HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Peran Media Di Masa Pandemi Covid-19

Haranews.com|•Infeksi virus Corona atau yang sering disebut COVID – 19 (Coronavirus Disease 2019) pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok. Kasus pertama dikaitkan dengan pasar ikan yang ada di Wuhan. Sejak 31 Desember 2019, kasus ini mengalami peningkatan yang pesat, kemudian mulai menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Saat ini virus tersebut telah menyebar secara global dan menjadikan penyebaran virus ini sebagai pandemi global.

Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) membuktikan bagaimana peran media dan kekuasaan bekerja di semua lapisan masyarakat. Propaganda bahaya virus itu masuk ke dalam relung paling privat kemanusiaan kita. Ancaman kematian yang bisa merenggut siapa saja tanpa kenal pejabat publik, masyarakat awam hingga ke lapisan paling bawah di dalam lingkungan perusahaan (pabrik), yang larut dalam propaganda Covid-19.

Menurut para ahli Covid-19 adalah wabah penyakit yang menyerang paru-paru melalui virus, yang masuk melalui saluran pernapasan dan cairan air liur (dophlet) yang masuk ke saluran pernapasan kita. Virus ini berinkubasi selama 14 hari dalam tubuh khususnya paru-paru, sehingga mengakibatkan pengidapnya menjadi sulit bernapas dan jika tidak mendapat pertolongan medis serta minimnya produksi mekanisme pertahanan tubuh berupa sel-sel darah putih membuat penderitanya meninggal dunia.

Kondisi pandemi Covid-19 ini mengakibatkan perubahan yang luar biasa, termasuk bidang pendidikan. Seolah seluruh jenjang pendidikan 'dipaksa' bertransformasi untuk beradaptasi secara tiba-tiba drastis untuk melakukan pembelajaran dari rumah melalui media daring (online). Ini tentu bukanlah hal yang mudah, karena belum sepenuhnya siap. Problematika dunia pendidikan yaitu belum seragamnya proses pembelajaran, baik standar maupun kualitas capaian pembelajaran yang diinginkan, proses daring (belajar via online media) juga menimbulkan efek yang sangat berpengaruh baik dari segi ilmu maupun ekonomi masyarakat Indonesia sendiri. 

Berbagai aplikasi media pembelajaran pun sudah tersedia, baik pemerintah maupun swasta. Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9/2018 tentang Pemanfaatan Rumah Belajar. Pihak swasta pun menyuguhkan bimbingan belajar online seperti Google Classroom dan lainnya, akses-akses tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan.

Dengan adanya pandemi Covid-19 ini mengubah perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi informasi dari media. Dengan semakin merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia, membuat masyarakat menjadi selalu memantau perkembangan terkait kasus Covid-19 melalui media, baik media konvensional maupun media sosial. Berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah seiring perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, diketahui masyarakat melalui media. Media massa menggiring perilaku masyarakat secara perlahan untuk sadar akan kondisi pandemi global saat ini. Dilain pihak, berbagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 juga gencar dilakukan, mulai dari anjuran untuk selalu menjaga kebersihan dan berperilaku hidup sehat, penerapan stay at home atau di rumah saja, anjutan untuk melaksanakan social distancing dan physical distancing atau jaga jarak, kewajiban memakai masker saat keluar rumah, hingga larangan mudik.


Belum lagi munculnya informasi-informasi bohong atau berita hoaks yang menyebar melalui media sosial, tentunya dapat menimbulkan kepanikan dalam masyarakat, yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan masyarakat. Saya berharap media konvensional semestinya  harus mampu untuk menetralisir keadaan dengan tanpa menciptakan ketakutan atau menakut nakuti para konsumen media. Media harus menyampaikan informasi yang mencerdaskan masyarakat terkait Covid-19,saya harap disini agar media mengurangi menyebar informasi tentang kematian akibat covid-19 sehingga dapat mempengaruhi imunitas publik yang dimana mereka merasa ketakutan karna adanya berita kematian setiap hari nya yang di sebabkan covid-19. Optimisme publik juga harus dibangun lewat media. Informasi terkini memang harus disampaikan, namun harus tetap berimbang dalam pemberitaan. Media harus mampu meredam stigma negatif dan diskriminasi lewat pemberitaannya.


Penulis Muhammad Fakhrur Razi – Mahasiswa UINSU fakultas Dakwah & Komunikasi 

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *