HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Korma Preneur Jabodetabek Menyantuni Yatim Piyatu di 10 Muharram

By On August 31, 2020

(Santunan Anak Yatim Piyatu di Markas Korma Preneur Jakarta Utara)

Haranews.com|•Komunitas Remaja Masjid Preneur (Korma Preneur) Jabodetabek melakukan penyantunan terhadap Yatim Piyatu pada 10 Muharram di Kampung Tanah Merah Atas Kelurahan Tugu Selatan Kecamatan Koja Jakarta Utara (Sabtu 29/8/20).

Majelis Daerah Korma Preneur Jakarta Utara bung Fajri Ramadhan mengatakan semoga berkah, bermafaat serta menjadi awal yang baik di awal tahun Hijriah atau di bulan Muharam ini untuk diri pribadi kita umat Islam.

Sementara itu Majelis Wilayah Korma Preneur Jabodetabek bung Regia Achmad Wicaksana yang juga menghadiri acara tersebut juga mengatakan, di bulan Muharam ini juga mari kita sama-sama memperbaiki diri dan melakukan perubahan untuk lebih baik terutama keimanan kita dan mari saling bahu-membahu untuk membantu melihat anak yatim piatu yang wajib memberikan kasih sayang pada mereka yang mempunyai latar belakang tanpa kedua orang tua.

Penyantunan anak yatim piyatu ini tidak dihadiri oleh banyak masyarakat dan anggota, karena ini hanya dibuat khusus di Markas Korma Preneur di Jakarta Utara dan memang sengaja tidak mengundang banyak orang karena memang ini sengaja dibuat oleh Korma Preneur bukan untuk agenda besar melainkan hanya sebatas penguatan silaturrahim sesama anggota Korma Preneur di Jakarta Utara saja dan sekaligus memanggil anak yatim piyatu sebagai rasa syukur kita atas nikmat kekeluargaan ini dan nikmat rejeki yang diamanatkan oleh Allah SWT terhadap kami. Tegas Fajri Ramadhan Presedium Korma Preneur Jakarta Utara.(Red:Dwinta)

Ketidak terbukaanya Kepala Desa membuat Masyarakat Desa Curiga

By On August 31, 2020

Haranews.com|•Desa merupakan unit terkecil dari negara yang terdekat dengan masyarakat dan secara langsung menyentuh keutuhan masyarakat untuk disejahterakan. Sebagai wakil negara, desa wajib melakukan pembangunan baik pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia, sebagai upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebenar-benarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Salah satu prinsip penting dalam tata pemerintahan yang baik adalah transparansi terhadap keuangan Desa. Untuk memegang dan melaksanakan prinsip ini, maka harus selalu diterapkan dalam mengatasi setiap masalah keuangan desa. Salah satu contoh penerapan misalnya adanya bukti papan laporan keuangan masukan dan pengeluaran desa didepan kantor desa. Bukti adanya papan laporan itu adalah sudah menjadi keterbukaan perangkat desa terhadap masyarakat desa. Namun sayangnya ada dibeberapa desa yang tidak memiliki laporan papan tersebut. 

Pada dasarnya, desa merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki batas wilayah dan wewenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan. Pemerintahan desa dalam hal ini kepala desa dan para aparatur desa yang memiliki tanggungjawab terhadap keberlangsungan hidup masyarakat desa, dalam menjalankan tugasnya pemerintah desa memiliki legitimasi yang termaktub dalam UU No. 6 tahun 2014 tentang desa yang mencakup perihal mekanisme pengelolaan desa beserta masyarakat desa.

Fakta telaah badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI terhadap hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2015 sampai dengan semester 1 tahun 2018 pada 80 Kabupaten, 5 Kota dan 1.006 Kecamatan pada 33 Provinsi seluruh Indonesia, menemukan adanya beberapa permasalahan pada aspek pembinaan pengelolaan Dana Desa (DD), antara lain belum adanya regulasi penyelenggaraan dan pembinaan aparatur desa yang lengkap, mutkahir dan sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi.

Dalam management keuangan desa sering kali masalah yang dihadapi adalah ketidak adaan efektivitas, efesiensi, prioritas, serta kebocoran dan penyimpangan juga rendahnya profesionalisme. Memanegement keuangan desa yang baik berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan kepemerintahan desa. Selain itu, desa juga memiliki sumber keuangan yang sifatnya formal yakni APBD dan ADD melalui Anggaran Pendapatan Belanja Desa. APBD dianggarkan berdasarkan musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan yang diusulkan oleh kepala desa. Antara APBD dan ADD harus memiliki sinergitas untuk menghindari penganggaran ganda, tentu yang memiliki peran di sini dalam meminimalisir anggaran ganda adalah pemerintah daerah.

Program pembangunan jalan desa memerlukan anggaran yang besar sehingga alokasi APBD yang memiliki titik fokus pada pembangunan skala besar, sementara ADD untuk pembangunan jalan lingkungan di desa. Sekilas penapaktilasan perihal mekanisme kerja pemdes dalam pembangunan jalan desa. Namun sayang nya Fenomena pembangunan atau perbaikan jalan di desa memiliki cerita tersendiri yang tidak selamanya berujung manis terhadap masyarakat desa pada umumnya, akses jalan yang memadai misalnya masih kebanyakan hanyalah sebuah mimpi bagi mereka. Seperti yang terjadi di beberapa desa di salah satu kabupaten yang terbilang memiliki teritorial yang luas di Sumatera Utara, Yaitu Kabupaten Padang Lawas Utara kec. Ujung Batu. Secara ekonomi, desa dikepung dengan komersialisasi ekonomi yang melumpuhkan kegiatan ekonomi tradisional di perdesaan. Sementara itu, secara sosial, jaringan kekerabatan dan kultur saling membantu telah dikikis dengan sistem ekonomi pasar yang mendasarkan relasi antar individu dengan basis kalkulasi material. Oleh karena nya, asas-asas dalam pengelolaan perlu diterapkan.

Prinsip atau asas tranparansi sendiri adalah sikap membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memproleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang pengelolaan keuangan desa dalam setiap tahapannya, baik dalam perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan anggaran, pertanggung jawaban, maupun hasil pemeriksaan, dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia desa. 

Prinsip berikutnya yang harus dilaksanakan bersamaan dengan transparansi adalah prinsip memegang akuntibilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyeleggaraan pemerintah desa, khususnya pengelolaan keuangan desa harus dapat dipertanggung  jawabkan  kepada masyarakat, sehingga menimbulkan kepercayaan masyarakat desa terhadap aparat desa yang bertanggung jawab.

Tugas dan tanggung jawab pelaku (pengelola) anggaran desa. Tentunya masing-masing mempunyai peran dalam pengelolaan Dana Desa (DD) seperti peran kepala Desa sebagai pemegang kekuasaan kekuasaan pengelolaan anggaran desa dan mewakili pemerintah Desa dalam kepemilikan kekayaan milik desa yang dipisahkan, Sekretaris Desa bertindak selaku coordinator pelaksana teknis pengelolaan anggaran desa, Kepala Seksi bertindak sebagai pelaksana kegiatan sesuai dengan bidangnya serta Bendahara Desa dijabat oleh staf pada urusan keuangan.

Namun sayang nya, di Desa Jambu Tonang kec. Ujung Batu Kab. Paluta, bahwa ketidak ada keterbukaan, transparansi kepala desa kepada masyarakat desa, bahkan banyak dari masyarakat yang tidak mengetahui adanya aparat desa selain kepala desa selama beberapa tahun kebelakangan. Juga ketidak adanya keterbukaan anggaran desa yaitu Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) dan juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ,oleh kepala desa terhadap masyarakat desa, sehingga masyarakat desa tidak mengetahui pemasukan serta pengeluaran desa tiap tahunnya, juga mengakibat kan kecurigaan masyarakat desa terhadap kepala desa terkait pengelolaan anggaran desa. 

Jika sudah tidak ada keterbukaan, transparansi Kepala Desa terhadap masyarakat Desa, atau bahkan keselewengan dalam menggunakan status nya selaku kepala desa, seharusnya sudah di panggil oleh pihak Badan Permuswaratan Desa (BPD) Sebab tugas BPD bukan hanya sekedar mengawasi kinerja nya kepala desa, karena selain itu BPD juga adalah penyambung lida masyarakat, juga mengawasi bagaimana dana yang ada dimanfaatkan untuk program program yang sesuai dengan apa yang telah disusun desa sekaligus mengawasi berjalannya proses realiasi program, BPD pula yang diharapkan mampu menciptakan kepatuhan dari perangkat teknis desa agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan dan juga jangan sampai mala kong kali kong dengan kepala Desa. 


Penulis : Roma Riski Siregar

Penggerebekan Tempat Pesta Narkoba, Ketua Pemuda muhammadiyah Pagar Merbau Apresiasi Polresta Deli Serdang

By On August 28, 2020


Haranews.com|•
Ketua Pemuda Muhammadiyah Pagar Merbau Fajar Bagus Prabowo mengapresiasi kinerja Polri dalam hal ini Polresta Deli Serdang, karena pihak Polresta Deli Serdang telah berhasil melakukan penggerebekan tempat pesta narkoba di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Pagar Merbau pada Kamis (27/8/2020) lalu.


"Hari ini Saya membaca berita dari dessernews.com bahwa semalam pihak Polresta Deli Serdang berhasil menggrebek tempat pesta narkoba dan menangkap 6 orang tersangka". Ucap Bagus.


Dalam situasi pendemi covid 19 aparat kepolisian tidak juga melupakan tugasnya untuk memberantas tindakan penyalahgunaan narkoba. 


Bagus mengatakan, Pemuda Muhammadiyah Pagar Merbau akan membantu pihak kepolisian yang dalam hal ini Polsek Pagar Merbau dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. 


"Perbuatan yang munkar harus cepat di berantas. Tidak cuma narkoba, perjudian pun harus di berantas dari Kecamatan Pagar Merbau". Tegas Bagus.


Pihaknya, menjelaskan bahwa setidaknya dari kasus penggerebekan pesta narkoba tersebut pihak kepolisian sudah menyelamatkan generasi muda untuk tidak menyalahgunakan narkoba. 


"Sebagai generasi muda kami sangat bersyukur dari apa sudah dilakukan oleh pihak kepolisian, sehingga hal ini dapat menyelamatkan generasi muda terhindar dari pemakaian barang haram tersebut," jelas Bagus.


Bagus juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Pagar Merbau untuk mendukung kinerja kepolisian. Menurutnya pemberantasan narkoba ini harus lebih dipertegas demi menyelamatkan generasi masa depan Indonesia.


"Pemberantasan narkoba sekarang bisa menyelamatkan semua kalangan, tidak hanya generasi muda, sehingga kedepan Indonesia secara keseluruhan terbebas dari narkoba," pungkasnya.(Red:Jodi)

Sebagai Typist Buku AKBP Ikhwan Lubis KAPOLRES Pejuang Duafa Kader HMI Medan Mendapat Apresiasi

By On August 27, 2020

(Kapolres Batu Bara/ AKBP Ikhwan Lubis SH, MH dan Wahyu Nur Sodiq S.Sos)

Batubara|Haranews.com•|Wahyu Nur Sodiq, S.Sos menyatakan bangga kepada Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis SH, MH yang mendapat kesempatan duduk dan foto bersama di ruang kerja Kapolres Batu Bara serta menjelaskan tentang pengalaman selama menggarap buku AKBP Ikhwan Lubis Kapolres Pejuang Duafa di Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh.

     

Hal tersebut disampaikan Wahyu Nur Sodiq, S.Sos Kader HMI Medan usai bertemu dengan Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis, SH, MH  di ruang kerjanya Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis SH, MH setelah peluncuran Buku Kapolres Pejuang Duafa Rabu 26/08.

     

Wahyu menjelaskan bahwa ia harus bekerja keras selama dua minggu sebagai typist atau juru ketik dan menyusun isi buku dan menata foto-foto sesuai tulisan yang dikirim penulis Syaiful Syafri, karena pengiriman tulisan tidak serta merta, melainkan bertahap dan tidak kenal waktu kata Wahyu.

     

Usai pekerjaan Typist penulisan buku, Wahyu menjelaskan minggu berikutnya harus melakukan perbaikan atas koreksi alih bahasa dari M.Arifin S.Pd, M.Pd maupun berbagai koreksi dari Prof. Dr. Milfayeti MS Guru Besar Unimed termasuk dari Drs. Perapat Gultom, M.SIE, PhD alumni Universitas ternama Amerika yang juga Dosen Pascasarjana USU dan Dr. Moh. Yusri akedemisi UMSU katanya.

   

Senangnya dibantu oleh desainer cover yaitu Ari Gunawan, ST  dan pengiriman foto-foto dari Purnomo dan Ahmad Yani, SH tegasnya. Wahyu juga menegaskan bahwa ia telah menyelesaikan typist buku yang ke empat untuk buku Kapolres Pejuang Duafa, tiga lainnya yaitu Buku Irjen Pol Agus Andrianto Sang Pemimpin Pemersatu Keberagaman, Impian Bupati Zahir Sianak Petani dan Zahir Membangun Batu Bara antara Potensi dan Tantangan. 


Kesemua buku yang telah digarap merupakan buku yang bisa menjadi bahan pembelajaran mata kuliah prilaku organisasi pada jurusan S1 Manajemen, S2 Manajemen Pendidikan dan mata kuliah Kepemimpinan serta Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jelas Wahyu.(Red:Jodi)

Founder Korma Preneur sebut Rektor UIN SU dan Tokoh Mahasiswa UIN Sumut

By On August 25, 2020

(Rektor UIN SU/ TGS. KH. PROF. DR. Saidurrahman, MA & DR (c) M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom)

Medan|Haranews.com|•Komunitas Remaja Masjid Preneur (Korma Preneur) bung Muhammad Mas'ud Silalahi memberi apresiasi terhadap Rektor UIN SU TGS. KH. PROF. DR. Saidurrahman, MA akrab di sapa Pak TGS & DR (c) M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom, Komunitas Santri, bagi mahasiswa akrab di sapa (eks) komandan.


Menurut Founder Korma Preneur sosok Rektor UIN SU TGS. KH. Prof  DR. Saidurrahman, MA adalah seorang yang arif dan bijaksana, seorang pemimpin yang memiliki jiwa kesatria dan penuh dengan tanggungjawab serta memiliki visi besar untuk membangun Bangsa Indonesia melalui UIN SU.


Seperti yang kita tahu realitas beliau selama ini dalam membangun UIN SU begitu sangat memiliki kemajuan pesat dalam pembangunan insprastruktur serta membangun SDM Mahasiswa UIN SU yang unggul di berbagai lini kehidupan, seperti Sains dan Teknologi yang terbarukan.


Begitu juga DR (c) M Yoserizal Saragih, M.I.Kom para mahasiswa UIN SU biasa memanggil akrab dengan sebutan ''komandan'' begitu sangat berkharismatik dan memiliki ketajaman spiritual dalam kaca mata bathin. Juga dikenal sebagai seorang sosok yang sangat sederhana, berbicara dengan tulus dan ikhlas serta selalu melakukan gerakan yang lebih pada penguatan, perdamaian, kedamaian dan mendamaikan.


Beliau memiliki ciri khas non sekte atau dianggap selalu menjadi jalan tengah bagi kelompok mahasiswa yang memiliki perbedaan sudut pandang di lapangan atau dalam hal perselisihan pendapat dalam menentukan arah perjuangannya juga dianggap sebagai suhu atau tokoh spiritual yang terus menjaga konstalasi sekte-sekte dan perdebatan panjang di kalangan mahasiswa, pemuda atau milenial dan beliau juga pernah sebagai Komisi Pertahanan dan Keamanan DPD KNPI Sumatera Utara, KNPI Kota Medan, KNPI Kab Serdang Bedagai.


Lanjut Founder Korma Preneur, untuk itu saya patut memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap kedua Tokoh tersebut yakni TGS. KH. PROF. DR. Saidurrahman, MA (Rektor UIN SU) dan DR. (c) M Yoserizal Saragih, M.I.Kom karena dalam hal ini kontribusi mereka sangat besar untuk menjaga konstalasi Nasional dan Regional Sumatera Utara dalam mengembangkan narasi Nasional dengan tetap mengakomodir kearifan lokal untuk terus menjaga Kerukunan, Kebangsaan dan terus menjalin Kolaborasi antar lintas lembaga institusi, lintas mazhab, lintas budaya, dan kelompok masyarakat.


Silaturrahmi yang baik antar kedua Tokoh tersebut menurut saya mengandung pesan moral dan spiritual yang sangat khas terhadap kita generasi muda agar dapat terus membangun hubungan kekeluargaan, kekerabatan, persaudaraan yang baik apakah itu hubungan antar sesama umat beragama, sesama anak bangsa lintas etnis dan budaya dan lintas negara-negara pada tataran hablumminaullah wa hablumminannas. Terang Muhammd Mas'ud Silalahi


Artinya, saya juga mengambil hikmah dari sana bahwa apapun keadaannya kita harus saling kuat menguatkan, saling mendoakan kebaikan dan saling melindungi satu sama lain. Inilah suatu bentuk Kolaborasi yang baik saya kira dalam mengembangkan narasi Nasional sampai kepelosok negeri melalui para cendikiawan, akademisi dan para motor penggerak peradaban. 


Sehingga apa yang menjadi perdebatan panjang di akar rumput yang menyebabkan kedilematisan dan keputus asaan mereka dalam berbangsa dan bernegara melahirkan melody-melody yang menghidupkan, membangkitkan dan mensejahterakan. Apakah itu dari sisi psikologi, sisi ekonomi, sosial, budaya dan seterusnya. 


Semoga apa yang menjadi niatan, harapan, cita-cita dan do'a kita di ijabah Allah SWT Aamiin.., Indonesia Maju, Sumut Bermartabat, UIN SU Juara adalah tugas kita bersama.., Tutup Muhammad Mas'ud Silalahi Founder Komunitas Remaja Masjid Preneur.(Red:Tim)

Bagikan Paket Sembako,Pejuang Millenial Asahan:Merangkai Kepedulian Dengan Berbagi Kepada Sesama

By On August 21, 2020

(Pejuang Millenial Asahan)
Asahan|haranews.com|•Pejuang Millenial Asahan(PMA) bagikan Paket Sembako Sebanyak 300 paket kepada Masyarakat Asahan yang kurang mampu.(02/08/20)

Di Jum'at yang barokah, di Momen memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H bertepatan 2 Agustus 2020, Pejuang Millenial Asahan mengadakan kegiatan SOCIAL ROAD SHOW di 25 Kecamatan yang ada di Kabupaten Asahan.

Sebelum kegiatan Social Road Show Ketua PMA/ Sandi Pradana berkordinasi kepada kawan-kawan ketua PMA se-Kecamatan yang ada di Asahan agar dapat berkumpul membantu untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu di kecamatan masing-masing.


Pada kegiatan ini, kumpulan anak muda ini bagikan beras kepada masyarakat di 25 Kecamatan di Kab. Asahan dengan Tema “Merangkai Kepedulian Dengan Berbagi Kepada Sesama”.


Menyikapi hal tersebut Pejuang Millenial Asahan menunjukkan kepeduliannya untuk mengurangi beban ekonomi bagi warga yang kurang mampu, Target utama adalah keluarga yang kehilangan nafkah utama akibat virus korona."ujar sandi/ketua PMA Asahan

“Insya Allah, pada Tahun Baru Islam ini kita tetap bisa berbagi dan mudah-mudahan menjadi motivasi bagi yang lain”, ungkapnya.

Kita berharap kegiatan berbagi seperti ini akan terus kita lakukan kepada masyarakat, serta Millenial harus ikut andil dalam mensejahterakan masyarakat dan dapat terjun langsung ke lapangan bukan hanya sekedar diskusi."tutupnya

(Red:Syahbana)

KESADARAN DAN KEPEDULIAN TERHADAP WABAH COVID 19

By On August 18, 2020

KESADARAN DAN KEPEDULIAN TERHADAP WABAH COVID 19

Haranews.com|•Pandemi virus corona atau covid-19 yang mewabah di seluruh penjuru dunia telah berhasil mengubah tatanan kehidupan masyarakat luas. Guna mencegah penyebaran yang lebih luas, masyarakat diimbau bahkan dipaksa untuk tetap tinggal dirumah.

Di tengah pandemi yang melanda, kini setiap orang harus menjalankan kegiatan yang awalnya tidak biasa atau abnormal menjadi sesuatu yang normal atau umum. Hampir semua negara mewajibkan warga negaranya untuk tidak pergi keluar rumah. Mulai dari sekolah, bekerja, bahkan beribadah pun tetap harus dirumah saja. Apalagi hingga kini, tidak ada satu orang pun yang mampu menjawab dengan pasti kapan pandemi ini akan berakhir, ditambah lagi vaksin maupun pengobatan efektifnya juga belum bisa ditemukan.

Perubahan-perubahan tersebut tentu sangat berpengaruh pada banyak sektor. Dan yang paling dirasakan adalah sektor ekonomi. Pasalnya, perubahan aktivitas tersebut membuat dunia usaha sepi, seperti transportasi online, perusahaan retail, dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu, tinggal dirumah bukan lagi sesuatu yang bisa diterapkan demi terjaganya keseimbangan perekonomian. Lalu indonesia melalui juru bicara penanganan covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona (covid-19) dengan tatanan baru dan mulai melonggarkan kebijakan terkait mobilitas warganya.

Katanya, "Sekarang satu-satunya cara yang kita lakukan bukan dengan menyerah tidak melakukan apapun, melainkan kita harus jaga produktivitas kita agar dalam situasi seperti ini kita produktif namun aman dari covid-19, sehingga diperlukan tatanan yang baru," 

Di sinilah, terciptanya istilah new normal atau normal baru yang akan diimplementasikan.

Lantas, apa dan seperti apa normal baru itu? Apa yang harus kita lakukan di tengah normal baru?

Bila merujuk wikipedia, new normal atau normal baru adalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk pada kondisi-kondisi keuangan usai krisis keuangan 2007-2008, resesi global 2008-2012, dan pandemi covid-19.

Sejak itu, istilah tersebut dipakai pada berbagai konteks lain untuk mengimplikasikan bahwa suatu hal yang sebelumnya dianggap abnormal menjadi umum.

Dalam kaitannya dengan pandemi covid-19, ketua tim pakar gugus tugas percepatan penanganan covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan new normal merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal, tetapi dengan ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan covid-19.

Dikutip dari World Health Organiation (WHO), untuk menghentikan penyebaran covid-19, kita semua memiliki peranan masing-masing, yaitu:

Jika kurang sehat, dirumah saja.

Jika kamu merasa kurang sehat, lakukan karantina mandiri dengan tetap dirumah saja dan pantau kondisi kesehatan kamu dengan mengikuti anjuran kesehatan. Kalau kamu susah bernapas, segera minta pertolongan medis.

Jadilah panutan

Tunjukkan kepada orang lain pentingnya membersihkan/mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, bersin dan batuk pada tisu atau siku yang terlipat, mengenakan masker, menjaga jarak fisik dengan orang lain setidaknya 1 meter, dan rajin membersihkan atau mendisinfeksi benda-benda dan permukaan yang sering disentuh.

Waspadai berbagai tngkat resiko di tempat-tempat berbeda

Covid-19 lebih mudah tersebar di beberapa tempat tertentu, seperti tempat ramai yang penuh dengan orang berdekatan, tempat sempit yang banyak orang berbincang dalam jarak yang dekat, dan ruangan yang terbatas dan tertutup dengan ventilasi udara yang buruk.

Di masa normal baru ini, kita hanya perlu lakukan. Jangan hanya bicara.

Kita dapat tetap sehat dan melakukan berbagai tindakan yang memungkinkan bagi kita untuk membantu menghentikan penyebaran covid-19 dimanapun kita berada, karena orang lain mungkin tidak dapat melakukannya. Sebagian orang lebih rentan terjangkit covid-19 karena mereka tidak dapat melakukan tindakan pencegahan dengan mudah.

Sebelum covid-19 melanda, kita mungkin tidak pernah mempertimbangkan sedekat apa kita berdiri, duduk, atau berjalan dengan orang lain. Kita semua telah melakukan berbagai pengorbanan selama beberapa bulan terakhir demi melindungi keluarga dan masyarakat. Upaya kolektif ini telah membuat perbedaan yang besar.

Pertempuran melawan covid-19 ini masih jauh dari selesai. Pandemi ini masih akan terus berlanjut hingga ditemukannya vaksin atau pengobatan efektif. 

Meskipun pembatasan mulai dilonggarkan, covid-19 masih belum hilang. Kita harus tetap melindungi diri satu sama lain. Karena covid-19 hnya menunggu waktu, menunggu kita lengah. Jadi, terus terapkan tindakan pencegahan.


Penulis Al Amin Hidayat Marpaung, Nurul isnaini, Cut Dea Mahroza/ KKN DR 39 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

CARA TERBAIK MENYIKAPI VIRUS CORONA MENURUT PANDANGAN ISLAM

By On August 18, 2020

CARA TERBAIK MENYIKAPI VIRUS CORONA MENURUT PANDANGAN ISLAM


Kamis (19/3/2020), Ustadz Setyadi Rahman dalam khutbahnya mengatakan pandemi mesti dianggap sebagai ujian dari Allah SWT. Hal ini sejalan dengan FirmanNya yang berkata:


“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian/cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’ [21]: 35).

Lebih lanjut sikap terbaik menghadapi ujian berupa serangan virus korona itu yakni:


Pertama, berikhtiar dan menghindarinya dengan memperhatikan hukum kausalitas Sunnatullah. Misalnya, kita harus mencuci tangan ketika akan makan atau minum atau baru datang dari bepergian.


Kedua, kita bertawakkal sepenuhnya kepada Allah setelah berikhtiar. Bahkan kita yakin sepenuhnya atas usaha sungguh-sungguh dalam menanggulangi pandemi COVID-19. Hal ini sebagaimna firman Allah SWT:


“Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal. Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada seorangpun yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang bisa menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah hanya kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.” (Qs Ali Imran: 59-60).


Penulis Nurul Hidayah KKN DR 151 UINSU Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Manajemen Dakwah

Silaturrahim ke TGB : Tim Ustadz Pemenangan Dr Haji Anton Achmad Saragih Minta Doa Restu

By On August 18, 2020

(Tim Ustadz pemenangan Haji DR. Anton Achmad Saragih dan Rospita Sitorus dalam silaturrahim ke Tuan Guru Batak (TGB) di Pondok Persulukan Simalungun.)

Simalungun|Haranews.com|•Tim Ustadz Kabupaten Simalungun Pemenangan H Anton Saragih dan Rospita Sitorus [TU-ASRI] bersilaturahim ke Majelis Zikir Pondok Persulukan Serambi Babussalam Simalungun.(Selasa/18/8/2020)


Dalam kunjungan ini tim Ustadz langsung diterima oleh Tuan Guru Batak (TGB) Syekh DR Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk MA. Kepada wartawan Kordinator Ustadz pemenangan Dr Haji Anton Saragih dan Rospita Sitorus "HARUS" ini yakni Ustadz Abdurrahman Sitanggang menyampaikan bahwa kunjungan silaturahmi ini dalam rangka meminta doa dan dukungan kepada Tuan Guru dalam rangka pemenangan Haji Dr Anton Achmad Saragih dan Rospita Sitorus "HARUS" menjadi Bupati dan wakil bupati kabupaten Simalungun periode 2021-2024 


"Kita semua tahu bahwa Tuan Guru Batak dengan majelis pondok persulukan-nya ini sering mendapat kunjungan dari para tokoh-tokoh bangsa mulai dari Presiden, para tokoh nasional, jenderal-jenderal, kepala daerah, Gubernur, Bupati dan Walikota dan para politisi bahkan para ulama-ulama, cendikiawan, telah mengunjungi dan berziarah ke tuan guru di pondok ini." Ungkap Ustadz Abdurrahman Sitanggang didampingi perwakilan Ustadz lainnya.


"Ini artinya bahwa pondok ini banyak keberkahan, karena tokoh-tokoh sering berkunjung kesini meminta spirit dan doa agar kiranya hajat-hajat terkabul. 

Untuk itulah kami para tim Ustadz [TU-ASRI] datang meminta doa restu kepada Tuan Guru, agar di majelis zikir ini kami di-doakan untuk berjuang sepenuh hati untuk memenangkan H Anton Achmad Saragih Dan Rospita Sitorus "HARUS" menjadi Bupati dan wakil bupati kabupaten Simalungun periode 2021-2024." Lanjut Ustadz Abdurrahman Sitanggang.


Kemudian ditanya apa dasarnya dan motivasi membentuk tim Ustadz pemenangan ini, Ustadz Abdurrahman menjawab bahwa tim Ustadz ini terbentuk murni kesadaran kami para Ustadz, mulai dari Ustadz Kampung dan juga Ulama karena melihat profil dan rekam jejak Bapak H Anton Achmad Saragih yang dalam pandangan dan pengalaman nyata menyaksikan bahwa beliau adalah seorang tokoh muslim yang soleh, beliau juga ketua IKEIS (Ikatan Keluarga Islam Simalungun), juga mampu berdakwah melaksanakan puasa sunnah senin-kamis, memahami kondisi Simalungun, memiliki Ilmu, leadership dan manajerial serta punya integritas, nasionalisme yang tinggi dan terlebih sangat merakyat.


Sedangkan Rospita seorang tokoh perempuan yang sudah populer, 2 kali anggota DPRD kabupaten Simalungun, memahami problematika dan seluk beluk persoalan simalungun dan akan melengkapi pasangan pelangi yang diharapkan mampu membangun simalungun yang majemuk dan lebih maju.


Kepada wartawan juga Ustadz Abdurrahman menegaskan bahwa tim Ustadz sudah mulai berjalan dari beberapa hari yang lalu masuk ke nagori-nagori bersilaturahim ke tokoh agama dan tokoh masyarakat, ke perwiritan, sholat berjamaah ke masjid-masjid dan melakukan dialog dengan jamaah dan masyarakat dalam rangka sosialisasi tentang profile Haji Dr Anton Achmad Saragih. 


Saat bersamaan Tuan Guru Batak menjelaskan bahwa kehadiran tim Ustadz ini semakin menguatkan kepada masyarakat bahwa ada calon Bupati yang memiliki semangat religiutas, nasionalisme, dan leadership yang diharapkan mampu membangun Simalungun lebih maju. 


"Bapak Dr Haji Anton Achmad Saragih ini sudah merupakan keluarga dipondok Persulukan oleh karenanya kehadiran tim Ustadz ini untuk meminta doa restu kiranya dapat terkabul. Pondok ini sejak dari dulu merupakan rumah besar umat, rumah besar anak bangsa, rumah kerukunan, rumah keragaman, rumah cinta dan menjadi suluh serta perekat bangsa. Jadi siapapun senantiasa kita doakan, apalagi pak Haji Anton Saragih yang sudah merupakan keluarga besar dipondok ini." Ungkap Tuan Guru


TGB juga berpesan kepada tim atau relawan Ustadz pemenangan Haji Dr Anton Achmad Saragih dan Rospita, agar ikhlas bekerja memegang prinsip dakwah bil-hikmah, menjaga kerukunan, perdamaian dan mengedepankan persaudaraan kebangsaan. "Jangan karena politik pilkada persaudaraan jadi rusak." Tutup Tuan Guru Batak yang juga dosen (S3) program Doktor UINSU.(Red:Tim)

Strategi Dakwah di Masa Pandemi Covid-19

By On August 17, 2020

 Strategi Dakwah di Masa Pandemi Covid-19

Haranews.com|•Dakwah merupakan Proses penyampaian pesan kepada khalayak atau masyarakat dengan mengikuti petunjuk Allah Swt dan Rasulnya, untuk menyeru kepada kebaikan agar mereka kembali kepada Allah swt yang mereka sembah dan tempat mereka meminta pertolongan.

Dengan maraknya wabah covid-19 ini sebagai pandemi, yang telah tersebar ke berbagai negara tak terkecuali indonesia. Maka pemerintah indonesia memberlakukan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan diluar rumah baik dalam kegiatan keagamaan. Pendidikan dan lainnya untuk mencegah dan memutus rantai covid-19 ini agar virus tidak tersebar dan meluas. Seiring berjalannya waktu tinggal dirumah saja tidak bisa selamanya diterapkan untuk menjaga keseimbangan perekonomian. maka pemertintah menerpakan kebijakan new normal atau tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, tidak berkumpul di keramaian, guna mencegah terjadinya penularan.

Dengan adanya pandemi covid-19 seharusnya tidak menghalangi gerakan dakwah, justru sebaliknya, pendakwah dituntut untuk lebih kreatif dalam melakukan kegiatan berdakwah di era New normal ini. Ada empat metode yang bisa digunakan untuk berdakwah di masa pandemi ini.

Pertama, dakwah fardiyah, yaitu melakukan kegiatan dakwah kepada mad’u dalam jumlah yang sedikit. Hal ini bisa menjadikan kegiatan dakwah tetap dapat dilaksanakan dimasa sekarang ini, karena kegiatan ini tidak melibatkan jamaah yang terlau banyak sehingga tetap mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah.

Kedua, dakwah bil-hal yaitu berdakwah dengan mengutamakan perbuatan yang baik dengan maksud agar penerima dakwah menjadikan da’i sebagai panutan dengan mengikuti perbuatannya. Karna dakwah tidak hanya semata – mata menggunkan perkataan. Hal ini juga dapat dijadikan opsi dalam berdakwah pada masa pandemi covid-19 ini.

Ketiga, dakwah bil kitabah atau berdakwah dengan tulisan juga sering di identikkan dengan dakwah bil “Qalam” merujuk pada firman Allah Swt yang terjemahannya : Nun, perhatikanlah Al-qalam dan apa yang dituliskannya. (QS Al-Qalam : 1).  Ditengah maraknya wabah covid-19 ini, dakwah bil-kitabah ini juga sangat efektif di gunakan pada masa pandemi ini, semenjak wabah ini masuk ke indonesia hampir semua kegiatan dilakukan di  rumah saja dengan menggunakan teknologi baik itu pekerjaan, belajar maupun hal lainnya. hal ini tentunya menjadi peluang terhadap da’i untuk mewarnai media massa sebagai sarana dakwah untuk menyampaikan pesan yang baik, teladan, moralitas yang baik serta memberikan pandangan yang positif terhadap wabah yang sedang terjadi pada saat ini agar masyarakat tidak resah dengan keadaan ini.

Keempat, dakwah virtual. Pada masa pandemi covid-19 ini dakwah menngunakan internet juga sangat efektif karna pesan pesan dakwah yang disampaikan oleh da’i dapat dengan mudah di akses di internet serta cakupan wilayah yang luas dan waktu yang tidak terbatas. Kegiatan dakwah dengan menggunakan internet ini juga bisa di siarkan secara langsung baik dengan aplikasi facebook, instagram, youtube, zoom yang sedang viral dimasyarakat dan aplikasi lainnya,. Dakwah virtual ini tidak seperti tabligh akbar yang mengumpul kan orang banyak dilapangan atau dimasjid dakwah virtual ini bisa kita ikuti walau hanya dirumah saja, dalam dakwah virtual audiens hanya butuh kuota dan jaringan saja untuk dapat melihat atau mengakses kegiatan dakwah. hal ini menjadikan media baru dalam berdakwah, untuk itu seorang da’i saat ini perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan tentang penguasaan teknologi dan sangat disayangkan jika da’i yang memiliki ilmu namun tidak dapat tersampaikan kepada masyarakat dimasa pandemi covid-19 ini. Hal ini juga untuk menujukkan seorang da’i juga tetap eksis berdakwah tanpa harus ketinggalan zaman.


Penulis : Rahmat Fauzi Mahasiswa UINSU Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Pemanfaatan Media Sosial Dalam Berdakwah di Masa Pandemi

By On August 17, 2020

Pemanfaatan Media Sosial Dalam Berdakwah di Masa Pandemi

Haranews.com|•Saat ini dunia sedang dilanda wabah Corona Virus Disease atau yang dikenal dengan singkatan Covid-19. Efek yang ditimbulkan karena adanya pandemi ini pun cukup signifikan. Mulai dari aspek kesehatan hingga perekonomian yang mulai melemah. Jumlah pasien pun terus bertambah setiap harinya. Hal ini membuat pemerintah bersikap tegas untuk mengimbau masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan dengan ketat. Beberapa perubahan dalam bersosialisasi pun terlihat. Banyak masyarakat yang akhirnya memilih memanfaatkan teknologi sebagai sarana berkomunikasi atau menyambung silaturahmi.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, penggunaan teknologi khususnya media sosial dianggap sebagai media yang paling efisien. Bukan hanya untuk berkomunikasi, tetapi pemanfaatan media sosial dan media online lainnya mulai digunakan di sekolah-sekolah, perkantoran, bahkan untuk berdakwah. Beberapa penceramah memilih menggunakan strategi dakwah melalui media sosial sebagai cara untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan tanpa harus bertatap muka.

Mengingat di era globalisasi saat ini, hampir semua masyarakat sudah menggunakan media sosial. Jadi memanfaatkan media sosial untuk berdakwah merupakan pilihan yang tepat dan cakupannya pun cukup luas. Bisa menjangkau siapa saja dan di mana saja. Memang, ada beberapa da’i atau penceramah yang sudah mulai menggunakan media sosial sebagai media dakwah bahkan sebelum Covid-19 muncul, seperti Ustaz Felix Siaw dan Taqy Malik, yang sangat aktif berdakwah di media sosial instagramnya.

Namun, pada saat pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan beberapa pemerintah daerah menerapkan lockdown, berbagai aktivitas yang mengharuskan tatap muka harus dihentikan demi menekan angka penyebaran Covid-19. Sekolah-sekolah harus ditutup, perkuliahan dihentikan, tempat wisata dan tempat-tempat yang mengundang khalayak ramai juga harus ditutup. Tidak terkecuali tempat ibadah (masjid), yang merupakan salah satu tempat untuk melakukan dakwah secara terbuka.

Dakwah sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan umat Muslim. Dakwah merupakan suatu ajakan, seruan, dan panggilan dari Allah SWT kepada umat Islam yang di dalamnya menyerukan tentang akidah, akhlak, dan syariat. Tujuan dakwah itu sendiri adalah mengajak masyarakat untuk terus berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan, demi mendapatkan rida Allah SWT serta kebahagiaan dunia dan akhirat.

Selama masa pandemi ini, dakwah merupakan salah satu cara untuk melakukan perubahan sosial di masyarakat. Masyarakat dianggap membutuhkan masukan-masukan secara spiritual yang baik, menenangkan, serta mengedukasi, khususnya mengenai Covid-19 saat ini. Tujuan utama berdakwah dalam masa pandemi ini adalah menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat harus beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

Kita juga bisa menyampaikan kepada masyarakat untuk sama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan tidak melakukan atau menghadiri acara-acara yang dinilai bisa mengumpulkan banyak orang. Masyarakat perlu diedukasi dengan baik agar tidak mudah panik menghadapi berita-berita yang beredar saat ini. 

Selain itu, fungsi dakwah yang lain adalah untuk menyebarkan pesan kebaikan sesuai dengan kondisi terkini. Kita bisa berdakwah mengenai bagaimana cara memupuk sabar dan ikhlas saat menghadapi musibah pandemi seperti sekarang ini. Sebagai pendakwah, tentu kita diharuskan untuk membangkitkan semangat ibadah, saling peduli satu sama lain, juga meningkatkan kualitas iman kita kepada Allah SWT.

Dengan adanya pandemi saat ini, membuka pandangan kita bahwa berdakwah bisa melalui media mana saja, termasuk media sosial. Beralihnya cara melakukan dakwah menggunakan media sosial seperti ini, bukan saja memberikan kesan kekinian, tetapi juga membuka segmen baru dalam berdakwah. Mengingat banyak anak-anak muda saat ini menggunakan media sosial, tentu berdakwah melalui cara ini dianggap sangat efektif. Kita tidak harus lagi datang ke majelis, cukup membuka media sosial, maka kajian keislaman pun dapat kita ikuti secara online dan mudah. 

Pandemi saat ini tidak akan bisa menghalangi kita untuk berdakwah atau mencari ilmu agama. Justeru dengan adanya pandemi ini, kita diberikan kesempatan untuk bisa semakin kreatif lagi dalam berdakwah. Dakwah tetap bisa dilakukan meski tanpa pertemuan langsung atau bertatap muka. Kecanggihan teknologi harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, khususnya dalam mencari dan mendalami ilmu agama. Semua ini dilakukan demi membumikan Al-Quran dan mengajak manusia pada kebenaran.


Penulis: Alfi Sahri Lubis

Dihari Hut RI Ke 75 Korma Preneur Jobodetabek Melakukan Baksos Kepada Masyarakat

By On August 17, 2020


Haranews.com|•Komunitas Remaja Masjid Preneur atau disingkat dengan (Korma Preneur) adalah lembaga keagamaan dan sekaligus lembaga enterpreneurship. Disamping membangun nilai-nilai spiritual keagamaan dan juga berwirausaha Korma Preneur juga bergerak dibidang sosial kemasyarakatan, yang berbasis kesalehan sosial seperti bantuan terhadap yatim, dhuafa dan seterusnya. Itu semua dijalani dari hasil hiuran anggota, dari beberapa persen keuntungan usaha dan juga ada yang dibantu oleh para dermawan yang menitipkan sebahagian rejekinya melalui Korma Preneur.

Seperti dhari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 Komunitas Remaja Masjid Preneur Jabodetabek yang dipimpin oleh Regia A. Wicaksana melakukan bakti sosial dan memberikan paket bantuan sembako terhadap masyarakat terdampak covid-19 di Jakarta (17 Agustus 2020)

Kegiatan ini juga dihadiri TNI-POLRI, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan Elemen lainnya.


Dalam keterangan persnya Regia A. Wicaksana Presidium MW Korma Preneur Jabodetabek mengatakan, di hari kemerdekaan ini kita dari Korma Preneur Jabodetabek melakukan bansos kepada masyarakat yang membutuhkan. 


Lanjut Regia, antusias ini dilakukan mengingat masyarakat yang terdampak covid-19 yang menimpa dunia termasuk di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Terang Presidium Korma Preneur Jabodetabek, saat memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia Korma Preneur melakukan kegiatan yang positif bagi warga sekitar Jabodetabek.

Saya hanya menjalankan arahan dari Founder Korma Preneur Indonesia yang juga menjadi Presidium Majelis Nasional Korma Preneur senior saya kakanda Muhammad Mas'ud Silalahi. Hal ini saya kira patut untuk dijalankan karena memang dimasa pandemi ini kita mesti menguatkan Gotong Royong, menghidupkan kepedulian atas sesama manusia dalam rangka mengamalkan kesalehan sosial juga dalam rangka menjaga memberikan dedikasi terhadap masyarakat akan bahayanya dampak covid-19 serta menghidupkan nilai-nilai religius ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang semakin dewasa ini. Tutup Presidium MW Korma Preneur Jabodetabek Regia A. Wicaksana


(Red:Tim)

Wow Ribuan Ikan Mati Akibat Dampak Bendungan Lau Simeme

By On August 17, 2020

Haranews.com.Belasan peternak ikan air tawar di kampung tengah Desa Rumah Gerat Kecamatan Sibiru-Biru, mendatangi kantor proyek pembangunan bendungan Lau Simeme yang letaknya tidak jauh dari kediaman warga,  kedatangan belasan peternak ikan ini untuk mempertanyakan tanggung jawab pihak proyek yakni PT Wika dan PT PP atas matinya kembali ikan-ikan peternak dikolam yang  kuat dugaan karena akibat tercemarnya  aliran sungai dampak pengerjaan proyek bendungan lau simeme,  pasalnya sebelum ada proyek tersebut selama bertahun-tahun ternak ikan mereka tidak pernah seperti ini  yang air nya menggunakan aliran sungai.



Namun kedatangan warga ini tidak di gubris pihak proyek dengan tidak menemui peternak ikan, peternak mengaku sebelumnya sudah berulang kali mereka mendatangi pihak proyek terkait matinya ikan-ikan mereka bahkan ada kesepakatan akan diganti rugi namun sampai saat ini hingga mati nya ikan-ikan pihak proyek malah tutup mata




Sadoko salah satu perternak ikan mengatakan “ pembangunan bendungan lau simeme yang tak ramah lingkungan membuat satu hingga tiga ton ikan kami mati dan membuat kami para peternak ikan gagal panen, dan pihak proyek Bendungan Lau Simeme tidak pernah tepati janji bahkan jika kami menuntut selalu dibenturkan dengan pihak keamanan  dan oknum tertentu yang membekap proyek tersebut” jelas sadoko




 Peternak ikan di sekitar proyek bendungan lau simeme berharap Pemerintah Daerah maupun pihak perusahaan PT Wika dan PT PP dapat turun kelokasi memperhatikan nasib para petani ikan yang mengalami kerugian puluhan juta rupiah.




Karena tidak satu pun pihak proyek menemui peternak ikan ini, akhirnya peternak ikan di kampung tengah desa rumah gerat ini kembali pulang dengan penuh kekecewaan.




Terpisah saat Tim Gabungan Media mengkonfirmasi hal tersebut pertama dilakukan kepada pihak PT Wika 'Deni melalui Via Seluler pada hari jumat (14/8/2020) yang sebelumnya ada mengirim sebuah rekaman vidio lewat WhatsApp,menjawab " Kami tidak tahu itu bang,coba abang telephone inisial J untuk hal itu.Ucapnya Deni.




Sementara untuk kontak phone J tidak ada,sehingga Tim menghubungi pihak Humas Yosep lewat Via WhatsApp hanya dilihat saja dan mencoba telephone lewat seluler namun tidak diangkat,sehingga sampai berita ini tayang belum ada keterangan dari pihak PT tersebut.


(Red/Tim)

Mengamputasi Moderasi Islam di Balik Penghapusan Konten “Radikal”?

By On August 16, 2020

Mengamputasi Moderasi Islam di Balik Penghapusan Konten “Radikal”? 

Oleh: Lela Masriyat Hasugian

Haranews.com|•Sejak awal pengangkatan beliau sebagai menteri agama memang sudah nyaring bersuara menangkal radikalisme dan mengajak Islam damai (Islam yang wajar-wajar saja). Bahkan dalam pelantikannya, Jokowi menegaskan tugas Menteri Agama (Fachrul Razi) mengatur urusan berkaitan dengan radikalisme, ekonomi umat, industri halal , dan terutama haji (www.cnbcindonesia.com/news/20191024) 

Sepak terjang Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menghapus konten-konten terkait ajaran radikal dalam 155 buku pelajaran agama Islam sebenarnya bukan sesuatu yang aneh dan bukan sesuatu yang baru. Sebelumnya, Kementerian Agama merevisi 155 buku pelajaran agama sejak September 2019 tentang Khilafah dan Jihad.

 kebenciannya pada Islam semakin jelas terlihat dari penghapusan buku yang dianggap radikal adalah buku pelajaran Agama Islam dan tak satupun buku agama lainnya. Hal ini dijelaskan oleh Fachrul Razi bahwa ratusan judul buku yang direvisi berasal dari lima mata pelajaran, yakni Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Alquran dan Hadis, serta Bahasa Arab.

Tujuan penghapusan konten “radikal” ini merupakan bagian dari program penguatan moderasi beragama. Menag katakan dalam buku agama Islam hasil revisi itu masih terdapat materi soal khilafah dan nasionalisme. Meski demikian, buku itu akan memberi penjelasan bahwa khilafah tak lagi relevan di Indonesia.


Sungguh ini sangat berbahaya karena telah menafikan khilafah sebagai bagian dari ajaran Islam yang bersumber dari Alquran dan Hadis. Akan mehilangkan Khilafah bagian dari fikih siyasi (politik) Islam dan akan menghapus Tarikh (sejarah) panjang Khilafah yang menjadi puncak peradaban Islam. Artinya penghapusan konten “radikal” di 155 buku pelajaran Agama Islam adalah penghapusan Ajaran Islam itu sendiri.


====


Dengan kata lain rezim ini anti-Islam.


Tak cukup sampai di sini, Fachrul menyebut program moderasi beragama lain yang dijalankan pihaknya adalah pelatihan bagi guru dan dosen, penyusunan modul pengarusutamaan Islam wasathiyah, madrasah ramah anak dan pembangunan rumah moderasi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) serta penguatan bimbingan perkawinan. 


Dalam sektor bimbingan perkawinan, Fachrul menitikberatkan pada persoalan kesehatan dan moderasi beragama agar kepala keluarga bisa mengajak anggotanya bersikap moderat.


Padahal kita tahu bahwa Islam moderat bagian dari rancangan penjajah untuk menghancurkan Islam kafah (akidah-syariah-dakwah). 


===


Islam moderat hanya mempercayai demokrasi sebagai sistem politik. Secara zahir, kampanye politik Amerika Serikat dilakukan untuk memaksa dunia Islam percaya dan mengadopsi demokrasi. Ketergantungan terhadap demokrasi secara otomatis memaksakan sekularisasi sehingga dunia Islam hanya meyakini Islam sebagai agama ruhiyah tanpa siyasiyah (politik).


Demokrasi menjadi mantra sakti Islam moderat yang harus dianut oleh dunia Islam. Tafsir tunggal demokrasi yang ‘maha benar’ inilah yang menyebabkan friksi, bahkan konflik. Bagaimana tidak, jika aturan dan ritme politik selalu dibangun sesuai dengan selera dan syahwat pemilik kepentingan utama. 


Membajak Islam Kafah Atas Nama Moderasi


Moderasi Islam dikenal sebagai upaya menjadikan Islam yang pertengahan, yakni Islam yang lebih toleran, Islam yang tidak “kaku” dan dapat disesuaikan dengan zaman. Istilah moderasi Islam atau Islam moderat sendiri selalu dihadapkan dengan istilah Islam radikal, Islam fundamentalis, atau ekstremis, yakni Islam yang dilabeli fanatik, intoleran dan cenderung tak mau menerima perbedaan. Inilah yang dianggap menghambat kehidupan berbangsa di tengah heterogenitas yang ada di masyarakat Indonesia. 

Ditilik dari sejarahnya saja dapat dilihat bahwa istilah jalan tengah ini lahir dari peradaban sekuler. Niat untuk menghadirkan Islam dalam kerangka pikir sekuler jelas bukan langkah yang tepat. Sebaliknya, langkah ini justru merupakan langkah sistematis untuk menghapus ajaran Islam kafah.


Ketakutan bahwa Islam kafah menghambat persatuan pun hanyalah halusinasi, tak berpijak pada bukti empiris. Sebab, secara empiris Islam justru diterapkan dalam kondisi masyarakat yang sangat heterogen.


Jika mau sedikit saja menjernihkan pemikiran, menelaah fakta yang ada saat ini, akan terlihat jelas bahwa konflik antar suku, konflik antar agama, rasisme yang tumbuh subur saat ini, lebih disebabkan karena penerapan sistem sekuler kapitalis yang tak kapabel meredam seluruh perbedaan yang ada di masyarakat. Ketidakmampuan memadamkan konflik ini dipicu karena keengganan manusia mengadopsi sistem kehidupan dari Sang Pencipta.




Di belahan dunia manapun, demokrasi tidak bisa dijalankan tanpa kekuatan pemilik modal. Negara-negara kortopokrasi yang sekuler dan kapitalis tak akan pernah berpihak pada kehadiran Islam ideologis. Islam ideologis akan selalu dianggap sebagai common enemy, sebagai sumber konflik. 


Alhasil, stigmatisasi dan monsterisasi Islam politik menjadi artikulasi utama untuk mendepak kehadiran akidah siyasi Islam dalam percaturan politik. Dengan kata lain, Islam moderat adalah penghalang bangkitnya Islam kafah dalam naungan khilafah. 


Rasulullah telah memberikan pelajaran kepada kita yaitu agar dapat tetap menyampaikan dakwah walau dalam keadaan apapun teruslah sampaikan, sebarkan, dan luaskan.

 Tidak henti-henti menyebarkan dakwah ditengah-tengah umat adalah hal yang efektif untuk saat ini sebab tanpa dakwah kita akan hidup dengan ketidakada aturan dan tanpa aturan kita akan hancur ibarat jalan tidak berarah dan tidak berujung. Problematika yang kita hadapi saat ini semua itu diakibatkan oleh ulah manusia sendiri yang bersifat lemah, terbatas, dan serba kurang.   

Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan akibat perbuatan tangan (kemaksiatan) manusia supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan (kemaksiatan) mereka itu agar mereka kembali (ke jalan-Nya) (TQS ar-Rum [30]: 41).

Begitulah yang terlihat saat ini sungguh banyak perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan disitu pula seorang dai ustadz/ustadzah bergerak tidak diam dan tidak pula tutup mata seolah-olah tidak tahu dengan semua ini genjarkan dakwah agar meraka gentar karena sejatinya kebenaran akan terungkap.

Di tinjau dalam hal lain yaitu kasus di Indonesia, dalam ranah pendidikan, pemerintah bersemangat mengampanyekan moderasi Islam. Bahkan, konten-konten “radikal” dalam Pendidikan Agama Islam dihapus, direvisi atau di reposisi. Ajaran jihad dianggap menginspirasi terorisme. Harus ada tafsir ulang. Ajaran Khilafah tidak lagi dalam rumpun fikih, tetapi ditempatkan sebagai sejarah masa lalu.

bagaimana dengan hadis tentang Tajdid (Pembaharuan dalam Islam) dan kaitannya dengan arus modernisasi dan moderasi Islam?


Sebagaimana muslim yang bijak hendaknya dapat berpikir sebelum bertindak agar tidak terjerumus pada lembah kesesatan.


Wallahu a’lam bish-shawab.

Krisis Ekonomi Dimasa Pandemi

By On August 15, 2020

 Krisis Ekonomi Dimasa Pandemi

Haranews.com|•Pandemi covid-19 memberi pukulan keras terhadap perekonomian indonesia. Para pelaku ekonomi khususnya pengusaha menengah kebawah mulai kesulitan mengatur arus keuangan mereka. Bagaimana tidak, pendapatan menurun drastis karena minimnya konsumen. Bahkan tidak jarang kini kita lihat perusahaan-perusahaan melakukan pengurangan karyawan bahkan sampai menutup usaha mereka. 

World Health Organization (WHO) menyebutkan pandemi covid-19 mempengaruhi dunia usaha, bahkan badan pusat statistik mencatat total impor pangan pada tahun 2019 mencapai 40.926,444, 10.692,262, dan 2.670 ribu ton. Kelangkaan barang esensial dipasarkan domestik akibat terhambat impor akan memicu supply-push inflasi yang memukul daya beli masyarakat.

Pandemi covid-19 mengarah pada resesi, dan menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan sehingga investasi melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha. Perusahaan otomotif di bawah tekanan besar karena ketergantungan pada rantai pasokan global sehingga menghambat proses produksi, industri memberlakukan sistem pengurangan karyawan. Sektor pariwisata dan penerbangan yang sepi penumpang dikarenakan adanya kebijakan social distancing, serta ritel non makanan yang sepi pengunjung. industri perfilman yang mengurangi proses syuting, industri media dan pers yang terhambat mencari konten dan berita.

Ada beberapa kebijakan ekonomi pada masa pandemi, kebijakan perbankan yaitu POJK mengatur mengenai relaksasi atas restrukturisasi kredit kepada debitur yang terdampak penyebaran covid-19 baik perorangan, UMKM, maupun korporasi. Kebijakan pasar modal yaitu POJK bertujuan untuk memberikan pengecualian bagi pelaksanaan prinsip Keterbukaan di Pasar modal bagi emiten atau perusahaan publik yang merupakan lembaga jasa keuangan dalam rangka pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan serta menciptakan stabilitas sistem keuangan.

Kebijakan diindustri keuangan non-bank yaitu POJK memberikan kebijakan stimulus bagi IKNB yang diharapkan bisa menjaga stabilitas industri keuangan non bank dan memberikan keringanan bagi para debitur khususnya perusahaan lembiayaan dengan nilai di bawah Rp 10 miliar. Dan penerapan new normal mulai diselenggarakan oleh pemerintah tentu saja harus disikapi dengan bijak dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah dibuat.


Penulis: Dira Fadhilla Perangin-angin

 ETIKA DAKWAH ONLINE PADA MASA PANDEMI

By On August 15, 2020

 ETIKA DAKWAH ONLINE PADA MASA PANDEMI

(Nishfa Wardani Mahasiswi UIN SU)

Haranews.com|•Etika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, hak dan kewajiban moral (akhlak). Etika juga dapat diartikan sebagai nilai-nilai kebaikan yang tumbuh dalam masyarakat. Nilai yang dihasilkan akan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan bermasyarakat.

Setelah mempelajari asal-usulnya, sekarang kita berusaha menyimak artinya. Salah satu cara terbaik untuk mencari arti sebuah kata adalah melihat dalam kamus. Mengenai kata ‘etika” ada perbedaan yang mencolok, jika kita membandingkan apa yang dikatakan dalam kamus yang lama dengan kamus yang baru. Dalam kamus umum Bahasa Indonesia yang lama “etika” dijelaskan sebagai ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral). Jadi kamus lama hanya mengenal satu arti, yaitu membaca dalam Koran “Dalam dunia bisnis etika merosot terus”, maka kata “etika” di sini hanya bisa berarti “etika sebagai ilmu”. Tapi yang dimaksudkan dalam kalimat seperti itu ternyata bukan etika sebagai ilmu. Kita bisa menyimpulkan bahwa kamus lama dalam penjelasannya tidak lengkap. Jika kita melihat dalam KBBI yang baru, disitu “etika” dijelaskan dengan membedakan tiga arti : 1) ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak), 2) Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, 3) Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Dalam bahasa Arab, istilah etika dikenal dengan yang namanya akhlak, yang juga mempunyai makna yang sama yaitu sesuatu yang menjelaskan baik ataupun buruknya perbuatan manusia terhadap manusia lainnya.

Ketika dikaitkan dengan dakwah, hal ini sangatlah berdampak besar. Mengingat dakwah islam haruslah dilaksanakan dengan serius dan dengan etika yang benar agar mad’u dapat dengan mudah merespon apa saja yang disampaikan oleh Da’i.

Dalam islam sendiri terdapat beberapa etika berkomunikasi yang baik yang dibangun dengan prinsip-prinsip islam yang memiliki ruh kedamaian, kelemahan dan kesalamatan yang berpedoman sesuai apa yang diajarkan dalam Al-qur’an dan sunnah Rasul. Istilah etika dalam berkomunikasi atau berbicara dalam islam dikenal dengan “Qaulan”, sedangkan dalam Bahasa Indonesia istilah “qaul” diartikan kata.

Menurut Ibnu Mandzur, “qaul” adalah Lafaz yang diucapkan oleh lisan baik maknanya sempurna ataupun tidak. Menurut definisi Ibnu Mandzur ini, maka “qaul” bisa berarti kata atau bisa juga berarti kalimat, karena kata yang maknanya sempurna dalam bahasa Indonesia disebut dengan kalimat. 

Selain mengandung makna, qaul adalah ucapan yang diucapkan oleh pembicara karena keinginan darinya. Qaul dalam Al-qur’an ditemukan cukup banyak ayat yang menggunakan istilah qaul. Secara umum, qaul yang terdapat dalam Al-qur’an bermakna kalimat dan digandeng dengan sifat tertentu.

Berikut ini beberapa qaul yang disebutkan dalam Al-qur’an :

Pertama, Qaulan Ma’rufan. Ma’ruf artinya kebaikan dunia maupun akhirat.ungkapan ini disebutkan empat kali dalam Al-qur’an dengan menampilkan empat peristiwa yang berbeda-beda. Empat ayat itu adalah surah al-baqarah ayat 235, surah an-nisa ayat 5, surah an-nisa ayat 8, dan surah al-ahzab ayat 32.

Misalkan saja dalam Surah al-baqarah ayat 235 memuat perintah Allah agar berkata dengan bahasa yang tidak vulgar untuk meminang wanita yang ditinggal mati suami atau dicerai oleh suaminya.

Yang dimaksud dengan qaulan ma’rufan dalam ayat diatas adalah mengucapkan bahasa sindiran yang tidak menyakiti dan menyinggung perempuan yang masih dalam suasana duka bahwa dia akan meminang perempuan itu setelah selesai ‘iddahnya.

Dapat disimpulkan bahwa qaulan ma’rufan adalah lafadz atau ungkapan yang baik, ramah, tidak kasar, tidak menyinggung perasaan orang, tidak kotor, dan tidak mengundang nafsu orang yang mendengarkannya untuk berbuat jahat.

Kedua, Qaulan Kariman. Qaulan kariman secara bahasa berarti perkataan yang mulia dan berharga. Lawan dari mulia dan berharga adalah murahan atau tidak punyai nilai. Ungkapan ini diabadikan oleh Al-qur’an pada surah al-isra ayat 23.

Allah SWT berfirman yang artinya “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.

Dapat disimpulkan bahwa qaulan kariman yaitu ungkapan yang mulia yang dibarengi dengan rasa hormat. Qaulan karima khusus digunakan saat kita berkomunikasi dengan kedua orang tua atau orang lebih dewasa dari kita.

ketiga, Qaulan  Balighan. Ungkapan qaulan balighan secara bahasa berarti perkataan yang sampai kepada maksud, berpengaruh dan berbekas kepada jiwa. Agar komunikasi yang disampaikan berbekas dan tepat sasaran hendaklah disampaikan dengan kata-kata yang efektif dan komunikatif. Kemudian disesuaikan dengan kadar intelektualitas komunikan dan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh mereka

keempat, Qaulan layyinan. Qaulan layyinan adalah ungkapan kata-kata yang disampaikan dengan lemah lembut. Dalam tafsir ibnu katsir dijelaskan bahwa qaulan layyinan adalah kata-kata sindiran.

Allah SWT Berfirman yang artinya “maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (fir;aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut”. (Q.S Ta-ha 20 ayat 44).

Ayat diatas adalah perintah Allah swt kepada nabi musa dan harus agar berbicara lemah lembut agar fir’aun merasa tersentuh dan jiwanya tergerak untuk menerima pesan yang disampaikan.

Qaulan layyinan berdasarkan data di atas merupakan strategi menaklukan hati yang keras dengan perkataan yang lemah lembut.

Kelima, Qaulan Sadidan. Ungkapan qaulan sadidan menurut bahasa berarti perkataan yang benar.ungkapan ini terdapat di dua tempat dalam Al-qur’an, yaitu di surah an-nisa ayat 9 dan di surah al-ahzab ayat 70. Dalam surah an-nisa (4) ayat 9 Allah berfirman yang artinya “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (Q.S an-nisa (4) : 9)

Fenomena dakwah belakangan ini semakin menarik, hal tersebut muncul seiring dengan perkembangannya teknologi yang semakin canggih dan sesuai dengan tuntutan zaman.

Di zaman millenial ini semua lini kehidupan sudah mulai memasuki era digital. Masyarakat ataupun mad’u sudah akrab dengan beragam aktivitas dalam dunia cyber. Seperti sudah tidak adanya lagi sekat yang menghalangi antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Seperti penggunaan sosial media, baik itu instagram, youtube, facebook, dan sebagainya untuk memudahkan penyebaran informasi dan komunikasi diantara sesama. Beragam kemudahan dapat diperoleh dengan menggunakan teknologi digital , begitu pula dengan hal mensyiarkan agama yang semata-mata untuk menyebarkan kebaikan atau berdakwah.

Mengingat masa sekarang Berdakwah tidak bisa dilakukan secara langsung, tetapi dengan adanya media cyber (online) dapat memudahkan para da’I dalam menyebarkan kebaikan (berdakwah).

Sebagai khalifah dimuka bumi ini, kita diwajibkan untuk berdakwah. Sebagaimana firman Allah  swt berfirman dalam Q.S Ali-Imran 3 ayat 104, yang artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. Ketika seorang muslim yang telah baligh dan berakal, baik laki-laki ataupun perempuan melakukan kewajiban dalam mengemban tugas dakwah.

Walaupun dalam keadaan pandemi seperti ini, tidak menghalangi para da’I untuk tetap melakukan proses dakwah, mengingat pada saat pandemi seperti masyarakat dihimbau untuk tetap selalu menjaga jarak dengan sesama agar dapat meminimalisir virus yang beerkembang. Dalam hal ini, dakwah dapat menggunakan atau memanfaatkan internet dengan aplikasi yang telah dilahirkan sebagai salah satu cara untuk menyebarkan pesan dakwah. Terdapat beberapa akun-akun dakwah oleh sekelompok orang atau individu untuk menyampaikan syiar islam, seperti akun instagram fuadbach, ust hanan attaki, ust Adi hidayat, ust Abdul somad. Dan masih banyak lagi para da’I yang menyiarkan agama islam melalui media sosial. Kemudian ketika berdakwah di media sosial para da’I dituntut untuk tidak menggunakan akun-akun sembarang atau palsu, dan hendaklah akun-akun tersebut berisi pesan-pesan kebaikan yang sesuai dengan Al-Quran dan sunnah rasul.

Covid 19 kini diketahui menjadi wabah yang sangat ditakuti umat manusia, karena penyebaran virusnya yang begitu mudah dan dapat terinfeksi melalui bersin atau batuk. Salah satu cara agar terhindar dari virus yaitu dengan menjaga jarak dengan orang lain. Hal tersebut adalah bagian dari sosial distancing. Kemudian hal lain yang dapat dilakukan yaitu dengan tidak menghadiri pertemuan dengan kapasitas masyarakat yang jumlahnya banyak, seperti festival, ibadah, konser, yang semata-mata agar virus tidak tertular terhadap yang lain.

Covid-19 hampir merubah tatanan kehidupan manusia, para da’i yang biasanya melakukan dakwah secara langsung dan sekarang dipaksa oleh keadaan untuk berdakwah ditempat masing-masing dengan tidak menghilangkan etika-etika berdakwah yang biasanya diterapkan dalam kegiatan dakwah sebelumnya.

Sasaran dakwah pada saat ini adalah beupaya agar dakwah masih tetap berjalan dengan menyampaikan pesan-pesan yang berisi kebaikan dan secara terus-menerus tersampaikan kepada mad’u baik itu melalui video, foto, ataupun tulisan. Hal ini tidak terlepas dari Etika dakwah dimedia sosial pada masa pandemi sekarang ini.

Gunung Sinabung Erupsi, KKN DR UIN SU Lakukan Galang Dana Meringakan Beban Warga

By On August 15, 2020

(Mahasiswa KKN DR UIN SU setelah lakukan Galang Dana)

Haranews.com|•Sabtu,08 Agustus 2020 kemarin masyarakat Sumatera Utara dikejutkan dengan peristiwa erupsinya Gunung Sinabung. Setidaknya ada empat wilayah Kecamatan yang terdampak dari paparan Abu Vulkanik Gunung itu. Yakni Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Merdeka, Kecamatan Naman Teran dan Kecamatan Berastagi. Adapun kerugian yang dialami oleh warga yaitu di sektor pertanian. Akibatnya warga mengalami gagal panen dan banyak tanaman yang mengalami kerusakan. Pos Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau kepada warga untuk selalu memakai masker dan pelindung diri guna terhindar dari paparan Abu Vulkanik tersebut.


