HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia bagi Seorang Dai


Haranews.com|•Dai atau sering disebut sebagai pendakwah merupakan orang yang bertugas mengajak, menyampaikan, mendorong orang lain untuk mengikuti dan mengamalkan ajaran islam sesuai dengan ketentuan Allah Swt yang tertuang dalam Al-quran dan Sunnah. Dalam ilmu komunikasi dai merupakan komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan kepada orang lain. Adapun target dakwah ialah mewujudkan sumber daya manusia yang bertakwa kepada Allah Swt.



Menurut M. Natsir, dai merupakan orang yang memperingati, memanggil supaya memilih jalan membawa keuntungan (M. Natsir, 125). Dalam ayat Alquran surah Al-Ahzab ayat 45-46 juga dijelaskan: "Hai Rasul sesungguhnya telah mengutus engkau untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan dan jadi penyeru kepada agama Allah dengan izinNya dan untuk jadi cahaya menerangi".



Syekh Ali Mahfuz juga berpendapat, ada beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang dai yaitu: berilmu dengan Alquran, mengamalkan ilmunya, penyantun dan berlapang dada, keberanian, bersih diri dan tidak silau pandang terhadap apa yang ada pada tangan orang lain, serta berilmu dengan keadaan umat penerima dakwah.



Al-Bayuni (1993: 155-156) secara lebih detail memberikan persyaratan bagi seorang dai yaitu: (1)Memiliki keyakinan yang mendalam terhadap apa yang akan didakwahkan, (2) Menjalin hubungan yang erat dengan mad'u (penerima dakwah), (3)Memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang apa yang akan didakwahkan, (4) Ilmu yang dimiliki sesuai dengan perbuatan yang dilakukan dan konsisten dalam pelaksanaannya, (5)Memiliki kepekaan yang tajam,(6)Bijak dalam mengambil metode, (7) Perilakunya terpuji, (8) Selalu berbaik sangka dengan umat Islam, (9) Menutupi aib orang lain, (10) Berbaur dengan masyarakat, (11)Menempatkan orang lain sesuai dengan kedudukannya dan mengetahui kelebihan masing-masing mad'u nya, (12)Saling membantu, bermusyawarah, dan saling menasehati antar sesama pendakwah.



Terkait dengan persyaratan yang diberlakukan bagi para pendakwah atau dai, maka seorang da'i harus memiliki kemampuan tertentu untuk dapat melaksanakan dakwahnya, diantaranya dengan adanya manajemen sumber daya manusia (MSDM) maka seorang dai  akan dengan mudah untuk dapat memenuhi standar kualifikasi sebagaimana yang telah disebutkan di atas.



Manajemen Sumber Daya Manusia, secara sederhana memilik pengertian yaitu sebuah proses pengelolaan manusia, dimana melalui proses perencanaan, pengorganisasianm pengarahan, dan pengawasan atas fungsi pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, integrasi, pemeliharaan, dan juga pemutusan/pengakhiran hubungan kerja agar tujuan-tujuan individu, kelompok, organisasi dan masyarakat dapat dicapai.



Dari pengertian diatas, diketahui bahwa manusia memiliki peran dalam mencapai tujuan sebuah organisasi, baik melalui pertumbuhan maupun perkembangan. Untuk mencapai target dari tujuan tersebut, seluruh sumber daya manusia yang ada harus kita atur dengan baik sehingga termotivasi untuk bekerja dan memiliki kinerja yang maksimal dan memuaskan.



Dalam mengelola Sumber Daya Manusia tidaklah mudah dilakukan, sehingga diperlukan keterampilan tersendiri, karena sumber daya manusia berasal dari beraneka ragam latar belakang yang berbeda, mulai dari suku, bangsa, agama, dan juga pendidikan yang membentuk perilaku dan bakat masing-masing dari diri seseorang. Kemudian fungsi manajemen juga tidak akan berjalan sebagaimana seharusnya tanpa adanya dukungan dari sumber daya manusia yang dimili, sarana prasarana serta kebijakan yang mendukung lainnya.



Adapun pengembangan sumber daya manusia adalah upaya berkelanjutan untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam artian yang luas melalui pendidikan, latihan dan juga pembinaan. Pengembangan sumber daya manusia juga merupakan cara yang efektif untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada. Dengan teratasinya tantangan yang ada, maka pengembangan sumber daya manusia dapat menjaga dan juga mempertahankan tenaga kerja yang memiliki pengaruh yang baik.



Dalam perspektif Islam, pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu keharusan yang harus ada. Artinya, dalam Islam sangat perduli terhadap peningkatan harkat dan martabat manusia. karena dalam Islam manusia menempati posisi yang terhormat. Seperti dijelaskan dalam firman Allah pada surah Al-Isra ayat 188: " Sesungguhnya kami telah memuliakan manusia (anak-anak Adam), Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki berupa hal-hal yang baik dan Kami kembalikan (beri keunggulan) mereka dengan keunggulan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan".



Upaya dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkaitan dengan upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya dai yang meliputi pemberdayaan dai dalam pola pikir, wawasan, dan keterampilan sebagai berikut:

1. Peningkatan wawasan intelektual dan kreativitas dai dalam keilmuan dan ketrampilan yang relevan.

2. Peningkatan wawasan dan pengalaman spiritual dai yang direfleksikan dalam kematangan sikap mental, kewibawaan, dan akhlakul karimah (akhlak yang terpuji).

3. Peningkatan wawasan tentang ajaran Islam secara kaffah (keseluruhan) dan integral

4. Peningkatan wawasan tentang kebangsaan, kemasyarakatan, dan hubungan intern serta ekstern umat beragama serta tercermin sikap toleran

5. Peningkatan wawasan global dan ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim)

6. Peningkatan wawasan integritas, persatuan, dan kesatuan (umaatan wahidah)

7. Peningkatan wawasan tentang peningkatan wilayah dakwah regional, nasional dan internasional

8. Peningkatan tentang kepeminpinan dalam membangun masyarakat (Muhyiddin, 2002: 137-138)


Penulis Anro Yustira Hasugian KKN-DR 56 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara FDK/ Manajemen Dakwah

Previous
« Prev Post

4 comments

Contact Form

Name

Email *

Message *