HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Pentingnya Etika Dalam Berkomunikasi di Masa Pandemi Covid-19

(Hidayanti Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial/ Kuliah Kerja Nyata DR 47 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)

Haranews.com|•Pandemi covid-19 telah mengubah pola komunikasi di dalam masyarakat. Dimana komunikasi yang biasanya dapat dilakukan secara tatap muka, kini harus dilakukan secara virtual karena adanya kebijakan social distancing, serta anjuran bekerja dari rumah (work from home) dari pemerintah. Dengan berlakunya kebiasaan baru ini, kini komunikasi secara virtual berkembang cukup pesat karena semua orang memanfaatkan media online agar tetap bisa bertatap muka dalam berkomunikasi serta tetap produktif menjalankan aktivitas sehari-hari. 


Sebagai makhluk sosial, tentunya komunikasi merupakan kegiatan yang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari. Bahkan di masa pandemi covid-19 ini, masyarakat dituntut berkomunikasi secara virtual dengan memanfaatkan media online seperti Whatsapp, Zoom, Google Meet, dll. Namun dalam praktiknya, komunikasi yang dilakukan secara virtual ini tidak selalu berjalan dengan lancar sehingga menyebabkan munculnya hambatan dalam berkomunikasi. Hambatan yang umum terjadi dalam komunikasi virtual yakni terjadinya kesalahpahaman antara sesama, serta tidak tercapainya kepuasan komunikasi antara komunikator dan komunikan. Salah satu munculnya hambatan dalam komunikasi virtual ini tentunya berkaitan dengan etika yang kerap dilupakan dalam berkomunikasi.

Penting bagi kita memahami etika komunikasi. Karena tanpa adanya etika dalam berkomunikasi, maka hambatan-hambatan tersebut dapat memperburuk hubungan kita dengan orang lain. Adapun etika yang dapat kita terapkan dalam komunikasi virtual melalui media online di masa pandemi covid-19 yaitu;
Pertama, pemilihan diksi dan penggunaan kalimat yang tepat dalam dalam penyampaian pesan. Karena komunikasi lewat media kebanyakan mengandalkan tulisan, maka kita harus lebih berhati-hati dengan penggunaan kalimat yang ditulis.
Kedua, memahami keadaan atau kondisi lawan bicara agar mereka dapat menerima pesan yang kita sampaikan dengan nyaman.
Ketiga, menyampaikan pesan dengan sopan serta berpikir terlebih dahulu sebelum menyampaikan pesan. Jangan gegabah dan seenaknya dalam berkomunikasi, hal ini dimaksudkan agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Selain itu, upaya lain komunikasi yang beretika di masa pandemi covid-19 adalah dengan menerapkan unsur kepedulian atau empati, kejujuran, rasa hormat, saling menghargai, keterbukaan dan rendah hati agar nantinya pesan dapat tersampaikan tanpa halangan psikologis atau penolakan dari penerima pesan sehingga terjadi kepuasan dalam komunikasi antara komunikator dan komunikan serta tercapainya tujuan dari pesan yang telah disampaikan.

Kita tahu persis bahwa berkomunikasi secara tatap muka tanpa perantara media merupakan komunikasi yang kualitas dan kenyamanannya tidak dapat tergantikan, namun dengan melihat keadaan seperti saat ini penting sekali seseorang yang melakukan komunikasi secara virtual menerapkan dan menjunjung tinggi etika dalam berkomunikasi khususnya di masa pandemi covid-19 yang rentan akan hambatan ini. Karena dengan penerapan etika, menjadikan kita individu yang beraturan yang mampu menjaga hubungan sosial dengan siapapun dengan baik tanpa menyakiti ataupun merugikan orang lain.


Penulis : Hidayanti Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial/ Kuliah Kerja Nyata DR 47 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *