HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

KESADARAN DAN KEPEDULIAN TERHADAP WABAH COVID 19

KESADARAN DAN KEPEDULIAN TERHADAP WABAH COVID 19

Haranews.com|•Pandemi virus corona atau covid-19 yang mewabah di seluruh penjuru dunia telah berhasil mengubah tatanan kehidupan masyarakat luas. Guna mencegah penyebaran yang lebih luas, masyarakat diimbau bahkan dipaksa untuk tetap tinggal dirumah.

Di tengah pandemi yang melanda, kini setiap orang harus menjalankan kegiatan yang awalnya tidak biasa atau abnormal menjadi sesuatu yang normal atau umum. Hampir semua negara mewajibkan warga negaranya untuk tidak pergi keluar rumah. Mulai dari sekolah, bekerja, bahkan beribadah pun tetap harus dirumah saja. Apalagi hingga kini, tidak ada satu orang pun yang mampu menjawab dengan pasti kapan pandemi ini akan berakhir, ditambah lagi vaksin maupun pengobatan efektifnya juga belum bisa ditemukan.

Perubahan-perubahan tersebut tentu sangat berpengaruh pada banyak sektor. Dan yang paling dirasakan adalah sektor ekonomi. Pasalnya, perubahan aktivitas tersebut membuat dunia usaha sepi, seperti transportasi online, perusahaan retail, dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu, tinggal dirumah bukan lagi sesuatu yang bisa diterapkan demi terjaganya keseimbangan perekonomian. Lalu indonesia melalui juru bicara penanganan covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona (covid-19) dengan tatanan baru dan mulai melonggarkan kebijakan terkait mobilitas warganya.

Katanya, "Sekarang satu-satunya cara yang kita lakukan bukan dengan menyerah tidak melakukan apapun, melainkan kita harus jaga produktivitas kita agar dalam situasi seperti ini kita produktif namun aman dari covid-19, sehingga diperlukan tatanan yang baru," 

Di sinilah, terciptanya istilah new normal atau normal baru yang akan diimplementasikan.

Lantas, apa dan seperti apa normal baru itu? Apa yang harus kita lakukan di tengah normal baru?

Bila merujuk wikipedia, new normal atau normal baru adalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk pada kondisi-kondisi keuangan usai krisis keuangan 2007-2008, resesi global 2008-2012, dan pandemi covid-19.

Sejak itu, istilah tersebut dipakai pada berbagai konteks lain untuk mengimplikasikan bahwa suatu hal yang sebelumnya dianggap abnormal menjadi umum.

Dalam kaitannya dengan pandemi covid-19, ketua tim pakar gugus tugas percepatan penanganan covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan new normal merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal, tetapi dengan ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan covid-19.

Dikutip dari World Health Organiation (WHO), untuk menghentikan penyebaran covid-19, kita semua memiliki peranan masing-masing, yaitu:

Jika kurang sehat, dirumah saja.

Jika kamu merasa kurang sehat, lakukan karantina mandiri dengan tetap dirumah saja dan pantau kondisi kesehatan kamu dengan mengikuti anjuran kesehatan. Kalau kamu susah bernapas, segera minta pertolongan medis.

Jadilah panutan

Tunjukkan kepada orang lain pentingnya membersihkan/mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, bersin dan batuk pada tisu atau siku yang terlipat, mengenakan masker, menjaga jarak fisik dengan orang lain setidaknya 1 meter, dan rajin membersihkan atau mendisinfeksi benda-benda dan permukaan yang sering disentuh.

Waspadai berbagai tngkat resiko di tempat-tempat berbeda

Covid-19 lebih mudah tersebar di beberapa tempat tertentu, seperti tempat ramai yang penuh dengan orang berdekatan, tempat sempit yang banyak orang berbincang dalam jarak yang dekat, dan ruangan yang terbatas dan tertutup dengan ventilasi udara yang buruk.

Di masa normal baru ini, kita hanya perlu lakukan. Jangan hanya bicara.

Kita dapat tetap sehat dan melakukan berbagai tindakan yang memungkinkan bagi kita untuk membantu menghentikan penyebaran covid-19 dimanapun kita berada, karena orang lain mungkin tidak dapat melakukannya. Sebagian orang lebih rentan terjangkit covid-19 karena mereka tidak dapat melakukan tindakan pencegahan dengan mudah.

Sebelum covid-19 melanda, kita mungkin tidak pernah mempertimbangkan sedekat apa kita berdiri, duduk, atau berjalan dengan orang lain. Kita semua telah melakukan berbagai pengorbanan selama beberapa bulan terakhir demi melindungi keluarga dan masyarakat. Upaya kolektif ini telah membuat perbedaan yang besar.

Pertempuran melawan covid-19 ini masih jauh dari selesai. Pandemi ini masih akan terus berlanjut hingga ditemukannya vaksin atau pengobatan efektif. 

Meskipun pembatasan mulai dilonggarkan, covid-19 masih belum hilang. Kita harus tetap melindungi diri satu sama lain. Karena covid-19 hnya menunggu waktu, menunggu kita lengah. Jadi, terus terapkan tindakan pencegahan.


Penulis Al Amin Hidayat Marpaung, Nurul isnaini, Cut Dea Mahroza/ KKN DR 39 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Previous
« Prev Post

1 comments:

Contact Form

Name

Email *

Message *