HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

HUKUM ITU JIWA RAKYA

Haranews.com

Di bawah term volkgeist. Sevigny mengkonstruksikan teorinya tentang hukum. Menurut Sevigny  terdapat hubungan organik antara hukum dengan watak atau karakter suatu bangsa. Hukum hanyalah sebuah cerminan dari volkgeist. Oleh karena itu. hukum adat yang tumbuh dan berkembang dalam rahim volkgeist harus di pandang sebagai hukum kehidupan yang sejati. Hukum sejati itu tidak dibuat  tetapi ia harus ditemukan dari rahim kehidupan rakyat. Legesiasi hanya penting selama ia memiliki sifat deklaratif terhadap hukum sejati itu.


Jelaslah  tugas penting  di bidang hukum  bukan sibuk  membuat atauran ini dan itu. Sebaliknya yang perlu digiatkan adalah  menggali mutiara nilai hukum dalam kandungan kehidupan rakyat. Begitu juga persolan utama dalam pengolahan hukum. bukan membentuk  asas  dan doktrin secara artifisial, tetapi menemukan asas dan doktrin dalam nilai nilai hukum yang hidup. Kita harus mengenal, menentukan dan memahami nilai nilai dari hukum sejati itu dalam kancah kehidupan bangsa pemiliknya. Dan untuk memahami nilai nilai hukum itu, tidak tersedia secara lain kecuali menyelami inti jiwa dari rakyat. Jiwa rakyat itu bukanlah  suatu yang dekaden dan statis. Ia merupakan mosaik yang terkonstruksi dari proses sejarah. dan akan terus berproses secara historis. Oleh karena itu perlu kelengkapan metode budaya dan historis.


Dalam catatan Huljbers, teori Sevigny  ini secara khusus  hendak melawan rencana pembentukan hukum nasional negara Jerman (u masih berpisah pisah pada waktu itu). Rancana itu adalah membuat sebuah kodeks  hukum jerman, karena negara negara lain ( di daerah Eropa), telah memiliki kodeks hukumnya sendiri. Beberapa  kodeks yang ada pada waktu iti adalah kodeks Prancis tahun 1794 (atas pengaruh Wolff). Kodeks Prancis tahun 1804 (pengaruh Humanisme dan Rouseau) dan kodeks Autsria tahun 1817 (pengaruh Kant).


Seperti dikata diatas, bukan hanya alasan teoretis yang diksmukan Sevigny. Keberatan Sevigny terhadap kodefikasi hukum jerman juga didasarkan pertimbangan yang lebih realistis.Menurutnya kodefikasi hukum selalu membawa serta suatu efek negatif, yakni menghambat perkembangan hukum. Apa sebabnya?.:Menurut Sevigny sejarah itu berjalan terus, dan berkembang setiap saat. Dengan adanya pembakuan kehidupan lewat kodeks hukum yang tidak mudah berubah, maka lambat laun dinamika kehidupan akan juga terhambat bahkan suatu saat, dapat menghentikan sejarah lagi pula kaya Sevigny, untuk merumuskan hukum yang sesuai dengan jiwa bangsa, bukanlah pekerjaan yang sekedar tenisb yuridis belaka. Perlu ada riset mendalam mengenai apa  sebenarnya semangat jiwa bangsa itu, dan manakah keyakinan keyakinan bangsa yang dapat menjadi dasar suatu tata huk yang memadai. Jika ini dilalaikan maka bahaya sudah  didepan mata, yakni tercipta jurang antata jiwa bangsa dengan hukum yanh diciptakan negara


Memang dalam tesis Sevigny, hukum itu sejak awal sejarah melekat ciri nasional. Seperti halnya bahasa, adat istiadat, dan konstitusi, ia khas bagi rakyat , fenomena hukum tidak berdiri sendiri. Ia disatukan dalam watak rakyat berkat adanyak kesatuan pendirian dari rakyat itu sendiri. Hukum tidal muncul secara kebetulan, tetapi lahir dari kesadaran batin rakyat lah, itu sebabnya hukum berkembang  seturut perkembangannya rakyat dan akhirnya lenyap tatkala rakyat kehilangan kebangsaannya,


Jadi sejatinya  hukum itu tidak dibuat secara artifisial, tetapi dikemukan dalam relung jiwa rakyat.



Penulis Syamsul Rijal Lingga (Penerima Biasiswa Serjana Muamalat)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *