HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

KEPRIHATINAN TERHADAP PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI KOTA MEDAN

Haranews.com|•Kita tidak asing lagi mendengar kata literasi, dimana-dimana kata ini seringdigaungkan. Lalu apakah kata “Literasi” hanya sekedar untuk digaungkan semata? Tentu tidak, justru kata literasi ini harus diwujudkan oleh sikap dan tindakan kita. Kata literasi maknanya luas, tetapi sering dikaitkan dengan minat baca, apa hubungannya? Tentu berhubungan, literasi erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan bisa kita dapatkan salah satunya dengan membaca. Maka dari itu erat kaitannya antara literasi dan minat baca.

Medan adalah kota besar, penuh dengan masyarakat, penuh dengan kegiatan positif, penuh dengan sekolah-sekolah yang peduli terhadap nasib generasi selanjutnya. Terkait hal tersebut, penulis punya sedikit cerita, tentang sebuah instansi pengumpul jendela dunia, begitulah penulis menyebutnya. Sebut saja instansi itu adalah Perpustakaan. Namun bagaimana kondisi perpustakaan di kota Medan ini? Apakah sudah mampu membawa generasi kita menjadi generasi yang berliterasi? Tentu ini pertanyaan yang akan mebuat setiap kepala berputar memikirkan jawaban yang pas untuk diungkap.

Sebagai mahasiswa ilmu perpustakaan, yang sudah pernah terjun ke lapangan meninjau bagaimana fungsi perpustakaan, sudah sesuai apa belum, penulis punya sedikit dugaan tentang bagaimana kondisi literasi di kota Medan kita yang tercinta ini.
Pertama, masih banyak perpustakaan di kota Medan ini yang belum menjalankan fungsinya dengan baik, terkhusus perpustakaan sekolah. Kedua banyaknya perpustakaan yang belum memiliki pegawai yang memang benar-benar belajar diranah perpustakaan, melainkan hanya pegawai yang dipindahkan untuk menambahkan jam kerja dari pegawai tersebut.untuk bekerja di perpustakaan. Alhasil hal ini tidak membuat perpustakaan sesuai dengan fungsinya. Pandangan penulis, kita terlalu meremehkan arti dari sebuah perpustakaan.

Selain dari pengalaman, membaca juga dapat menambah ilmu pengetahuan kita. Pengalaman dapat menambah ilmu pengetahuan kita dibidang praktek, tapi dengan membaca dan belajar dapat menambah ilmu pengetahuan kita dibidang teori. Teori dan praktek dalam pendidikan harus berkesinambungan jangan kita hanya berfokus dalam satu saja. Dari penjelasan ini, kita akan paham arti sebuah ilmu pengetahuan. Khususnya ilmu pengetahuan yang kita dapat ketika kita membaca.

Lantas bagaimana dengan kondisi perpustakaan di Medan ini?, waktu itu penulis sempat ditugaskan untuk magang di sebuah Sekolah Menengah Pertama di kota ini, termasuk beberapa dari teman-teman penulis juga ditugaskan, tetapi berbeda sekolah atau instansi. Setelah kami selesai dari magang tersebut, kami bercerita tentang kondisi perpustakaan sekolah di tempat kami magang, sehingga penulis berkesimpulan fungsi perpustakaan sekolah di kota Medan ini belum sepenuhnya terealisasikan, salah satunya dengan menempatkan pegawai yang bukan dari orang perpustakaan, sehingga kita melihat caranya dalam mengolah perpustakaan tidak didasari dengan standar.
Hal ini dapat menyebabkan kebingungan dalam sistem temu balik informasi ( Information Retriveal System), apalagi pengguna di sekolah adalah siswa yang belum terlalu paham terhadap jenis-jenis ilmu pengetahuan. 


Seharusnya di setiap sekolah itu wajib mengadakan pembelajaran terkait perpustakaan seperti pendidikan terhadap pengguna perpustakaann (User Education), agar mereka tidak lagi buta terhadap fasilitas yang ada di perpustakaan. Terkhusus perpustakaan sekolah di kota Medan ini yang rata-rata masih manual atau pralaras, padahal kita sudah memasuki zaman yang di penuhi dengan digitalisasi, seharusnya perpustakaan sekolah juga dapat berbaur dengan zaman.
“Ilmu itu ibarat kuda dialam liar, sulit ditangkap. Jadi biar gampang, dia diikat. Begitu pula dengan ilmu, biar gampang diingat, dicatat” teringat apa yang dikatakan seorang guru, untuk memotivasi penulis dalam menuntut ilmu. Untuk mencapai apa yang kita mau dalam ilmu pengetahuan, mengingat apa yang di ajarkan, lalu mempraktekkannya kelapangan tidaklah cukup. Kita harus punya catatan, terhadap apa yang dipelajari, kita harus menguraikan apa yang kita pelajari, karena suatu saat nanti, apa yang kita catat, ataupun yang kita tulis akan berguna bagi masyarakat, nusa, bangsa serta agama. Buku-buku adalah hasil pemikiran daripada intelektual yang isinya dapat menambah wawasan kita. Oleh karena itu perhatikanlah perpustakaan, jaga dan mari sama-sama kita gaungkan literasi di kota Medan ini, untuk meningkatkan dan menciptakan generasi yang lebih baik.


Penulis Nanda Ariesta K GT Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Previous
« Prev Post

3 comments

Contact Form

Name

Email *

Message *