HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Iman dan Kafir Adalah Wujud Dari Kemunafikan

(Penulis Muhammad Mas'ud Silalahi Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)

Haranews.com|•Keimanan dan kekafiran adalah wujud dari kemunafikan.
Apa gunanya keimanan tanpa pengetahuan (?)

Mereka merasa pandai karena berhasil membaca dan mendengar, bukankah pengetahuan itu tidak bertentangan dari data dan fakta (?)

Apabila mereka hanya membaca dan mendengar, bagaimana mungkin mereka dapat mengklaim bahwa mereka telah menyaksikan-Nya (?)

Seoang yang di daulat sebagai seorang 'Alim' ketika ia dapat menemukan kebenaran dari apa yang ia baca dan ia dengar, sebagaimana para 'Ilmuan' yang telah menguji pemahamannya tentang sesuatu hal menjadi sebuah temuan yang menghantarkannya pada kemuliaan. Karena ia telah berjalan dan menyaksikan secara langsung tentang sesuatu yang ditelitinya maka ia disebut sebagai orang 'Ilmuan' yang mengetahui tentang suatu perkara yang ia cari. Lantas bagaimana mungkin seorang yang tidak pernah mencari dan menemukannya dapat dikatakan seorang 'Ilmuan' (?) 

Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan ada seorang yang menganggap bahwa temuan dari seorang 'Ilmuan' itu tidak sah, atau diragukan kebenarannya. Jika ia cuma berkata-kata tanpa mengujinya dengan data dan fakta temuan baru yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, bagaimana mungkin ia mampu membantah temuan dari 'Ilmuan' yang telah berhasil mengujinya (?)

Suatu ketika, ada seorang yang selalu menyebut-nyebut nama yang dicintainya. Seorang gadis yang asing bagi dirinya dan tidak pernah ia lihat sebelumnya dalam kasat mata. Hanya mendengar cerita dari lidah ke lidah saja hingga sampai pada pendengarannya. Bagaimana mungkin ia dapat mencintai seoang gadis yang belum pernah terlihat langsung olehnya (?) 

Apa mungkin hanya dari ceria ia dapat tergila-gila tanpa adanya upaya untuk dia menjumpai langsung (?) 

Dan menganggap bahwa dirinya sangat dekat, sangat tahu bagaimana keadaan si gadis cantik serta mengerti apa keinginannya. Tentu orang semacam ini adalah seorang yang munafik, bagaimana mungkin ia mengetahui dan mengerti tentang sesuatu yang ia sendiri belum pernah dipertemukan olehnya (?)

Sementara dalam waktu yang bersamaan ia mendengar dan membaca surat kabar, bahwa si gadis cantik akan berkenan bersama-sama dengan siapa saja yang mampu membuktikan cintanya dengan sikap, perbuatan, tindakan dan pencaharian yang sungguh-sungguh hingga pertemuan itu tiba. Tapi ia enggan untuk menunjukkan sikap, perbuatan, tindakan dan pencaharian yang sungguh-sungguh. Ia hanya asyik dengan membaca dan mendengar tentang si gadis cantik tanpa ada upaya untuk menemukannya. Padahal ketika ia mengetahui keadaan dirinya maka ia akan menemukan si gadis cantik tersebut, namun ia enggan untuk menelusuri lebih dalam dan mencari tahu tentang apa yang sebenarnya ia rasakan itu (!)

Penulis Muhammad Mas'ud Silalahi S.Sos
Mahasiswa Pascasarjana UIN SU

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *