HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

KETELADANAN NABI AYUB DALAM PENCEGAHAN COVID- 19

(Rizky
(Rizky Azhary Kuliah Kerja Nyata DR 5 UIN SU)

Haranews.com|•Perjuangan atau keteladanan nabi Ayub dalam mengalahkan penyakitnya bisa menjadi contoh dalam pencegahan terhadap pandemi Covid-19. Melalui kisah nabi Ayub yang diserang penyakit bisa diambil pelajaran dan hikmah serta meniru kekuatan serta sifat nabi Ayub ketika terkena suatu penyakit, dapat diketahui bahwasanya nabi Ayub ialah seorang nabi yang sangat kaya sekali, mempunyai hewan ternak, mempunyai lahan pertanian yang sangat luas, dan beliau juga orang yang baik hati suka mengeluarkan harta bendanya untuk membantu fakir miskin, yatim piatu dan memuliakan tamunya.
 Disaat pandemi Covid-19 yang sekarang terjadi mengakibatkan perekonomian menjadi terganggu banyak masyarakat jadi kesusahan, melihat itu bisa digunakan sifat nabi Ayub yang dermawan. Orang kaya pada saat ini yang punya banyak kelebihan dalam ekonomi ada baiknya untuk berdonasi dan membantu sesama ummat manusia sebab Islam juga menganjurkan ummatnya untuk saling tolong menolong. Donasi yang diberikan bukan hanya pada bidang ekonomi seperti pangan saja, tetapi juga sandang yang bisa mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 yaitu seperti memberikan donasi kepada masyarakat berupa masker, hand sanitizer, serta alat pelindung diri untuk para dokter dan suster yang menjadi garis terdepan dalam menghadapi Covid-19.
 Dalam kisah nabi Ayub Allah menguji nabi Ayub dengan harta bendanya yang semakin lama semakin menipis dan akhirnya habis diapun menjadi miskin. Walaupun hal itu terjadi pada nabi Ayub tetapi imannya tidak bergoncang beliau tetap senantiasa beribadah kepada Allah dan berpikir positif bahwa Allah akan memberikannya rezeki dan Allah akan memberikannya kekayaan. Saat terjadi Covid-19 ini masih ada orang yang bekerja diluar namun tidak memakai masker dan tidak berjaga jarak dan mengacuhkan himbauan pemerintah untuk dirumah aja, inilah yang menyebabkan makin bertambahnya orang yang terinfeksi Covid-19 karena keluar rumah dan berjumpa dengan orang lain yang dirinya terinveksi Covid-19 namun ia tidak menyadari. Islam mengajarkan untuk taat kepada aturan pemimpin, pada saat ini pemerintah menyerukan untuk berjaga jarak dan juga melakukan kerja, dan belajar dirumah saja maka taatilah karena ini untuk kepentingan bersama dalam mencegah Covid-19. Rezeki telah di atur oleh Allah maka tetap optimis pasti ada cara lain untuk dapat mendapatkan rezeki.
 Setalah nabi Ayub lulus dari ujian cobaan yang diberikan Allah yaitu  hartanya habis namun iman nabi Ayub tetap kuat dan tidak goyah. Tetapi setelah itu datang cobaan ujian terhadap nabi Ayub yaitu Allah memberikan penyakit dahsyat, penyakit yang tidak sembuh-sembuh namun nabi Ayub tidak berputus asa nabi Ayub tetap tenang dan sabar tidak mengeluh akan sakit yang dideritanya dan nabi Ayub tetap menjalankan ibadahnya kepada Allah.

 Covid-19 lebih baik dicegah daripada diobati maka taati aturan yang diberikan pemerintah untuk menekan penyeberan Covid-19 karena saat ini vaksin atau obat penawar dari Covid-19 ini belum ditemukan dan angka kematian makin tinggi. Ketenagan nabi Ayub patut dicontoh dalam pencegahan Covid-19 saat ini yaitu jangan panik dan tidak termakan oleh berita hoax maka melindungi diri adalah kunci dari pencegahan Covid-19 ini. Sebelum melaksakan ibadah sholat seorang ummat muslim dianjurkan untuk berwudhu, saat ini untuk mencegah Covid-19 dianjurkan juga menggunakan hand sanitizer yaitu membersihkan tangan dengan hal ini maka hal dengan hal yang kecil ini Covid-19 bisa dicegah. Sabar juga menjadi pendorong dalam pencehagan Covid-19 seperti sabar tidak keluar rumah kecuali hal yang sangat mendesak, ujian yang dihadapi manusia saat ini dalam Covid-19 menguji kesabaran dan kedewasaan cara berpikir dan sikap dalam kehidupan sebab walaupun dirumah saja ummat Islam dapat melakukan banyak hal baru dalam mengisi waktu luang yang akan bermanfaat selama masa pencegahan Covid-19 seperti membaca buku, belajar masak dan lain-lain.

Penulis : Rizky Azhary Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Kuliah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara/ Kuliah Kerja Nyata DR 5/ 0104171014

Previous
« Prev Post

8 comments

Ada orang di sunad, mantap pak ustadπŸ‘πŸ‘πŸ‘

Mantap guruku smngt terus jngan pernah bosan Berbuat kebaikan

Subhanallah mantap semoga bermamfaat

MasyaAllah Sangat bermanfaat

Maa syaa Allah Syaikh sangat bermanfaat . semangat terus Syaikh muda Labura .

Masyaa Allah.
Mantap Syekh Muhammad Rizky Azhari
Trus berkarya syekh.
Panjang dan berkah umur perjuangan.

MasyaAllah sangat bermanfaat

Contact Form

Name

Email *

Message *