HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

BERIBADAH DI MASA PANDEMI COVID-19

Haranews.com|•Ibadah secara etimologi berarti merendahkan diri serta tunduk. Di dalam syara, ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para rasulNya.
Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi. Ibadah ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah SWT, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang batin

SHALAT DI MASJID
1.Azan Shalat Rawatib dari Masjid
Pada dasarnya, mengumandangkan azan dan iqamah merupakan syiar Islam, di samping sebagai pemberitahuan tanda masuknya waktu shalat fardhu bagi umat Islam. Hukum dasarnya adalah sunnah. Bahkan, menurut Mazhab al-Syafi’i dan Hanbali, azan dan iqamah pun dianjurkan ketika hendak shalat sendirian (munfarid), meski dengan suara pelan yang cukup didengarkan oleh diri kita sendiri. Persoalannya adalah bagaimana mengumandangkan azan di saat adanya pandemi semisal Covid-19 saat ini, di mana terdapat himbauan dari Pemerintah ataupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas masukan dari ahli kesehatan untuk menerapkan pengaturan jarakfisik ataupun sosial (physical/ social distancing) agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19. Di satu sisi, kumandang azan adalah panggilan untuk shalat berjamaah (hayya ‘ala shalah). Di lain sisi, kita dilarang berjamaah di masjid karena tentu akan mengumpulkan banyak orang yang melanggar penerapan physical distancing.

2. Shalat Berjamaah di Masjid
Pada dasarnya, hukum dasar shalat berjamaah adalah sunnah mu’akkadah. Adapun menjaga jiwa dari tertularnya virus yang mematikan hukumnya wajib. Memprioritaskan yang wajib dari pada yang sunnah adalah lebih baik. Jika ada yang tetap melaksanakan shalat berjamaah di masjid dengan jarak makmum berjauhan dengan niat menghindari kontak fisik, itu dapat mengurangi keutamaan shalat jamaah kita. Shalat berjamaah mensyaratkan rapih dan rapatnya shaf (taswiyah al-shufuf). Ulama Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali menyatakan hukum taswiyah shufuf adalah mustahab, bukan wajib, sehingga sehingga meninggalkan kerapihan dan rapatnya shaf dalam shalat jamaah tidak membatalkan shalat. Salah satu argumentasinya adalah lafal hadits “kerapihan shaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat” (HR. al-Bukhari). Kata tamam yang berarti “kesempurnaan” adalah bersifat tambahan, di luar dari yang semestinya, sehingga tidak membatalkan shalat jika meninggalkannya. Meski ada ulama yang membolehkan shaf jamaah yang renggang dalam kondisi darurat, namun sikap hati-hati kita harus lebih diutamakan. Banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan semisal belum adanya jaminan siapa yang sudah atau tidak tertular dari jamaah yang hadir, dan adanya pengidap yang tanpa gejala, dan selainnya. Kita perlu memahami dengan baik maksud hadits “Hindarilah wabah penyakit seperti larimu (menghindari) kejaran macan” (HR. al-Bukhari). Kita diminta menghindari semaksimal secara serius penyakit, terlebih virus Covid-19 yang sangat mudah menular dan mematikan ini.

3. Menutup Masjid
Di sejumlah negara, pemerintah setempat atas masukan ulama mengimbau menutup masjid untuk menghindari penyebaran Covid-19. Tentu saja, kebijakan tersebut tidak bermaksud merendahkan wibawa masjid sebagai rumah Allah SWT dan tempat ibadah umat Islam, apalagi menstigma masjid sebagai tempat penyebaran virus, karena jamaahnya berwudhu sebelum memasukinya, kebersihannya terjaga, dan selainnya. Poinnya bukanlah melarang shalat ataupun beribadah di masjid, tetapi mencegah berkumpulnya banyak orang ataupun menghindari kontak fisik di masa merebaknya pandemik Covid-19 ini.

4. Qunut Nazilah
Secara semantik, qunutberarti“ketaatan”, “shalat”, “diam”, “berdiri”, dan “berdoa”. Dalam arti “doa” inilah yang lebih dikenal. Secara syariat, qunut berarti “nama dari sebuah doa yang dibacakan di waktu berdiri dalam shalat pada waktu tertentu”. Adapun arti nazilah yaitu musibah yang menimpa, seperti adanya pandemi, kekeringan, bahaya yang meliputi kaum Muslimin, baik secara keseluruhan maupun di kawasan tertentu. Pembacaan doa qunut nazilah di tengah merebaknya Covid-19 yang menyerang banyak kaum muslimin di banyak negara sangat baik untuk dilaksanakan setiap waktu shalat, terlebih telah dianjurkan oleh MUI atas pertimbangan Covid-19 ini sudah masuk kategori musibah besar yang menimpa kaum Muslimin.

5. Mengenakan Masker dalam Shalat
Dalam shalat, terutama saat sujud, terdapat tujuh anggota badan yang merapat ke lantai tempat shalat. Ketujuh anggota badan tersebut adalah dahi termasuk hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua jari kaki. Terkait hidung, ada yang memasukkannya sebagai bagian dari dahi dan ada juga yang tidak memasukkannya.

6. Menggunakan Hand Sanitizer
Hand sanitizer adalah cairan atau gel yang biasa digunakan untuk mengurangi agen infeksi pada tangan. Penggunaan hand sanitizer merupakan opsi karena cara kerjanya mirip dengan mencuci tangan dengan sabun. Kedua cara ini sangat dianjurkan untuk menghindari paparan virus, bakteri, dan kuman. Atas dasar itu, dibolehkan menggunakan hand sanitizer saat hendak melaksanakan shalat. Bahkan sangat dianjurkan jika terdapat kekhawatiran adanya virus yang menempel di tangan. Hanya saja, penggunaan yang berlebihan terhadap sanitizer ini tidak dianjurkan karena memiliki efek samping pada kulit. Kebanyakan pakar lebih mengutamakan penggunaan sabun biasa dengan air yang mengalir untuk menjaga kebersihan tangan dari virus.

Semoga Bermanfaat


Penulis Susi Nurmala Sari Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah/ Kuliah Kerja Nyata DR 71 UIN SU

Previous
« Prev Post

5 comments

MasyaAllah . Luarbiasa banget
Sangat menginspirasi sekali buat dibaca

Bagus kak tulisannya 👍
Semangat terus..

Bagus kak .. Semangt terus menebar kebaikan

Sangat bermanfaat mbak tulisannya

Luarbisa kak.. Matul kali bacaanya..
Semangat terus berkarya.

Contact Form

Name

Email *

Message *