Partai Memberhentikan Parlaungan Simangunsong dari keanggotaan Partai Demokrat dan menunjuk Hj. Meilizar Latif Sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Menggantikan Parlaungan Simangunsong Sesuai Mekanisme Peraturan Perundang – undangan yang berlaku.

(Red/tim)

FSM, Kenapa Dunia Pendidikan Tutup Tapi Dunia Hiburan Malam Tetap Buka?

By On July 23, 2020


Haranews.com|•Koordinator Bid. Politik dan Hukum Forum Silaturrahmi Mahasiswa (FSM) Indonesia bung Muhammad Syariski Selian lagi-lagi menyinggung soal hiburan malam yang telah beroperasi di beberapa daerah di Indonesia, padahal dunia pendidikan diliburkan. (Medan, 24/07/2020)

Menurut Riski Selian, pemerintah tidak konsisten dengan sikapnya dalam menangani pandemi. Pasalnya dunia pendidikan saat ini sedang diliburkan skala nasional, tapi mengapa dunia hiburan malam tetap beroperasi?

Saya masih melihat, diskotik, bar dan ktv di Medan - Sumatera Utara masih beroperasi. Ini bagaimana sikap dari pemerintah?

Selama ini masyarakat dibuat takut oleh protokol kesehatan, dunia pendidikan diliburkan dengan dalih-dalih covid. Seakan covid ini hanya menyerang orang yang belajar saja dan tidak menyerang orang-orang penikmat dunia hiburan malam.

Lanjut Koordinator Bid. Politik dan Hukum FSM, kami meminta ketegasan dari pemerintah untuk mengambil sikap tegas terhadap dunia hiburan malam yang tetap terus beroperasi. Tutup itu seperti dunia pendidikan yang ditutup. Mereka kan kalau hanya dalih mendengar music dan mencari hiburan saja bisa juga melalui daring.

Kami mengikuti seminar, temen-temen Mahasiswa ada juga yang KKN daring, sidang bahkan wisuda daring. Lah ini cuma denger music kok tidak bisa daring, kenapa?

Jangan sampai masyarakat menjadi curiga, jangan-jangan orang-orang yang masuk ke diskotik itu bukan cuma mau dengeri music dan minum bir tapi juga menikmati yang lain-lainnya?

Pemerintah patut untuk bersikap arif dan bijaksana dalam mengambil langkah strategis, kami juga meminta kepada BNN, POLRI, TNI, dan Satpol PP untuk pro aktif melakukan operasi ke dunia hiburan malam. Kami tidak mau dunia hiburan malam berubah fungsi menjadi wahana untuk melakukan transaksi jual beli narkotika dan menjadi wahana untuk melancarkan seks bebas. Tandas Koordinator Bid. Hukum dan Politik Forum Silaturrahmi Mahasiswa.

Tapak Ir. H. Joko Widodo dan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul

By On July 21, 2020

(H. Albiner Sitompul, S.IP, M.AP /Ketua Umum JBMI)
Haranews.com|• Secara lahiriah, sosok Ir. H. Joko Widodo dengan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul adalah pemimpin yang dipilih oleh rakyat, yang sama-sama mempunyai karismatik, namun berbeda status sosialnya dan sama-sama zuhud terhadap kebendaan dunia, fokus memikirkan kepentingan nasional. 

Perbedaannya, mereka dalam dua masa yang berbeda. Ir. H. Joko Widodo pada masa Indonesia Merdeka, Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul pada masa Pemerintahan Hindia-Belanda. 

Kedua sosok ini, sama-sama melakukan kebijakan yang mempengaruhi dunia internasional, pada masa yang berbeda pula. Penulis pernah merasakan kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada saat menjabat Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Kepresidenan (Karo Pers) dan mengamati kebijakannya sampai saat ini, mengutamakan kepentingan persatuan bangsa Indonesia. 

Kepemimpinan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul dirasakan oleh penulis dari cerita ibundanya. Dia meninggalkan kemewahan dunia yang diperolehnya dari Pemerintahan Hindia Belanda, kemudian menjadi Tuan Syèkh dan melawan kebijakan Pemerintahan Hindia Belanda untuk kepentingan persatuan Bangsa Indonesia. 

Sekembalinya Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul tahun 1903, setelah mendalami ilmu tarekat Naqsabandiyyah di Makkah. Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul memadukan ilmu tarekat Naqsabandiyyah dengan ilmu ajaran masyarakat Batak Dalihan Na Tolu”, untuk membangun persatuan masyarakat di Kresidenan Tapanuli.

Hal yang sama “Dalihan Na Tolu disampaikan Joko Widodo dalam pengarahannya sebagai  Presiden RI pada acara Silaturahmi Nasional di Kabupaten Mandailing Natal,  Karena itu saya berharap Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) bisa meninjau dan memperkuat penerapan ajaran masyarakat batak Dalihan Na tolu sebagai salah satu perekat keragaman dan keharmonisan suku batak. Saya yakin banyak nilai-nilai luhur budaya Batak sejalan dengan Islam yang Rahmatan Lilalamin. 
(Presiden Ir.H.Joko Widodo)
Kemudian Presiden Ir. H. Joko Widodo menyampaikan. Organisasi Islam seperti JBMI  juga bisa menjadi sumber optimisme masyarakat, sumber penguatan persatuan, sumber penguatan kesatuan bangsa Indonesia. Dengan bersatu maka kita akan dapat terus bekerja menjalankan pemberatan ekonomi yang akan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Filosofi “Dalihan Na Tolu” seperti tiga tiang sosial manusia yang diikat dengan sebuah perjanjian adat yang sangat berharga dalam kehidupan pomparan Raja Batak, anak, Boru dohot Berena.  Filosofi ini juga bisa diuraikan dengan tiga tungku tempat diletakkannya kuali memasak makanan yang akan diserahkan kepada anak, Boru dohot Berena. Dalihan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah tungku, Na adalah yang,  dan Tolu adalah tiga. Dalihan Na Tolu adalah kebahagiaan diperoleh dari tiga tungku yang menyatukan. Demikian Raja Batak berpesan sebelum meninggalkan anak-anak dan cucu-cucunya untuk mengatur keseimbangan kehidupan ini guna menjaga persatuan, seperti filosofi  Dalihan Na Tolu”.

Tapak Ir. H. Joko Widodo

Sosok Ir. H. Joko Widodo sudah tak asing bagi rakyat Indonesia dan para pejabat tinggi dunia internasional. Literatur tentang figur Presiden ke-7 Republik Indonesia sudah banyak di media. Salah satunya di Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. Maka, penulis hanya menganalisa bagaimana pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961, ini mengalami berbagai cobaan dalam memimpin negeri ini. 

Sementara hasil penelusuran di lapangan, dilakukan penulis dalam menyelami tapak dan kehidupan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul di tanah kelahiran serta beberapa tempat yang pernah disinggahinya di daratan Pulau Sumatera, ketika itu. Insya Allah, dalam waktu dekat akan menerbitkan buku tentang Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul.   

Kebijakan yang diambil seorang pemimpin kadang tak bisa memuaskan semua pihak. Pasti ada pro dan kontra. Penulis memang mulai intens berhubungan dengan Joko Widodo ketika masih menjabat Karo Pers  di masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sekarang sebagai Tenaga Pengkaji Madya Bidang Diplomasi Lemhannas RI.   

Sebelumnya, penulis pernah menduduki jabatan Kepala Penerangan di Kostrad (Komando Strategis Cadangan TNI AD). Jadi, terbiasa berhubungan dengan para jurnalis, dan tentunya mengikuti perkembangan berita-berita aktual di media massa, baik cetak maupun elektronik.

Secara pribadi, penulis melihat dan mengamati bahwa Joko Widodo atau Jokowi sosok yang ramah, sederhana, namun cerdas dan berani mengambil kebijakan tegas untuk kepentingan bangsa dan negara. Penulis meyakini kebijakan yang diambil atau diputuskan Bapak Jokowi untuk kepentingan rakyat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meski bisa saja menimbulkan pro dan kontra.

Lontaran ketidakpuasan, kritikan, bahkan ujaran kebencian dan fitnah terpanah ke Bapak Jokowi di media sosial. Walau sekali-kali dibantahnya, khususnya untuk fitnahan yang tidak mendasar. Bapak Jokowi menjawab semua itu dengan tetap fokus bekerja membangun negeri ini semaksimal mungkin, dengan berbagai kendala yang dihadapinya.

Melihat sosok Jokowi, penulis merasakan kepribadiannya hampir serupa dengan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul yang merupakan seorang Sufi. Jokowi yang sebelumnya seorang pengusaha sukses di bidang meubel, meninggalkan bisnisnya itu setelah menjadi Wali Kota Solo, kemudian terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, dan mendapat amanah dari rakyat Indonesia melalui Pilpres menjadi Presiden RI periode 2014-2019. Jika bukan kehendak rakyat dan Ridho Tuhan YME, Jokowi tidak akan kembali terpilih menjadi Presiden RI untuk periode kedua (2019-2024).

Penulis haqqul yaqin, kalaupun bukan Jokowi, siapapun yang terpilih sebagai Presiden RI tak lepas dari hantaman badai kritikan, bahkan ujaran-ujaran kebencian dan fitnah. Yang membedakannya, bagaimana pemimpin itu menjawab semua itu, baik dari pihak yang pro maupun kontra.
Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul yang seorang Sufi juga menghadapi hal yang sama seperti dialami Presiden Jokowi. Ia pernah difitnah bahkan di penjara oleh Pemerintah Hindia Belanda ketika dicalonkan sebagai Kepala Nagori  Jangjiangkola (Janjiangkola adalah Nagori dari kerukunan 8 (delapan) huta (desa) yang dirancang oleh 8 (delapan) Raja huta, Raja Oppu Eret Sitompul (Ayah Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul) dari Raja Lobu Handis, Raja Alias Sihombing dari Raja Lobu Balimbing, Raja Hepeng Sihombing dari Raja Janjinauli Angkola, Raja Salomo Sihombing dari Raja Lobu Longat, Raja Pandua dari Raja Sait Nihuta, Raja Simson Sitompul dari Raja Lumban Dolok, Raja Esson Hutapea dari Raja Lobu Sipurik-purik, Raja Paet Sarumpaet dari Hutanagodang  bergabung dalam satu perjanjian Nagori). Atas amanah masyarakat dan kehendak Allah SWT, Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul tetap terpilih sebagai Kepala Nagori Janjiangkola.
Sebagai tokoh masyarakat dan mempunyai jabatan prestisus, tak membuat Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul jumawa. Ia tetap berpenampilan sederhana, bertanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat yang dipimpinnya. Hal yang sama terlihat pada diri Presiden Jokowi.

Sebagai putra Batak, Syèkh Ibrahim memegang dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur Dalihan Na Tolu. Presiden Jokowi sendiri merasa kagum dengan budaya dan adat istiadat Batak yang beragam, tapi tetap harmonis. 

“Dalihan Na Tolu sebagai salah satu perekat keberagaman dan keharmonisan suku Batak. Saya yakin nilai-nilai luhur budaya Batak sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Saya yakin budaya di sini tidak menyukai ujaran kebencian, caci maki yang sering kita lihat di media sosial. Umpatan, fitnah, saling menjelekkan, saling mencela, itu bukan budaya kita. Saya kadang-kadang berfikir, apakah ini didorong infiltrasi asing yang ingin memecah belah kita lewat media sosial. Itu bukan budaya dan karakter bangsa kita yang penuh dengan kesantunan dan  kesopanan, kata Presiden Jokowi saat memberi kata sambutan di acara Silatnas JBMI di Tapanuli Selatan, pada Maret 2017.

Sebelumnya, di hari yang sama, Presiden Jokowi meresmikan Tugu Titik 0 Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, yang digagas oleh Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI). 
Pada Saat Penelitian di Kabupaten Aceh Utara, Desa Gedung Pasai, Penulis sebagai Ketua Umum JBMI bersama Anggota DPRD Aceh Utara Bapak Terpiadi A. Majid, akan memperkuat Aceh Nanggroe Darussalam sebagai Serambi Mekkah dan memprakarsai pemugaran kompleks makam  Cucu Nabi Muhammad SAW, seorang yang alim, sempurna, mulia dan zuhud, bertakwa serta suci hatinya. Pertama bernama Sayyid 'Imaduddin 'Ali Al Husainiy Al Hasaniy (wafat 19 Muharram 827 Hijrah).  Kedua, seorang ulama bernama Sayyid Syarif  Mir Hasan bin Mir 'Ali Syir Al Abadiy, wafat pada 12 Rabiul Awal 833 Hijrah. Ketiga, seorang wanita mulia yang diyakini juga seorang ahlulbait, berlandaskan gelar Syarifah di pangkal namanya. Sehingga  Aceh dimantapkan sebagai  Serambi Mekkah, karena yang menyebarkan Agama Islam di Aceh adalah keturunan Suku Quraisy yang mulia.

Zaman kolonial Belanda menjajah Indonesia, sekitar tahun 1890-an, di Nagori Janjiangkola, Tapanuli Utara, ada salah satu pemuka agama Islam, yaitu Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul. Beliau adalah salah satu pejuang kemerdekaan yang melakukan perlawanan dan aksi politik terhadap penjajah Belanda di tanah Batak.

Ya, di Tapanuli Utara itulah kedua tokoh pemimpin yang Sufi itu bertemu secara bathiniah. Berjuang dan memimpin dengan tujuan yang sama, yaitu menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam situasi dan era yang berbeda.
  
Jakarta, 21 Juli 2020

H. Albiner Sitompul, S.IP, M.AP Adalah Ketua Umum DPP Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI)

Keberhasil Menangkap Terduga Bandar Narkoba, GRANAT: Apresiasi Kinerja Polsek Padang Bolak

By On July 18, 2020

Padang Lawas Utara|Haranews.com|•Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika Kecamatan Halongonan Wirsal Ardiansyah S.Kep mengapresiasi kinerja Polsek Padang bolak atas keberhasilan nya menangkap terduga bandar narkoba berinisial AH di desa Pangirkiran kecamatan Halongonan,(18/07/2020).

Wirsal menuturkan, ditengah era new normal ini Kepolisian sektor Padang bolak masih tetap konsisten untuk memberantas peredaran gelap narkoba diwilayah hukum nya apalagi pada saat penangkapan langsung di pimpin oleh Kapolsek Padang bolak AKP Julfikar SH.

Aktivis Penggiat Anti Narkoba itu mengatakan bahwa Polsek masih tetap fokus mengabdi untuk untuk menyelamatkan generasi bangsa dari dampak penyaluganaan narkoba, penangkapan ini juga merupakan penangkapan terbesar tahun ini yang dilakukan oleh jajaran Polsek Padang Bolak.

Terimakasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh jajaran personil Polsek Padang Bolak yang telah berhasil menangkap terduga bandar narkoba inisial (AH), semoga dedikasi dan pengabdian nya terhadap bangsa dan negara menjadi ladang Ibadah.

Semoga juga kedepannya semakin giat dan semakin semangat untuk membasmi para virus - virus perusak generasi bangsa yang ada di wilayah hukum nya, karna narkoba merupakan kejahatan kemanusian yang tidak bisa kita toleransi karna dampak nya sangat merusak generasi penerus tongkat estafet perjuangan daerah kita kedepannya.

Mari sama - sama kita kita bahu membahu untuk untuk menyelamatkan generasi bangsa karna peran serta masyarakat sangat lah penting untuk menciptakan kecamatan Haholongan BERSINAR ( Bersih Dari Narkoba), tutupnya.(Red:Tim)

Cacat Demokrasi di Masa Pandemi, Masih Adakah yang Peduli ?

By On July 14, 2020

(Ket Foto: Ilustrasi)
Haranews.com|•Wabah Covid - 19 sekali lagi mengungkapkan kurangnya kesiapan Indonesia untuk menangani bencana dan keadaan darurat. Setelah beberapa minggu kemudian, mulailah menyangkal keparahan pandemi itu. Respons pemerintah Indonesia terhadap jumlah kasus yang terus bertambah telah membingungkan masyarakat. Kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah membuat publik dengan sinyal beragam tentang skala masalah. Sementara beberapa otoritas lokal, seperti di Jakarta, Tegal, dan Papua bergegas untuk memberlakukan batasan ketat pada pergerakan orang, pemerintah pusat mengeluarkan peringatan kepada pemerintah daerah untuk mengingatkan mereka tentang otoritas pemerintah pusat untuk memberlakukan tindakan tersebut.


Pada akhir Maret, empat minggu setelah dua kasus virus korona terkonfirmasi pertama di Indonesia, pemerintah pusat mengeluarkan kerangka hukum untuk “pembatasan sosial berskala besar’’ (PSBB) yang masih mengharuskan daerah untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat untuk melaksanakan.


Kebingungan ini hanya semakin memperparah perjuangan lain bagi bangsa Indonesia ketika krisis terjadi, bagaimana dalam demokrasi, untuk memastikan penghormatan terhadap kebebasan berbicara, dsb.

Marah pada respon pemerintah yang tidak memuaskan terhadap wabah, orang telah dibawa ke media sosial - terutama Twitter, platform yang masih sangat populer di Indonesia - untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka. Ada informasi yang salah, masalah yang tidak terbantu oleh kurangnya transparansi dan pedoman yang jelas dari pemerintah sejak awal. Namun tanggapan resmi terhadap kritik terlalu sensitif.

Demonstrasi massa telah menjadi alat politik yang kuat di Indonesia untuk menarik perhatian pada kegagalan pemerintah atau tentang kebijakan kontroversial. Tindakan seperti itu jauh lebih sulit selama penguncian.

Juru bicara kepresidenan Fadjroel Rachman mengecilkan hati publik agar tidak mengkritik pemerintah tentang penanganan Covid-19. Pada awal April, sebuah telegram polisi dilaporkan berisi instruksi untuk memantau pendapat di internet untuk pencemaran nama baik terhadap presiden dan institusi pemerintah, dengan merujuk pada Pasal 207 KUHP. Polisi juga waspada terhadap tipuan dan penipuan belanja online terkait persediaan kesehatan dan kebersihan.

Hingga bulan lalu, polisi telah menangani 97 kasus tentang kesalahan informasi dan disinformasi. Beberapa tuduhan terkait dengan upaya untuk mengandung hasutan xenophobia dan rasisme. Sebagian besar orang yang ditahan kemudian dibebaskan.
The penahanan dari Ravio Patra, seorang kritikus peneliti dan vokal pemerintah, adalah kasus-profil tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Ravio ditahan setelah akun WhatsApp-nya diretas dan digunakan untuk menyiarkan pesan yang menyerukan penjarahan toko-toko. Dia dibebaskan setelah 33 jam penahanan. 

Sementara polisi bersikeras mereka tidak memiliki niat untuk mengintimidasi atau membungkam kritik, pemerintah tidak memiliki rekam jejak yang baik dengan transparansi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berusaha untuk membenarkan keputusannya sebelumnya untuk menyembunyikan informasi tentang wabah Covid-19 awal di Indonesia sebagai upaya untuk mencegah kepanikan publik.

Meskipun kekhawatiran tentang kebebasan berbicara telah dikemukakan oleh beberapa organisasi hak asasi - seperti KontraS , SAFEnet , Amnesty International Indonesia, ICW, dan ICJR - masalah-masalah seputar demokrasi masih belum memasyarakatkan publik. Sebagian besar kekhawatiran adalah tentang akses ke bantuan ekonomi - atau kurangnya bantuan ekonomi - dengan perkiraan 5,2 juta pekerja berisiko kehilangan pendapatan mereka. Keadaan sumber daya kesehatan yang parah adalah masalah utama lainnya.

Protes dan demonstrasi massa telah menjadi alat politik yang kuat di Indonesia untuk menarik perhatian pada kegagalan pemerintah atau tentang kebijakan kontroversial. Tindakan seperti itu jauh lebih sulit selama penguncian.
Menariknya, bagaimanapun, pandemi ini telah mendorong orang untuk menggunakan platform online untuk memprotes. Pada bulan April, anggota legislatif dibombardir dengan lebih dari 10.000 pesan online yang memprotes RUU omnibus untuk penciptaan lapangan kerja, mengkritik ketentuan yang dianggap menguntungkan investor dengan mengorbankan pekerja. Pada 24 April, diumumkan bahwa legislatif akan menunda perundingan tentang masalah ketenagakerjaan dalam RUU tersebut.

Terlepas dari tanda positif ini, masih terlalu dini untuk mengklaim bahwa hasil yang sama dapat diharapkan untuk masalah-masalah seputar pembatasan kebebasan berekspresi, setidaknya dalam beberapa bulan mendatang. Dengan perhatian publik terutama difokuskan pada ekonomi dan masa depan wabah, ada kemungkinan stagnasi demokrasi Indonesia, jika bukan regresi, akan tetap ada.

Penulis : Muhammad Hafiz Ar Rasyid

Presiden Erdogan Merubah Hagia Sophia Menjadi Masjid, Koordinator FSM Medan: Ini Keputusan Yang Tepat

By On July 14, 2020


Haranews.com|•Pada hari Jumat 10 Juli 2020 Presiden Recep Tayyip Erdogan memutuskan untuk merubah Hagia Sophia dari Museum menjadi Masjid, menanggapi hal tersebut Ahmed Jibril Hasibuan (Koordinator FSM Medan) menilai ini merupakan keputusan yang tepat karena keputusan ini sesuai dengan keinginan dari sang penakluk Kostantinopel, yakni Sultan Mohammad Al Fatih.

Presiden Erdogan menyampaikan keputusan ini setelah Pengadilan Turki membatalkan status Hagia Sophia sebagai Museum lalu merubahnya menjadi Masjid, setelah itu Presiden Erdogan juga langsung menandatangani Dekrit Presiden soal status Hagia Sophia tersebut. Walaupun banyak pihak yang protes namun beliau tetap berpegang teguh pada keputusannya karena ini merupakan keinginan terdahulu dari sang penakluk Kostantinopel.

Melihat dari catatan sejarah tepatnya 86 tahun yang lalu bahwa keputusan ini merupakan keinginan dari Sultan Mohammad Al Fatih sebagai sang penakluk Kostantinopel, selain itu Hagia Sophia juga termasuk masa-masa kritis kekaisaran Bizantium dan pendiri republik Turki modern. Presiden Erdogan juga mengatakan bahwa Turki sekarang dapat meninggalkan sumpah Allah, keuntungan dan Malaikat, sebagaimana yang dikatakan Sultan Mohammad Al Fatih bahwa Sultan Ottoman Mehmet II mengatakan ketiganya akan menyertai siapa saja yang mengubah Hagia Sophia menjadi Masjid.

Hagia Sophia merupakan milik Sultan Mohammad Al Fatih yang ia rebut dari Kostantinopel pada tahun 1453 masehi, awalnya bangunan ini merupakan sebuah Gereja dan diubah menjadi sebuah Masjid. Namun berdasarkan sejarah Masjid ini dirubah menjadi Museum oleh Presiden Turki sebelumnya, yakni Mustafa Kemal Ataturk pada tahun 1934 masehi dan sejak itu pula Hagia Sophia lebih dikenal sebagai destinasi wisata populer di Istanbul.

Presiden Erdogan juga mengatakan bahwa Masjid Hagia Shopia sama seperti Masjid yang lain pintunya akan tetap terbuka untuk ke semuanya, bagi penduduk lokal maupun asing atau bagi yang Muslim maupun Non Muslim. Selanjutnya Ahmed Jibril Hasibuan (Koordinator FSM Medan) juga menyimpulkan bahwa peradaban baru akan bangkit dari Masjid mulai dari sektor Pendidikan, Ekonomi dan Sosial, maka oleh karena itu kedepannya kita harus menyemarakan segala kegiatan dari Masjid dan kembali untuk Masjid agar kita mendapatkan keridhoan dari Allah SWT.(Red:Tim)

Ponpes Nur Zam-Zam dan Korma Preneur Sepakat Bangun Sektor Rill Usaha

By On July 14, 2020


Haranews.com|•Yayasan Pondok Pesantren Tahfiz Qur'an Yatim Dhuafa Nur Zam-Zam yang diasuh oleh (c) DR. Abdul Hakim S.Si M.Pd selaku Pembina Komunitas Remaja Masjid Preneur (KORMA PRENEUR) yang di dirikan oleh Muhammad Mas'ud Silalahi S.Sos dkk tetap terus menjalin hubungan baik dan terus bersinergi untuk mengembangkan Enterpreneurship.

Founder Komunitas Remaja Masjid Preneur (KORMA PRENEUER) bung Muhammad Mas'ud Silalahi dan Malik Setia Abdi S.Sos.I melakukan kunjungan ke Yayasan Pondok Pesantren Tahfiz Qur'an Yatim Dhuafa Nur Zam-Zam menemui Ketua Yayasan bung (c) DR. Abdul Hakim Siregar S.Si M.Pd dan juga ada Penasehat Yayasan Tuan Fathoni Siregar di Pondok Pesantren Jl. Advokat VII Desa Marendal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara (Selasa, 14 Juli 2020)

Dalam kunjungan tersebut Muhammad Mas'ud Silalahi S.Sos menyampaikan bahwa Komunitas Remaja Masjid Preneur (KORMA PRENEUR) siap terus bersinergi dan terus berkolaborasi untuk saling menguatkan Enterpreneurship.

Menurut Mas'ud, kegiatan silaturrahim ini mesti dibarengi dengan dagang. Era milenial adalah era remaja/pemuda yang mesti melakukan gerak totalitas produksi agar setiap tarikan serta hembusan nafas perjuangan senantiasa ada yang dihasilkan.

Lanjut Mas'ud, anak remaja/pemuda Islam mesti dilatih mentalnya untuk berdagang, agar tidak menjadi budak ditanah leluhur sendiri dan  memiliki kepribadian yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren (c) DR. Abdul Hakim Siregar S.Si M.Pd menyambut Komunitas Remaja Masjid Preneur (KORMA PRENEUR) dengan baik dan merespon positif apa yang Founder Korma Preneur sampaikan.

Kami juga siap membantu teman-teman Komunitas Remaja Masjid Preneur dalam mengambangkan usaha dan siap memberikan pemodalan untuk sembako untuk Korma Preneur. Tutup (c) DR. Abdul Hakim Siregar S.Si M.Si.(Red:Tim)

Panitia Ngamen Amal Virtual Ucapkan Terimakasih Kepada Seluruh Dermawan/Wati

By On July 13, 2020


Haranews.com|•"Ngamen Amal Virtual" yang diselenggarakan oleh Panitia Bersama tergabung dari Komunitas Remaja Masjid Preneur (KORMA PRENEUR), Forum Silaturrahmi Mahasiswa (FSM), Gerakan Pemuda Nusantara (GPN), Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara (GEMASU), Forum Mahasiwa Diskusi (FORMASI) dan Yayasan Pesantren Tahfiz Qur'an Yatim Dhuafa Nur Zam-Zam.

Acara tersebut juga difasilitasi oleh Warung DEWE dan didukung oleh Media Fatner Asa Berita, Generasi Negarawan Indonesia, Haranews, Reduksia.

Ngamen Amal Virtual yang membuka donasi bagi Yatim dan Dhuafa dimeriahkan oleh bintang tamu "Suara Kita" yang sangat spektakuler dan sangat luar biasa dengan suara emasnya yang begitu menggoda.

Media Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara turut serta memberikan dukungan dan suport terhadap acara Ngamen Amal Virtual yang mengangkat tema besar "Merawat Kebhinekaan dan Kerukunan Untuk Persatuan Indonesia Di Era New Normal" yang berlokasi di Komplek MMTC, Jl. Selamat Ketaren, Pancing Medan (Sabtu, 11 Juli 2020).

Kegiatan tersebut menurut Muhammad Mas'ud Silalahi selaku penggagas adalah sebuah upaya merekatkan tali persaudaraan sesama anak bangsa dan melahirkan spirit persatuan bangsa Indonesia serta yang paling terpenting adalah menumbuhkan nilai kepedulian kita terhadap sesama saudara sebangsa dan setanah air.

Lanjut Muhammad Mas'ud Silalahi yang akrab dipanggil MMS selaku Founder Komunitas Remaja Masjid Preneur (KORMA PRENEUR) menambahkan, sebuah kepedulian ini sesungguhnya lahir dari sanubari terdalam sebagai panggilan jiwa untuk senantiasa menarik dan menghembuskan nafas-nafas cinta terhadap kepedulian kita akan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Denyut nadi yang berdetak dengan penuh cinta dan kasih sayang inilah yang membawa raga menuju pada gerakan-gerakan yang melahirkan kebermanfaatan bagi seluruh manusia dan semesta alam.

Saya dan teman-teman kepanitiaan serta tim relawan juga mengucapkan ribuan terimakasih atas semua suport doa, waktu, tenaga, pikiran dan donasi harta dari para dermawan/wati yang telah mewakafkan hartanya dijalan ini. InshaAllah kami akan menyalurkan donasi yang telah kami pegang ini kepada Pesantren Yatim Dhuafa dan Panti Asuhan pada hari Rabu, 14 Juli 2020. Tutup Mas'ud Silalahi

Kegiatan tersebut juga terut dihadiri oleh para Aktifis Mahasiswa dari berbagai kampus seperti UIN SU, USU, UNIMED, ITM, UMN, UNDHAR dll, lalu ada juga Tokoh Pemuda, Cendikiawan, Akademisi Dosen UIN SU dan UNIMED, Ustad Kondang, Seniman dan Masyarakat pada umumnya.

Menurut keterangan dari Ketua Panitia kegiatan Baihaki Thabrani Arefah bahwa acara ini juga tidak hanya berhenti disini, ini akan terus berkelanjutan dengan tema-tema menarik dan kesan-kesan lainnya yang bergerak pada basis kesalehan sosial. Ini hanya sebatas pemanasan pada lembaran pertama, akan masih ada lagi lembaran-lembaran berikutnya yang lebih menarik lagi dan juga lebih seru.

Diteruskan Baihaki Arefah, kita mesti saling bahu membahu, gotong royong bantu saudara dan menguatkan kerjasama yang baik antar lembaga-lembaga, institusi dan sesama anak bangsa Indonesia. Berkolaborasi untuk Indonesia maju dan berkontribusi untuk umat dan bangsa.

Ucapan terimakasih saya sampaikan yang setinggi-tingginya untuk para rekanan kepanitiaan yang berjuang dan bekerja dengan maksimal dengan penuh keikhlasan. Saya merasa terharu, salut, kagum dan bangga terhadap seluruh kru kepanitiaan, kru media-media, kru music dan kru yang mempersiapkan logistik. Pungkas Ketua Panitia.(Red:Tim)

DPP AMPSU, FMD-SU dan Berbagai Lembaga Aktivis serta Mahasiswa Laksanakan Dialog Bersama PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara Ditengah Pandemi Covid-19

By On July 08, 2020

(PEMATERI DIALOG PUBLIK)
Medan|•Haranews.com•Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Peduli Sumatera Utara dan Forum Mahasiswa Demokrasi Sumatera Utara laksanakan Dialog Publik Bersama PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara dengan Tema "Relaksasi Kebijakan PLN Ditengah Pandemi Covid-19" sebagai upaya penyampaian Informasi dan bentuk sinergi antara Mahasiswa dan Pihak PLN terhadap peningkatan Layanan Pelanggan ditengah Pandemi Covid-19. Ketua Umum DPP AMPSU menyampaikan kepada Wartawan ketika dimintai keterangan pers mengatakan " kegiatan-kegiatan seperti ini sangat baik untuk dilakukan secara continiu dan berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian kami kepada Masyarakat yang terdampak Lonjakan Tagihan Listrik ditengah pandemi Covid-19. Kita akan terus menggandeng PLN Untuk terus bekerjasama menyelesaikan problem-promblem yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,mulai dari Program Listrik Gratis,pencatatan Meteran secara Lansung,lonjakan Tagihan Listrik dan Problem lainnya yang berkaitan dengan PLN akan terus kita sampaikan lewat Sosialisasi bersama PLN. dan apapun yang menjadi keluhan masyarakat silahkan sampaikan kepada PLN lewat Call Center PLN. Bobby harahap juga menyampaikan Apresiasi atas kerja dan pengabdian serta dedikasi yang terus berusaha bekerja untuk Rakyat Indonesia,PLN terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat  Indonesia Khususnya Sumatera Utara PLN terus berbuat dan terus Menerangi Indonesia sampai Pelosok Negeri.
(Tanya Jawab Saat Diskusi)
Koordinator Forum Mahasiswa Demokrasi Sumatera Utara juga menyampaikan melalui keterangan Persnya "ucapan terimakasih atas atensi PLN Sumut telah membuka ruang-ruang diskusi dan pertemuan dalam mengkaji dan mendengarkan aspirasi masyarakat dan mahasiswa terhadap permasalahan PLN ditengah Pandemi Covid-19. Akhir-akhir ini masyarakat Sumatera Utara di kagetkan dengan tinggi nya  tagihan bulanan listrik pasca bayar sehingga menjadi cambuk bagi masyarakat ditengah kondisi ekonomi yang tidak stabil bahkan rentan miskin di tengah pandemi covid 19. Dengan pertemuan ini mahasiswa yang menjadi peserta bisa dan mampu memahami dan menjadi perpanjangan tangan PLN dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat luas sehingga masyarakat mengetahui dan menerima kondisi tersebut. Dan FMD-SU meminta kepada pihak PLN agar lebih terbuka dan dekat (humanis) dengan masyarakat dan lebih masif dalam mensosialisasikan setiap kebijakan yang diambil agar masyarakat sebagai pelanggan PT. PLN (Persero) tidak berprasangka buruk. Dan terakhir FMD-SU berharap agar PLN selalu mengedepankan dan mendengarkan aspirasi rakyat dalam mengambil sebuah kebijakan. Kalo saat ini kita selalu melihat dan mendengar Jargon "TNI kuat bersama rakyat" maka hari ini FMD-SU mengatakan "PLN maju bersama rakyat".

Dalam dialog tersebut turut Hadir Hasiholan Purba (Manager Strategi Pemasaran Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara "PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara akan terus bekerja dan meningkatkan layanan kepada pelanggan ditengah Pandemi Covid-19. Beliau juga mengapresiasi kegiatan tersebut". Muhammad Syafii Sitorus (Pengamat Sosial) Rekan-rekan Mahasiswa dari berbagai Lembaga dan Media.

Semoga PLN Terus memberikan solusi-solusi terbaik kepada masyarakat yang terdampak langsung terhadap lonjakan listrik ditengah Pandemi Covid-19 Ucap Bobby Harahap yang jugak Aktivis Sumut itu"

Ditempat lain Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Dialog tersebut Menyampaikan lewat keterangan persnya " Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak khususnya kepada Para Narasumber dan Rekan Aktivis dan Mahasiswa yang sudah berhadir pada kegiatan dialog kita. Dialog Publik kita laksanakan dengan tetap mengutamakan Protokol Kesehatan  Covid-19 dengan menggunakan Masker ,Hand Sanitizer dan Protokol-protokol kesehatan pendukung lainnya. Semoga Kita cepat terbebas dari wabah ini supaya semua kembali Normal seperti sedia kala.(Red:Tim)

Di Kunjungi POLDA SUMUT, Pimpinan Ponpes Harap Polisi Kerja Maksimal Tangkap Pelaku

By On July 08, 2020


Haranews.com•Selasa, 07 Juli 2020 Yayasan Pondok Pesantren Tahfiz Qur'an Nur Zam-Zam Jl. Advokad IV/ Bajak (Kanal) Pasar VIII, Desa Marindal-I, Kec. Patumbak
Deli Serdang ramai dikunjungi kepolisian dari POLDA SU yang diwakili oleh AKBP Indra, Kompol Lely, Kompol Abdi dan jajaran.

Dalam kunjungan tersebut POLDA SU memberikan paket sembako kepada Yayasan Pondok Pesantren Tahfiz Qur'an Nur Zam-Zam yang dipimpin oleh (c) DR. Abdul Hakim Siregar S.Si. M.Pd

Kanit Binmas AKBP Indra mengatakan kunjungannya tersebut mewakili DIR BINMAS POLDA SU yang langsung diberi perintah dari KAPOLDA SU bapak Irjen Pol Drs Martuani Sormin Siregar M.Si setelah mendapatkan berita dari rekan Media Online (Wartawan) dan para Aktifis melalui pesan WhatsApp.

Lanjut utusan KAPOLDA SU, belakangan ramai pemberitaan tentang kemalingan di Pondok Pesantren Tahfiz Qur'an Nur Zam-Zam pada group-group whatsap dan sosial media. Setelah bapak KAPOLDA SU Irjen Pol Martuani Sormin Siregar membaca berita tersebut beliau langsung merespon dengan baik dan memerintahkan kami untuk melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren serta beliau berniat untuk memberikan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian beliau terhadap Pesantren yang beberapa hari belakangan kehilangan sepeda motor.

(c) DR. Abdul Hakim Siregar S.Si. M.Pd Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Tahfiz Qur'an Yatim Dhuafa Nur Zam-Zam yang juga berprofesi sebagai Dosen di Universitas Negeri Medan (UNIMED) menyambut pihak dari POLDA SU dengan sangat baik.

Hakim Siregar mengucapkan banyak ribuan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada KAPOLDA SU bapak Irjen Pol Drs Martuani Sormin Siregar, M.Si yang telah cepat tanggap merespon dengan baik kejadian kemalingan tersebut yang sebelumnya sudah dilaporkan oleh pihak yayasan beberapa hari lalu ke Polsek Patumbak.

Pimpinan Pondok Pesantren juga berharap pihak kepolisian dapat bekerja maksimal menangkap pelaku, sehingga menjadi efek jera dan kejadian serupa tidak lagi terjadi dikemudian hari.(Red:Tim)

Biadab, Maling Nekat Mencuri Di Pondok Pesantren

By On July 03, 2020

Deli Serdang•Haranews.com|•Pondok Pesantren Tahfiz Qur'an Yatim Dhuafa Nur Zam-Zam kemarin malam menjelang subuh kemalingan inventaris pondok berupa sepeda motor dan beberapa puluh kg beras.

Menurut keterangan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tahfiz Al Qur'an Nur Zam-Zam Bapak Abdul Hakim Siregar bahwa tertanggal kamis, 02 Juli 2020 pukul 03:00 wib di jl. Advokat IV/Kanal Desa Marendal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang.

Abdul Hakim Siregar mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena ini pesantren tempat anak yatim dhuafa dan tempat anak-anak belajar menghafal Al Qur'an. Sepeda Motor ini milik bersama untuk memudahkan operasional para usatdz dan santri belanja kebutuhan sehari hari ke pasar tradisional.

Lanjut Ketua Yayasan, saya bukan melihat nilai kendaraannya, tapi jauh lebih penting dari itu bahwa ini adalah soal marwah lembaga pendidikan. Jika tempat orang belajar menghafal Al Qur'an saja maling sanggup merusak dan menghilangkan gembok asrama, lalu mencuri bagaimana lagi terhadap rumah warga lainnya disekitaran sini?


Kami juga berharap pihak kepolisian dapat menjalankan tugas dan wewenangnya dengan baik dan mensterilkan lokasi seputaran Pondok Pesantren Tahfiz Al Qur'an Nur Zam-Zam dari tindak kriminal ini sehingga kejadian serupa ini tidak terulang dikemudian hari. Tutup Dosen Unimed.(Red:Tim)

Ketua Pujakesuma Deli Serdang & Sekjen Pujakesuma Sumut Salurkan Bantuan KABAHARKAM POLRI Yang Terdampak Covid-19 di Deli Serdang

By On July 03, 2020

(Pujakesuma Membagiman Bantuan Sembako)
Deli Serdang•Haranews.com|•Puja Kesuma Deli Serdang dan DPW puja Kusuma Sumatra Utara Salurkan Bantuan kabaharkam polri, bantuan paketan sembako kepada warga Tanjung Morawa, desa bangun Rejo dusun VII Deli Serdang Sumatera Utara yang terdampak Covid 19 yang berjumlah 100 paket sembako.

Bantuan ini di salurkan kepada warga hari jum'at 03 Juli 2020 pukul 08.30 WIB. Rasa senang dan syukur disampaikan kepada pasangan suami-istri, mirin (62) dan Nagitra (56) salah satu warga Tj Morawa Deli Serdang yang terdampak Covid 19. Mereka sekeluarga mengucapkan terimakasih banyak kepada Kabaharkam Polri Komjen pol (Agus Andrianto). Pasangan suami istri tersebut bercerita selama empat bulan ini terdampak Covid 19. Biasanya mirin berkerja sebagai kuli bangunan sedangkan Nagitra sebagai buruh cuci pakaian atau pembantu rumah tangga. Namun kini tidak berkerja lagi hal ini karna dampak dari Covid 19.

Kepala desa bangun Rejo  banyak mengucapkan ribuan terimakasih atas bantuan dari kabaharkam polri sebagai pembina puja Kusuma mudah-mudahan menjadi manfaat bagi yang menerima bantuan. Dan juga warga yang lain yang menerima bantuan merasa senang bersyukur atas bantuannya karna banyak yang terdampak dari Covid 19. Mereka semua berharap bahwa wabah Covid 19 segera hilang dari bumi dan di tanah air Indonesia terkhusus di kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

Sekjen Pujakesuma Sumatera Utara mengucapkan Terimakasih atas bantuan dari kabaharkam polri pembina pujakesuma semoga bisa bermanfaat bagi penerima dan semoga pandemi covid 19 segera berlalu.

Ketua pujakesuma Deli Serdang (legito)
Penasehat pujakesuma Deli Serdang (Subandi). Dan di dampingi sekertaris DPW pujakesuma Sumatra Utara ( Muhammad Roni Al Hadi).(red:jodi)

Contact Form

Name

Email *

Message *