Setelah mendengar peristiwa itu, beberapa Mahasiswa dari Forum Silaturahmi Lintas Kelompok KKN DR UIN Sumatera Utara berinisiatif melakukan kegiatan Galang Dana guna membantu meringankan beban para warga yang terdampak dari paparan Abu Vulkanik Gunung Sinabung. Para Mahasiswa/i ini pun berkumpul melakukan kegiatan Galang Dana pada hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2020 di Lapangan Merdeka, Medan.


Diketahui ada enam Kelompok KKN DR UIN Sumatera Utara yang ikut dalam kegiatan amal ini. Yakni Kelompok 153, Kelompok 111, Kelompok 99, Kelompok 22, Kelompok 29 dan Kelompok 95. "Kegiatan ini tidak ada sangkut pautnya dengan Situasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sedang kami jalani, karena kegiatan amal ini murni dilakukan karena inisiatif serta niat dari hati yang tulus dari para Mahasiswa/i, dan sudah memang kewajiban Mahasiswa untuk hadir membantu ditengah-tengah Masyarakat. Jadi memang ini tidak ada sangkut paut dengan Tugas KKN atau KKN yang sedang kami jalani." Tutur Ridho Ashaqi salah satu Ketua Kelompok KKN DR UIN Sumatera Utara yang ikut dalam kegiatan amal tersebut.


Ridho juga berharap niat baik dari Mahasiswa/i dapat memotivasi Mahasiswa/i lain yang tengah berada dalam situasi KKN dari rumah atau online. "Karena sejatinya tidak ada batasan bagi Mahasiswa untuk terjun ke ke masyarakat di tengah situasi pandemi asalkan sesuai dengan protokol kesehatan." Tegas Ridho lagi.


Nantinya, hasil dari Galang Dana ini akan disalurkan langsung ke Kecamatan yang terpapar Abu Vulkanik Gunung Sinabung. Baik berupa masker, alat pelindung diri atau dan juga sembako.

(Red:Tim)

Peran Media Elektronik Sebagai Bahan Mengajar Muda Milenial

By On August 15, 2020

Haranews.com|•Ditengah dampak pandemi sekarang ini kita dipaksa untuk memahami teknologi secara lebih luas, akan tetapi tidak semua kalangan dapat menerima situasi tersebut. Disinilah peran pemuda sangat dibutuhkan untuk mengambil alih guna merubah mindset mereka yang terkena dampak belajar daring dengan cara menyalurkan hobi bagi siswa/i melalui tontonan film inspiratif yang mudah diserap bagi kalangan awam.


Ditengah pandemi ini,  kita semua dipaksa untuk lebih paham akan teknologi, baik dari kalangan muda hingga para orag tua. Selain itu, kita juga dituntut untuk melakukan aktivitas diluar kebiasaan, contohnya saja seperti anak sekolah, mereka dipaksa untuk melakukan aktivitas belajar mengajar secara daring. Kegiatan ini tidak pandang bulu, baik dikota maupun didaerah pedesaan. 

Survei membuktikan kalangan yang hidup di daerah perkampungan yang jauh dari namanya teknologi, anak didik mereka tertidur didalam aktivitas weekend panjang, untuk itu pemuda sebagai agen of change  dipaksa untuk bisa merubah mindset negative yang mulai tertanam dipikiran siswa/i. Pemuda di tuntut untuk merubah mindset tadi sehingga mereka bisa mengikuti sistem belajar di era sekarang ini.


Dengan metode tontonan kalangan anak lebih tergiur untuk belajar, disini kita menyalurkan keinginan tersebut dengan mengadakan tontonan film inspiratif yang bisa mengedukasi secara lebih rileks. Contohnya tontonan film bernuansa islami kita pertontonkan supaya anak lebih paham dengan agamanya. 

mudah-mudahan bermanfaat...

Aminn ya Rabbal Alamin


Penulis Muhammad Rifqi Panjaitan Jurusan PGMI Fakulas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan/ KKN-DR 05 UINSU

DAKWAH DI TENGAH PANDEMI COVID-19

By On August 15, 2020

Haranews.com|•Dengan menyebarnya wabah virus corona membuat dunia menjadi semakin krisisnya kesehatan akibat tertular melalui saluran pernafasan dan kontak fisik. Oleh karena itu pemerintah selalu menghimbau untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. Dari hal yang kecil seperti menjaga kebersihan, memakai masker, menyediakan handsanitizer baik di rumah maupun berpergian diluar rumah. 


Peran seorang da’i dalam berdakwah menyampaikan pesan dakwah dengan keadaan yang sangat mengkhawatirkan tertularnya virus corona. Namun dengan adanya teknologi informasi seorang da’i bisa berdakwah melalui berbagai macam media yang saat ini sedang berkembang pesat di seluruh dunia.

Kegiatan berdakwah di tengah pandemi covid-19 menjadi tantangan seorang da’i dalam menyampaikan pesan dakwah baik secara langsung (tatap muka) maupun secara online.


Jika disuatu tempat masih dalam lingkaran zona aman bisa saja seorang da’i berdakwah untuk menerapkan metode dakwah tatap muka.  

Dakwah diartikan secara bahasa yaitu da’a, yad’u, da’watan yang berarti panggilan mengajak dan menyeru. Secara istilah dakwah merupakan menyeru dan mengajak kepada kebaikan untuk mengikuti apa yang di perintahkan oleh Allah SWT dengan keimanan yang kokoh sesuai dengan syariat islam.

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S. An-Nahl : 125 yang artinya “Serulah (manusia) kepada jalan tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tetang siapa yang tersesat dari jalan-nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatkan petunjuk.”


Tujuan da’i dalam menyampaikan pesan dakwah sebagai mengabdikan diri kepada Allah untuk melanjutkan risalah Rasullah SAW pada masanya. Kegiatan dakwah sangat mulia di hadapan Allah SWT untuk menghamakan diri dengan mewujudkan kebahagian dan kesejahteraan di dunia maupun di akhirat. Dakwah yang dicontahkan oleh Rasulullah SAW dengan berbagai macam cara baik secara kisan maupun tulisan bahkan perbuatan. 

Adapun dakwah yang di dalamnya memberikan pemahaman dengan berbagai macam metode dakwah. Pertama, dakwah fardiyah suatu metode dakwah yang pernah di lakukan seornag da’i dalam hal kebaikan lalu  di sampaikan kepada mad’u.

Kedua dakwah Bil-lisan merupakan pesan dakwah yang di sampaikan melalu lisan di depan umum yang biasa disebut dengan (ceramah). Ketiga Bil-Hal lebih meengedepankan aksi nyata dengan cara melakukan perbuatan yang baik. Keempat Bil-Hikmah suatu metode dakwah dengan arif dan bijaksana menyampakan pesan dakwah dengan tujuan pendekatan kepada objek dakwah.

MERAJUT ASA KEHIDUPAN UMKM DI TENGAH PANDEMI COVID 19

By On August 14, 2020

Haranews.com|•UMKM adalah usaha perdagangan yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi produktif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008.

Terdapat beberapa bagian UMKM berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ada beberapa kriteria yang dipergunakan, yakni sebagai berikut:

1. Usaha Mikro

Usaha produktif milik perseorangan dan/atau badan usaha perseorangan yang ​memenuhi kriteria usaha mikro yang diatur dalam undang-undang.

2. Usaha Kecil

Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan dilakukan oleh ​perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau ​bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik ​langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang ​memenuhi kriteria usaha kecil yang diatur dalam undang-undang.

3. Usaha Menengah

Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh ​perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau ​cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik ​langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan ​jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur ​dalam undang-undang.

 

 

Keunggulan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah:

Salah satu keunggulan yang utama adalah kemudahan dalam mengadopsi inovasi dalam bisnis, terutama dalam bidang teknologi. Adopsi teknologi terbaru menjadi lebih mudah dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis UMKM karena tidak memiliki birokrasi yang berbelit dan sistem yang rumit.

Selain kemudahan aplikasi teknologi, keunggulan dalam faktor hubungan antar karyawan karena lingkupnya lebih kecil, dan fleksibilitas untuk menyesuaikan bisnis dengan kondisi pasar yang dinamis.

Semenjak adanya pandemi covid 19 di indonesia sangat berdampak besar terhadap perkembangan UMKM, Pandemi virus Corona bukan hanya sekedar bencana kesehatan, virus yang dikenal sebagai Covid-19 ini telah menimbulkan kekacauan di sektor ekonomi. Tidak hanya industri besar, pandemi virus Corona telah membuat pelaku UMKM di Indonesia mulai gelisah. 

Terlebih baru-baru ini, sebuah studi menyebut jika Covid-19 akan membuat Indonesia mengalami penurunan persentase pertumbuhan ekonomi sebesar 0.1% di tahun 2020. Secara garis besar, berikut merupakan dampak nyata yang disebabkan Covid-19 terhadap sektor UKM di Indonesia.

Namun dalam hal ini UMKM memutuskan mengurangi stok barang selama adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat covid-19. dan UMKM mengalami dampak yang besar seperti penurunan jumlah pembeli dan berubahnya frekuensi belanja masyarakat.

Contohnya pelaku usaha warteg di bagan sinembah, virus corona telah membuat omset pengusaha warteg di indonesia, khususnya bagan sinembah mengalami penurunan hingga 50%. pelaku usaha warteg tersebut adalah ibu mesna seseorang yang membuka usaha warteg, yang beralamat di km. 3 bagan sinembah yang merasakan dampak yang besar ketika adanya pandemi covid-19. ibu mesna mengatakan bahwa sebelum adanya pandemi covid-19 omset ibu mesna perharinya sebesar Rp.250.000 namun setelah adanya virus corona yang datang ke indonesia membuat omset ibu mesna menurun hingga 50%.

Maka dalam hal ini kita sebagai masyarakat yang bijak dan cerdas dalam menghadapi wabah virus corona ini kita harus menimbulkan kesadaran pada diri kita sendiri dan mengajak masyarakat yang lain untuk sadar dalam menghadapi covid-19 yang tengah melanda di indonesia. Dengan cara tetap selalu memakai protokol kesehetan yang dianjurkan agar dapat mengurangi penyebaran virus corona, dan membuat UMKM di Indonesia stabil seeperti biasa.

Protokol kesehatan yang di anjurkan seperti:

➢ Tetap memakai masker saat keluar rumah

➢ Menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain

➢ Rajin mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer

➢ Dan makan-makanan yang sehat dan bergizi

Dengan selalu mengikuti aturan yang dianjurkan, semoga wabah covid-19 yang tengah melanda di indonesia segera berakhir, dan kita dapat hidup normal kembali dan melakukan aktivitas seperti biasa


Penulis Pratini Darisman Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam/ KKN DR 18 UIN SU

PERAN SABUN DITENGAH WABAH COVID-19

By On August 14, 2020

Haranews.com|•Sabun telah di buat secara modren pada abat ke-7 Masehi. Di mana saat itu adalah awal dari kejayaan Islam. Al-razi adalah seorang sarjana kimia muslim yang berasal dari persia berhasil menciptakan racikan sabun. Pada masa itu minyak zaitun dan minyak aroma (esential oil) digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan sabun

Pada abad 8-15 Masehi,dimana Masi ini disebut sebagai zaman keemasan. Sabun yang dibuat pada umat muslim saat itu sudah menggunakan pewarna dan pewangi. Pada zaman itu sudah mengenal jenis sabun cair dan sabun batang, juga terdapat sabun khusus pencukur kumis dan janggut. 

Seperti yang kita ketahui saat ini hampir seluruh negara terkena wabah covid-19. Untuk itu sabun sangat berperan penting untuk mencegah penularan wabah covid-19.

enurut penjelasan dr. Dion K Dharmawan, M. Si bahwasannya penggunaan sabun 1)sangat di anjurkan oleh WHO dan CDC untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, 2) residu kuman yang sudah mati akan terbawa oleh aliran air, 3) ramah untuk semua kulit pada semua orang, 4)kandungan anti septik sabun tidak berubah pada segala kondisi, 5) efektif membersihkan tangan yang tidak tampak kotor maupun yang kotor. 


Selain kita mengetahui manfaat sabun,kita juga dapat mengetahui bahan apa saja yang terdapat pada sabun cuci tangan: 

1. SLS ( sodium lauryl  sulfate ) bahan ini berfungsi untuk mengangkat kotoran 

2. Glicerin ataupun gliselor merupan senyawa kimia yang komponennya dapat menyusun berbagai macam lemak,dalam pembuatan sabun glicerin ini digunakan untuk meningkatkan kelembapan

3. Na-sulfat merupakan garam natrium dari asam sulfur yang mempunyai rumus kimia Na2SO4. Didalam sabun bahan ini berfungsi untuk mempercepat  pengangkatan kotoran dan dan sebagai pengental 

4. Aquades adalah air murni adapun rumus kimianya H2O,air ini bebas dari mineral karena diperoleh dari hasil destilasi atau disebut dengan penyulingan

5. Minyak nabati ataupun hewani fungsinya sebagai pengharum dan dapat menghasilkan busah ataupun sebagai antibakteri 

6. Propiline glikogil adalah senyawa yang mempunyai rumus kimia C3H8O2 yang di gunakan sebagai pengikat farpum 


Adapun waktu yang tepat untuk menggunakan sabun

1. Sebelum dan sesuda makan 

2. Setelah pulang dari bepergian 

3. Sebelum dan sesuda menjenguk ataupun merawat orang sakit 

4. Setelah menggunakan toilet 

5. Sebelum atau sesudah membersihkan luka 

6. Sebelum dan sesudah batuk ataupun sisi

7. Sesudah memberi atau merawat hewan peliharaan 

8. Jika tangan kotor 

9. Setelah membuang sampah 

Dalam situasi pendemi ini kita harus sering mencuci tangan atau menjaga diri agar terhindar dari wabah covid-19 ini.

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak di Masa Pandemi Covid-19

By On August 14, 2020

Haranews.com|•Peranan orangtua sangatlah penting dalam mendidik anak anaknya di tengah situasi  pandemi Covid-19 saat ini, selain anak anak mendapat kan pendidikan dari gurunya orang tua juga berperan penting memberikan pendidikan kepada anak anaknya agar selalu menjaga kesehatannya selama pendemi covid 19 ini masih berlangsung. meskipun new normal sudah di berlaku kan oleh pemerintah semenjak awal bulan juni lalu dan meskipun pemerintah telah sudah memperboleh kan para siswa/i kembali masuk sekolah dengan menerapkan  new normal


Namun Sebagai orang tua dalam hal kaitannya dengan pendidikan anak, anak adalah sebagai pendidik utama, maka dari itu tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak diantaranya membimbing dan memberikan dorongan atau motivasi baik itu  dari segi kasih sayang, tanggung jawab moral, tanggung jawab sosial, dan tanggung jawab atas kesejahteraan dan juga menanamkan pendidikan agama kepada anak  baik secara lahir maupun batin ... 


Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Ciput Eka Purwianti mengatakan, orangtua harus mempersiapkan dan mengawal anak-anaknya apabila kembali ke sekolah dengan kondisi new normal.


selain itu Para orangtua juga harus memberi penjelasan dan pengertian kepada anak-anaknya tentang bagaimana new normal dan mematuhi protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, cuci tangan dengan sabun secara baik dan benar, hingga menjaga jarak.


Semenjak memasuki  masa new normal para orangtua juga memiliki tugas penting dan tanggung jawab baru untuk mempersiapkan dan membimbing anaknya agar lebih mudah beradaptasi  dan membiasakan diri di situasi pemdemi saat ini atau menjalani fase ini. 


Tak jarang para orangtua juga merasa khawatir terhadap kesehatan anak-anaknya ketika ia sendiri sudah harus kembali bekerja di kantor,. bahkan sekolah dapat dilaksana kan kembali secara tatap muka bagi wilayah zona hijau atau kuning Hal inilah yang terkadang membuat para orangtua merasa stres karena harus mempersiapkan seluruh anggota keluarganya untuk mengahadapi kondisi atau fase new normal. 


Walaupun penyebaran Covid-19 masih belum juga kunjung berakhir, namun kehidupan pun seolah harus tetap berjalan. Hal ini pada akhirnya harus membuat masyarakat beradaptasi dan membiasakan  diri untuk menjalani kehidupan di tengah situasi pandemi, termasuk menerapkan segala protokol kesehatan yang berlaku.



Kehadiran virus corona telah membawa banyak perubahan terutama dalam kehidupan manusia. Tidak hanya sampai disitu wabah covid 19 juga telah merusakan tatanan kesehatan, dan juga mengubah tatanan kehidupan sosial dan budaya kita.


Tak terkecuali juga pada dunia pendidikan,  seperti yang telah kita ketahu bahwa pandemi covid-19 juga telah mengubah wajah pendidikan dunia. Hasil survei UNESCO menyatakan, lebih dari 91% populasi siswa didunia telah dipengaruhi oleh penutupan sekolah akibat pandemi ini. yang dimana biasanya pembelajaran itu dilaksanakan secara tatap muka di kelas-kelas kini telah digantkani menjadi pertemuan virtual secara online.


Hal ini menjadi tantangan baru bagi para orang tua, para guru, dan juga pada sistem pendidikan kita di Indonesia, dengan berbagai kompleksitas yang telah ada selama ini. Bagaimana sistem pendidikan nasional dapat memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang sama untuk pendidikan berkualitas selama pandemi covid-19?


Pendidikan dimasa new normal ini bukanlah suatu dilema atau suatu masalah besar bagi dunia pendidikan.. Dunia Pendidikan kita sudah dipastikan berubah karena pandemi yang belum berakhir. Mau tidak mau, kita harus ikhlas menerimanya dengan lapang dada dan menyerahkannya wabah  covid-19 ini kepada Allah SWT. Dan ketika sudah memasuki sebuah tatanan pendidikan baru, pendidikan new normal. yaitu melalui virtual atau pun secara online. mau tidak mau para orang tua juga dituntut untuk membantu anak anaknya  mengahadapi situasi pandemi yang terjadi pada saat ini


Sebagaimana kita ketahu bahwa di masa new normal saat ini kita harus bisa menyikapi sesaksama mungkin, meskipun di era new normal ini kita sudah di ijin kan untuk menjalankan segala urusan dan beraktivitas seperti biasanya namun kita jangan sampai lupa dan harus menjalan kan segala ataruran yang di tetap kan oleh pemerintah,, agar penyebaran wabah covid 19 ini bisa berakhir.


Penulis Syamsul Rizal Lingga Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi/ KKN DR 162 UIN SU

Peran Media Di Masa Pandemi Covid-19

By On August 14, 2020

Haranews.com|•Infeksi virus Corona atau yang sering disebut COVID – 19 (Coronavirus Disease 2019) pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok. Kasus pertama dikaitkan dengan pasar ikan yang ada di Wuhan. Sejak 31 Desember 2019, kasus ini mengalami peningkatan yang pesat, kemudian mulai menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Saat ini virus tersebut telah menyebar secara global dan menjadikan penyebaran virus ini sebagai pandemi global.

Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) membuktikan bagaimana peran media dan kekuasaan bekerja di semua lapisan masyarakat. Propaganda bahaya virus itu masuk ke dalam relung paling privat kemanusiaan kita. Ancaman kematian yang bisa merenggut siapa saja tanpa kenal pejabat publik, masyarakat awam hingga ke lapisan paling bawah di dalam lingkungan perusahaan (pabrik), yang larut dalam propaganda Covid-19.

Menurut para ahli Covid-19 adalah wabah penyakit yang menyerang paru-paru melalui virus, yang masuk melalui saluran pernapasan dan cairan air liur (dophlet) yang masuk ke saluran pernapasan kita. Virus ini berinkubasi selama 14 hari dalam tubuh khususnya paru-paru, sehingga mengakibatkan pengidapnya menjadi sulit bernapas dan jika tidak mendapat pertolongan medis serta minimnya produksi mekanisme pertahanan tubuh berupa sel-sel darah putih membuat penderitanya meninggal dunia.

Kondisi pandemi Covid-19 ini mengakibatkan perubahan yang luar biasa, termasuk bidang pendidikan. Seolah seluruh jenjang pendidikan 'dipaksa' bertransformasi untuk beradaptasi secara tiba-tiba drastis untuk melakukan pembelajaran dari rumah melalui media daring (online). Ini tentu bukanlah hal yang mudah, karena belum sepenuhnya siap. Problematika dunia pendidikan yaitu belum seragamnya proses pembelajaran, baik standar maupun kualitas capaian pembelajaran yang diinginkan, proses daring (belajar via online media) juga menimbulkan efek yang sangat berpengaruh baik dari segi ilmu maupun ekonomi masyarakat Indonesia sendiri. 

Berbagai aplikasi media pembelajaran pun sudah tersedia, baik pemerintah maupun swasta. Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9/2018 tentang Pemanfaatan Rumah Belajar. Pihak swasta pun menyuguhkan bimbingan belajar online seperti Google Classroom dan lainnya, akses-akses tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan.

Dengan adanya pandemi Covid-19 ini mengubah perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi informasi dari media. Dengan semakin merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia, membuat masyarakat menjadi selalu memantau perkembangan terkait kasus Covid-19 melalui media, baik media konvensional maupun media sosial. Berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah seiring perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, diketahui masyarakat melalui media. Media massa menggiring perilaku masyarakat secara perlahan untuk sadar akan kondisi pandemi global saat ini. Dilain pihak, berbagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 juga gencar dilakukan, mulai dari anjuran untuk selalu menjaga kebersihan dan berperilaku hidup sehat, penerapan stay at home atau di rumah saja, anjutan untuk melaksanakan social distancing dan physical distancing atau jaga jarak, kewajiban memakai masker saat keluar rumah, hingga larangan mudik.


Belum lagi munculnya informasi-informasi bohong atau berita hoaks yang menyebar melalui media sosial, tentunya dapat menimbulkan kepanikan dalam masyarakat, yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan masyarakat. Saya berharap media konvensional semestinya  harus mampu untuk menetralisir keadaan dengan tanpa menciptakan ketakutan atau menakut nakuti para konsumen media. Media harus menyampaikan informasi yang mencerdaskan masyarakat terkait Covid-19,saya harap disini agar media mengurangi menyebar informasi tentang kematian akibat covid-19 sehingga dapat mempengaruhi imunitas publik yang dimana mereka merasa ketakutan karna adanya berita kematian setiap hari nya yang di sebabkan covid-19. Optimisme publik juga harus dibangun lewat media. Informasi terkini memang harus disampaikan, namun harus tetap berimbang dalam pemberitaan. Media harus mampu meredam stigma negatif dan diskriminasi lewat pemberitaannya.


Penulis Muhammad Fakhrur Razi – Mahasiswa UINSU fakultas Dakwah & Komunikasi 

Contact Form

Name

Email *

Message *