HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

STRATEGI DAKWAH YANG TEPAT MENUNJANG KUALITAS DAKWAH DI ERA NEW NORMAL

 STRATEGI DAKWAH YANG TEPAT MENUNJANG KUALITAS DAKWAH DI ERA NEW NORMAL

A. Strategi Dakwah

Kata “strategi” pada mulanya sangat akrab di kalangan militer, secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Strategos. Adapun srategos dapat diterjemahkan sebagai “ komandan militer” pada zaman demokrasi Athena. 

Kini ilmu strategi mempunyai arti dan peranan yang sangat penting bagi setiap orang/organisasi. Menurut Ali Azis bahwa strategi adalah perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan dakwah tertentu.

Strategi dakwah sebagai metode, siasat, taktik atau maneuver yang di pergunakan dalam aktivitas (kegiatan dakwah).

Strategi dakwah adalah merupakan suatu metode, siasat, taktik yang dipergunakan dalam aktifitas atau kegiatan dakwah, yang peranannya sangat menentukan dalam proses pencapaian tujuan dakwah. Seiring dengan berkembangnya zaman, globalisasi sebagai fenomena terbuka luasnya ruang dan waktu bukan hanya sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditampik, melainkan juga menguntungkan bagi interaksi peradaban seluruh umat manusia. Kemunculannya menjadikan globalisasi sebagai sebuah ideology bagi masyarakat masa kini yang juga disebut sebagai masyarakat informasi, sehingga memilih dan menggunakan media dakwah yang tepat sudah merupakan keharusan dan tuntutan zaman.

Strategi yang imperatif dalam dakwah. Dakwah Islam berorientasi pada upaya amar ma'ruf dan nahi munkar. Dalam hal ini, dakwah tidak dipahami secara sempit sebagai kegiatan yang identik dengan pengajian umum atau memberikan ceramah di atas podium, lebih dari itu esensi dakwah sebetulnya adalah segala bentuk kegiatan yang mengandung unsur amar ma'ruf dan nahi munkar.

Allaah 'azza wa jallah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ 

وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Terjemahan:

“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”.


B. Pandemi Covid-19

Pada zaman sekarang ini, Pandemi covid-19 sudah menjadi wabah yang mematikan diberbagai negara diseluruh dunia, sampai banyak Negara yang aspek perekonomiannya sudah melemah bahkan jatuh, sehingga tiada terkontrol dalam tindakan dan segala program menjadi terabaikan, juga karena rasa cemas dan takut yang mengancamnya dari penyakit tersebut. Bukan untuk memenuhi urasan sehari-hari bahkan urusan ibadahpun menjadi terhalang, bahkan sampai saat ini masjidil Haram di Mekah dan Madinah masih ditutup.  Memang penutupan ibadah haji dan atau umrah bukan hanya kali ini saja, tetapi sudah amat banyak terjadi sejak zaman Rasul Saw yang disebabkan kasus-kasus tertentu.

Dalam sejarah umat manusia Nabi Muhammad Saw pernah menyampaikan, ketika seseorang mendengar ada wabah terjadi disuatu wilayah, maka janganlah ia masuk kewilayah tersebut dan jika berada di wilayah terjadi wabah, ia diminta meninggalkannya (Sahih Bukhari: 5728) artinya wabah merupakan kondisi yang secara berulang terjadi sepanjang sejarah.


C. New Normal

Ada 3 syarat yang harus dipenuhi jika Indonesia ingin menerapkan normal baru, antara lain:

1) Yakni kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia harus menurun tiap harinya. Indikator lainnya adalah orang suspect atau PDP menurun dan kematian akibat Covid menurun. Hal ini diamati setidaknya selama dua minggu.

2) Tak cukup sampai di situ, dalam hal penerapan new normal, hal lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah terkait kekeraskepalaan dan ketidakpedulian dari sebagian masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan. Sehingga dalam hal ini tentu saja unsur pimpinan harus berusaha lebih aktif dan menggunakan cara-cara yang lebih persuasif dan edukatif agar masyarakat mentaati protokol kesehatan. Akan lebih baik jika di tengah-tengah masyarakat diberikan secara cuma-cuma hal-hal yang dibutuhkan masyarakat untuk mencegah penularan virus corona seperti sabun cuci tangan, masker, disinfektan dan lainnya.

3) Disamping itu, tenaga dan penyuluh kesehatan masyarakat perlu dilibatkan lebih banyak dalam upaya persuasif pada masyarakat.

Setelah beberapa bulan pemerintah menerapkan kebijakan PSSB, pemerintah menerapkan kebijakan new normal. Kebijakan ini melonggarkan kembali berbagai macam kegiatan secara normal namun tetap mengikuti protokol kesehatan. Kebijakan new normal ini pun berdampak pada strategi berdakwah yang sebaiknya dilakukan pada masa new normal.


D. Strategi Dakwah yang tepat dalam menunjang kualitas dakwah di Era New Normal

Terdapat enam metode yang dapat digunakan dalam berdakwah pada masa menuju new normal saat ini, yaitu:

1. Dakwah Fardiyah

2. Dakwah Ammah

3. Dakwah bil-lisan

4. Dakwah bil-hal

5. Dakwah bil-tadwin

6. Dakwah bil-hikmah

Dalam melaksanakan keenam meotode tersebut seorang dai dapat menggunakan media jaringan internet untuk mempermudah sang da’i dalam berdakwah karena, dakwah melalui jaringan internet dinilai sangat efektif dan potensial dengan berbagai alasan, diantaranya :

a. Mampu menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau,

b. Pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap misi dakwah.

c. Para pakar dan ulama yang berada dibalik media dakwah via internet bisa lebih konsentrasi dalam menyikapi setiap wacana dan peristiwa yang menuntut status hukum syar’i.

Dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat. Berbagai situs mereka bebas memilih materi dakwah yang mereka sukai, dengan demikian pemaksaaan kehendak bisa dihindari. Penyampaian yang variatif telah membuat dakwah Islam melalui internet dapat menjangkau segmen yang luas dengan menggunakan fasilitas website  fasilitas mailing list dengan mengajak diskusi keagamaan atau mengirim pesan-pesan moral kepada seluruh anggotanya, fasilitas chatting untuk berinteraksi secara langsung. Selanjutnya tulisan yang diakses di internet disebarluaskan agar para komunitas internet bisa membacanya

Berdasarkan uraian tersebut bahwa melalui media internet mempunyai banyak fasilitas dalam pengembangan dakwah dan memiliki tiga keunggulan yaitu:


Sifatnya (tidak pernah dimatikan) dan (dapat diakses tanpa batas), dan memberi keleluasaan kepada penggunanya untuk mengakses dalam kondisi dan situasi apapun.

a) Internet merupakan tempat yang tepat bagi mereka yang ingin berdiskusi tentang pengalaman spiritual yang mungkin tidak rasional dan apabila dibawa pada forum yang biasa akan mengurangi keterbukaannya.

b) Internet hadir sebagai kawan (atau lawan) diskusi sekaligus pembimbing setia. Para ulama seharusnya dapat menggunakan internet sebagai media efektif untuk mencapai tujuan dakwahnya.

Sehubungan hal tersebut maka media internet dapat memeinkan perannya dalam menyebarkan informasi tentang Islam ke seluruh penjuru tanpa mengenal waktu dan tempat


Dakwah lisan sejak zaman Rasulullah saw sampai masa kini, dalam bentuk tulisan seperti buku, koran, majalah, televisi dan radio. Internet adalah media dan sumber informasi yang paling canggih saat ini sebab teknologi ini menawarkan berbagai kemudahan, kecepatan, ketepatan akses dan kemampuan menyediakan berbagai kebutuhan informasi setiap orang, kapan saja, dimana saja. Berdakwah merupakan kewajiban setiap manusia, setiap orang dalam berbagai profesi bisa melaksanakan da’wah. Sebab berda’wah dapat dilakukan dalam multi demensi kehidupan. Dakwah Islam tidak hanya bi al-lisan (dengan ungkapan/kata-kata), melainkan juga bi al-kitab (dengan tulis-menulis), dan bi al- hal (aksi sosial). Seorang dai tidak hanya menguasai materi dakwah, melainkan juga harus memahami budaya masyarakat yang menjadi sasaran dakwahnya. Hal itu akan mempermudah dai dalam memilih kata dan menemukan metode apa yang harus digunakan. Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Berbicaralah kepada manusia menurut kadar kecerdasan mereka.” (HR. Muslim).


Oleh: Endang Sriutami Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Previous
« Prev Post

14 comments

MasyaAllah, sangat bermanfaat 👍

Masya Allah. Semangat trus d jalan dakwah

Jazakillah khair informasi nya , brmanfaat sekali 🤩🤩

Masya Allah sangat bermanfaat ❤️❤️

Masyaallah bermanfaat banget

Bermanfaat banget buat pembaca, makasih ya kak❤

Alhamdulillah,terimakasih atas ilmunya, semoga bermanfaat bagi banyak orang

MasyaAllah sgt bermanfaat,tapi ada beberapa bagian yang saya tidak sepakat tentang dakwah ditengah pandemi ini.tidak semua macam dakwah itu bisa kita aplikasikan melalui internet.contoh menurut saya dakwah bilhikmah,bnyak terjadi miscomunikasi dalam penyampaian secara daring ini.jadi tidak dpt tujuan dakwah bilhikmah tsb.tapi ini sgt bermanfaat kok.semangt admin

Contact Form

Name

Email *

Message *