HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Ibadah Dagang Madu Keliling

(Muhammad Mas'ud Silalahi bersama Hamzah Hasibuan di Warung Dewe MMTC Medan)

Haranews.com
Suatu ketika, saya di jumpai adinda saya Hamzah Hasibuan Ahh Ketua Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) Komisariat FITK UIN SU yang kebetulan berprofesi sebagai pedagang madu, sama seperti saya. Ya disamping adinda saya ini juga seorang aktifis Mahasiswa Islam yang aktif, militan dan ta'at.


Kami ngobrol panjang tentang cara mengolah hidup agar setiap gerak mendapatkan ingkam. Ada penghasilan ya walaupun sedikit tapi tetap ada dan barokah. Dan tentu dibarengi dengan segelas kopi serta obrolan lain tentang peradaban umat berbangsa dan beragama diera digital hari ini.


Saya katakan ke adinda saya ini bahwa ibadah itu tidak sebatas ritual, menyembah Allah s.w.t lewat sholat semata juga sebatas infaq, sedekah, puasa, zakat dan seterusnya. Tapi berdagang juga ibadah. Seperti yang adinda lakukan hari ini, adinda bisa mendapatkan nilai ibadah menjual madu. Tidak hanya sebatas keuntungan materi semata melainkan juga mendapatkan keuntungan in-materi (pahala) yang InshaAllah akan diridhoi, diberkahi dan dirahmati oleh Allah s.w.t.


Lantas adinda saya ini bertanya, bagaimana itu bisa terjadi bg (?)

Saya katakan kepada beliau ; "saya senantiasa mengajarkan anak-anak yang berdagang di Korma Preneur itu untuk tidak hanya mengejar keuntungan duniawi, tapi juga sebagai tabungan investasi akhirat. Jadi setiap aktifitasnya dimulai dengan lafas basmallah dan diakhiri dengan lafas alhamdulillah. Disamping itu juga saya senantiasa menyampaikan kepada mereka untuk berniat, dengan niat berjuang dijalanNya. Tidak mengurangi timbangan, tidak mengada-ada atau berlebihan dalam mempromosikan dagangan atau bisa dikatakan berbicara apa adanya tentang apa yang didagangkannya, lalu jaga kualitas kebersihan dagangannya, ramah dalam jual beli, tidak boleh marah terhadap pembeli yang hanya menanya-nanya lalu mencibir dagangannya, tidak mendzalimi usaha orang lain dengan menjualnya jauh dibawah harga pasar dan tetap menyisihkan beberapa persen keuntungan untuk menjadi hak orang lain. Setelah itu, saya juga katakan kepada seluruh anggota dan atau partisipatisan Korma Preneur dimanapun berada untuk tetap menjaga amanah, jaga integritas dan jaga dzikir serta sholawat disaat mengemas-ngemas barang dagangannya dalam hal ini (madu) sebelum dipasarkan kepada calon pembeli. Sehingga, dagangan yang dijual memiliki Ruh, spirit yang tersambung pada nilai-nilai ke-Tuhan-an. Jadi, siapapun yang membeli dagangan madu itu berarti mereka telah meminum yang sudah dilafaskan dan ditiupkan basmallah serta disholawatkan ke barang dagangan dari si pedagang madu tersebut. Dengan harapan bahwa setiap pembeli diberikan kenikmatan yang diberkahi, diridhoi dan dirahmati oleh Allah s.w.t. juga mereka sudah terhitung beramal, dengan amalan sedekah untuk saudaranya yang membutuhkan uluran tangan. Sehingga, dari keluhuran itulah adinda dapat beramal salih. Karena yang diharapkan dari dagangan bukan hanya sekedar keuntungan materi keduniaan semata melainkan ada niat yang tulus dan ikhlas, semata-mata hanya mengharapkan ke-Ridho-an dari Allah s.w.t dan serta untuk berjuang untuk melepaskan diri dari kemiskinan dunia lewat jalur usaha, dagang."


Penulis Muhammad Mas'ud Silalahi

Founder Komunitas Remaja Masjid Entrepreneur

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *