HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

NEW NORMAL, BAGAIMANA KOMUNIKASI YANG EFEKTIF ?

(Nahidah Al Sakinah Khan Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial/ Kuliah Kerja Nyata DR 47 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)
Haranews.com|•Pandemi covid-19 telah membawa ketidakpastian dan gangguan pada setiap bisnis dan telah menyebabkan banyak perubahan yang mendadak pada diri kita. Dengan pandemi Covid-19 yang menyebar di berbagai penjuru dunia, banyak aktivitas pun terganggu, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial dll. Lantas apakah pandemi sudah berakhir sehingga kita masuk ke era normal baru? Tentu saja tidak.

Dalam era ini, sebagian aktivitas bisa dilakukan secara digital atau virtual. Sebagai contoh, kini karyawan dibeberapa perusahaan tidak perlu datang ke kantor untuk menyelesaikan semua pekerjaannya, cukup dengan alat kerja berupa laptop dan koneksi internet di rumah, mereka bisa dengan mudah mengerjakan semua pekerjaannya.
 
Lantas apa new normal (Kebiasaan baru) yang dimaksudkan? New Normal adalah paradigma berfikir dan berperilaku untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya. Namun ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan, guna mencegah terjadinya penularan covid-19. 
Kemampuan menggunakan teknologi komunikasi menjadi sesuatu yang penting di era new normal. Pasalnya tetap terkoneksi dengan orang lain telah menjadi kebutuhan utama saat ini. Terpisahkan oleh jarak yang jauh dan keadaan yang tidak memungkinkan untuk bertemu dapat diatasi dengan memanfaatkan aplikasi dan media sosial yang ada. 
 
Selama pandemi, kita merasakan dunia yang tak seperti biasanya. Selain adanya gerakan kesadaran bersama untuk tinggal di rumah saja, juga memperlihatkan kian nyatanya kebutuhan ekosistem komunikasi berbasis teknologi komunikasi. Sejumlah aplikasi berbasis teknologi komunikasi, seperti Zoom, Skype, Google Meet, Whatsapp, dan aplikasi lainnya tiba-tiba menjadi platform penghubung komunikasi antarwarga.
 
Hal ini menunjukan bahwa berkomunikasi tidak hanya menjadi kebutuhan individu di masa pandemi ini tetapi telah menjadi kebutuhan perusahaan untuk terus terhubung dengan konsumennya. Pihak-pihak tersebut menyadari bahwa dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada, mereka dapat dianggap eksis, up-to-date dan peduli di masa new normal ini.
 
New normal menjadi praktik mengubah pendekatan dalam komunikasi. Tak lagi cukup menggunakan komunikasi antarpribadi dan jaringan komunikasi organisasi, tetapi juga bisa dengan intens menyiapkan infrastruktur dan ekosistem baru dalam artikulasi dan agregasi politik mereka, yakni komunikasi terintegrasi.
 
Komunikasi terintegrasi memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, komunikasi tak terbatasi ruang dan waktu sehingga bisa membantu efektif dan efisiennya komunikasi para komunikator. Jenjang komunikasi yang bersifat perjumpaan fisik, kerap lebih formal dan menghadirkan mata rantai komunikasi yang panjang. Hal ini bisa dipangkas dengan komunikasi daring. Misalnya, dalam rapat kerja, rapat terbatas, konsolidasi, dan sosialisasi. Komunikasi daring dapat menghemat biaya, memangkas birokrasi, dan bersifat fleksibel dari sisi waktu dan tempat. Kelemahannya, teknologi tetap tak bisa menggantikan komunikasi manusiawi yang timbal-balik dengan segala kompleksitasnya. Teknologi selalu terbatas dalam menciptakan kehangatan hubungan, orisinalitas, emosi, dan respons langsung. Teknologi juga tetap memiliki kerentanan, seperti lapis pengamanan informasi dan perlindungan data pribadi.
 
Terbatasnya kegiatan tatap muka di masa new normal telah meningkatkan urgensi dari pentingnya membangun digital self-branding. Digital self-branding ini utamanya dibutuhkan bagi mereka yang saat ini tengah aktif dalam mencari pekerjaan dan pengalaman sebab para rekruter perusahaan dan organisasi saat ini banyak melakukan seleksi pegawai lewat internet dan media sosial. Seperti platform LinkedIn yang saat ini mengalami lonjakan tajam penggunanya dan kebanyakan dari mereka sedang mencari pekerjaan di masa pandemi ini (Wijaya, 2020).
 
Masa new normal telah memberikan banyak perubahan dari segi komunikasi namun hal ini tidak serta-merta membatasi aktivitas masyarakat Indonesia. Peran komunikasi tetap dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat seperti menjadi jembatan dalam metode pembelajaran jarak jauh, berperan penting dalam proses rekrutmen pekerjaan seseorang, menghibur konsumen dan orang terdekat kita. Oleh karena itu, perlu disadari bahwa peran komunikasi tidak hanya penting untuk dilakukan oleh pemerintah tetapi juga dari elemen masyarakat. Melalui kolaborasi keduanya diharapkan dapat mencapai tujuan akhir dari tujuan komunikasi itu sendiri.
 
Karakteristik masyarakat Indonesia di masa new normal juga telah memberikan peluang kepada pihak-pihak tertentu untuk terus tetap eksis. Selain itu, komunikasi saat ini telah menunjukan betapa mudahnya aksesibilitas yang dimiliki setiap orang. Kehadiran setiap individu dan kelompok juga semakin dituntut serta kreativitas yang terus diuji agar tetap relevan di masa pandemi Covid-19 ini.
 

Penulis : Nahidah Al Sakinah Khan Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial/ Kuliah Kerja Nyata DR 47 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *