HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Biadab, Maling Nekat Mencuri Di Pondok Pesantren

By On July 03, 2020

Deli Serdang•Haranews.com|•Pondok Pesantren Tahfiz Qur'an Yatim Dhuafa Nur Zam-Zam kemarin malam menjelang subuh kemalingan inventaris pondok berupa sepeda motor dan beberapa puluh kg beras.

Menurut keterangan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tahfiz Al Qur'an Nur Zam-Zam Bapak Abdul Hakim Siregar bahwa tertanggal kamis, 02 Juli 2020 pukul 03:00 wib di jl. Advokat IV/Kanal Desa Marendal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang.

Abdul Hakim Siregar mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena ini pesantren tempat anak yatim dhuafa dan tempat anak-anak belajar menghafal Al Qur'an. Sepeda Motor ini milik bersama untuk memudahkan operasional para usatdz dan santri belanja kebutuhan sehari hari ke pasar tradisional.

Lanjut Ketua Yayasan, saya bukan melihat nilai kendaraannya, tapi jauh lebih penting dari itu bahwa ini adalah soal marwah lembaga pendidikan. Jika tempat orang belajar menghafal Al Qur'an saja maling sanggup merusak dan menghilangkan gembok asrama, lalu mencuri bagaimana lagi terhadap rumah warga lainnya disekitaran sini?


Kami juga berharap pihak kepolisian dapat menjalankan tugas dan wewenangnya dengan baik dan mensterilkan lokasi seputaran Pondok Pesantren Tahfiz Al Qur'an Nur Zam-Zam dari tindak kriminal ini sehingga kejadian serupa ini tidak terulang dikemudian hari. Tutup Dosen Unimed.(Red:Tim)

Ketua Pujakesuma Deli Serdang & Sekjen Pujakesuma Sumut Salurkan Bantuan KABAHARKAM POLRI Yang Terdampak Covid-19 di Deli Serdang

By On July 03, 2020

(Pujakesuma Membagiman Bantuan Sembako)
Deli Serdang•Haranews.com|•Puja Kesuma Deli Serdang dan DPW puja Kusuma Sumatra Utara Salurkan Bantuan kabaharkam polri, bantuan paketan sembako kepada warga Tanjung Morawa, desa bangun Rejo dusun VII Deli Serdang Sumatera Utara yang terdampak Covid 19 yang berjumlah 100 paket sembako.

Bantuan ini di salurkan kepada warga hari jum'at 03 Juli 2020 pukul 08.30 WIB. Rasa senang dan syukur disampaikan kepada pasangan suami-istri, mirin (62) dan Nagitra (56) salah satu warga Tj Morawa Deli Serdang yang terdampak Covid 19. Mereka sekeluarga mengucapkan terimakasih banyak kepada Kabaharkam Polri Komjen pol (Agus Andrianto). Pasangan suami istri tersebut bercerita selama empat bulan ini terdampak Covid 19. Biasanya mirin berkerja sebagai kuli bangunan sedangkan Nagitra sebagai buruh cuci pakaian atau pembantu rumah tangga. Namun kini tidak berkerja lagi hal ini karna dampak dari Covid 19.

Kepala desa bangun Rejo  banyak mengucapkan ribuan terimakasih atas bantuan dari kabaharkam polri sebagai pembina puja Kusuma mudah-mudahan menjadi manfaat bagi yang menerima bantuan. Dan juga warga yang lain yang menerima bantuan merasa senang bersyukur atas bantuannya karna banyak yang terdampak dari Covid 19. Mereka semua berharap bahwa wabah Covid 19 segera hilang dari bumi dan di tanah air Indonesia terkhusus di kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

Sekjen Pujakesuma Sumatera Utara mengucapkan Terimakasih atas bantuan dari kabaharkam polri pembina pujakesuma semoga bisa bermanfaat bagi penerima dan semoga pandemi covid 19 segera berlalu.

Ketua pujakesuma Deli Serdang (legito)
Penasehat pujakesuma Deli Serdang (Subandi). Dan di dampingi sekertaris DPW pujakesuma Sumatra Utara ( Muhammad Roni Al Hadi).(red:jodi)

Kesehatan Kebuhan bagi Setiap Manusia, AMM-PK SUMUT: Usut Tuntas Penolakan Pelayanan Kesehatan Yang Berujung Kematian.

By On June 30, 2020

Deli Serdang•Haranews.com|•
Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Kesehatan Sumatera Utara (AMM-PK Sumut) meminta kepada  aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penolakan layanan kesehatan yang berujung kematian di kabupaten eli serdang.

Puluhan masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi didepan pengadilan negeri lubuk pakam menuntut agar penegak hukum mengusut tuntas kasus penolakan pelayanan kesehatan yang berujung kematian di kabupaten deli serdang.

Bermula pada tanggal 09 April dimana puskesmas tanjung rejo, kecamatan percut sei tuan kabupaten deli serdang diduga menolak melayani pasien atas nama alm.sugiono yang berujung kematian. kejadian ini membuat pihak keluarga dan masyarakat kabupaten deli serdang geram dan kecewa kepada petugas kesehatan yang tidak memberikan pertolongan pertama kepada korban.
(Pernyataan Sikap)
Beberapa upaya juga dilakukan melalui Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Kesehatan Sumut seperti menyurati Bapak Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang untuk memberikan rasa keadilan bagi pihak keluarga korban dan menindak tegas jajaran yang terkait atas kejadian ini.

Koordinator aksi Irwandi Pratama mengatakan bahwa pihaknya bahwa setidaknya ada 6 poin tuntutan mereka 1. usut Tuntas Penolakan pelayanan kesehatan yang berujung kematian.2. meminta majelis hakim pengadilan negeri lubuk pakam memberikan keadilan dalam putusannya sesuai dengan tuntutan dalam penolakan puskesmas tanjung rejo yang berujung kematian. 3. berhentikan bupati kabupaten deli serdang karena tidak memberikan rasa keadilan kepada rakyatnya di lingkungan wilayah kerjanya. 4. copot kadis kesehatan kabupaten deli serdang karena tidak mampu membina bawahannya dengan baik 5. usut tuntas keterbukaan manajemen pelayanan kesehatan diseluruh puskesmas
se-kabupaten deli serdang. 6. memecat dan memberikan sanksi hukum seberat-beratnya sesuai dengan
perundang-undangan yang berlaku kepada kepala puskesmas tanjung rejo, kecamatan lercut sei tuan.ujarnya kepada wartawan Hara News, selasa 30 juni 2020.


Irwandi juga berharap penegakan hukum yang seadil-adilnya dapat terealisasi di kabupaten deli serdang dan gugatan pihak keluarga korban alm. sugiono diterima. tutupnya.(Red:Syahrial)

Presiden Jokowi Ancam Reshuffle Kabinet yang tidak Serius Kerja ditengah Pandemi. Bobby Harahap: Langkah Strategis sangat dibutuhkan, Reshuffle Menteri adalah solusi Kongkrit

By On June 29, 2020

(Bobby Harahap)
Nasional•Haranews.com•Menurut bobby harahap ketika dimintai keterangan oleh awak media beliau menyampaikan Wacana Presiden Jokowi Untuk Reshuffle Kabinet yang tidak serius kerja ditengah pandemi Covid-19 itu merupakan langkah yang tepat. "Evaluasi itu penting dan masih banyak kerja-kerja yang harus diselesaikan,seperti meningkatkan sektor perekonomian yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19,kita harus saling mengingatkan dan saling menguatkan satu sama lain sebagai upaya membantu pemerintah dalam menyelesaikan problem-problem yang ada. Menurut saya peringatan keras itu penting untuk menunjang kinerja Kabinet yang dinilai Presiden masih lamban disektor kebijakan, disituasi saat ini seharusnya para Menteri dan Kepala Lembaga Negara setingkat menteri memberikan solusi-solusi terbaik untuk 267 Juta Jiwa Rakyat Indonesia ditengah kesulitan yang melanda Negara kita saat ini. Ujar Bobby Harahap yang juga Tokoh Muda Sumatera Utara itu.

Wacana perombakan kabinet atau reshuffle kembali menggema di tengah persiapan kenormalan baru atau new Normal.

Dalam rapat kabinet tertutup, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kejengkelan. Presiden mengungkapkan kembali rencana reshuffle ini saat memberi arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020) lalu.
(Presden Joko Widodo)
Dalam video unggahan Sekretariat Presiden, Jokowi menyampaikan situasi krisis yang dihadapi Indonesia dan sejumlah negara akibat pandemi virus corona (Covid-19).


Situasi tersebut harus dipahami oleh setiap menteri yang bekerja di bawahnya, sebab jika tidak presiden tidak segan untuk melakukan reshuffle.

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ, ini engga punya perasaan? Suasana ini krisis!," ujar Jokowi dalam keterangan resmi, Minggu (28/6/2020).

Memang Presiden Joko Widodo tidak menunjuk secara spesifik instansi atau institusi mana yang dia anggap tidak peduli dengan krisis akibat virus corona di Indonesia sehingga membuat dirinya jengkel dan mengancam reshuffle.

Berdasarkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) ekonomi dunia akan mengalami kontraksi 6% hingga 7,6%. Prediksi ekonomi yang terkoreksi juga disampaikan bank dunia hingga 5%.

Kondisi tersebut harus dipahami oleh pejabat negara. Jokowi bilang, pejabat negara memiliki tanggung jawab terhadap 267 juta penduduk Indonesia.

Oleh karena itu kerja pemerintah dalam masa pandemi harus mencerminkan kondisi luar biasa. Namun, sejumlah kebijakan dinilai lambat dalam menanggapi situasi yang ada saat ini.

Jokowi meminta tak ada hambatan dalam mengatasi pandemi beserta hambatannya. Termasuk hambatan regulasi dan kerja menterinya.

"Langkah apapun yang extra ordinary akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffe."

"Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi kalau memang diperlukan," terang Jokowi.

Jokowi menegaskan perlunya kecepatan dalam tindakan saat menangani pandemi Covid-19. Bahkan bila memerlukan payung hukum, Jokowi menjanjikan akan membuat secara cepat.

Disituasi yang saat ini indonesia akan memulai tatanan baru Indonesia Menuju New Normal rasa gotong royong,persatuan dan kesatuan mari kita tingkatkan,langkah-langkah strategis sangat penting untuk memutus mata rantai Penyebaran Covid-19 dan yang lebih pentingnya lagi memutus mata rantai kemiskinan ditengah pandemi Covid-19,kita pasti bisa keluar dari ancaman Covid-19. "Kita Kuat Indonesia Kuat menuju New Normal" Tutup Bobby Harahap.(Red:Tim)

Ketika TUHAN Bersumpah

By On June 29, 2020

(Founder Korma Preneur berada di Ponpes Tahfiz Qur'an Nur Zam-Zam)
Haranews.com|•Demi waktu, 'Tuhan' menaruh sumpah yang tegas bagi manusia bahwa mereka (para manusia) itu berada dalam kerugian dengan pengecualian manusia yang beriman dan beramal kebaikan. Ini menunjukkan bahwa jarum jam putaran dunia mengarah pada kutub negatif, membawa bencana, petaka, penderitaan, kesengsaraan dan kebiadaban hingga datangnya hari kiamat sebagai (Sunnatullah) yang telah ditetapkan atasnya.

Kita tentu tidak dapat memutar balikkan waktu jarum jam dunia kearah positif karena sifatnya sudah ditetapkan (Qadha dan Qadhar) sebagai sifat kebiadaban, melahirkan pertikaian dan pertumpahan darah. Yang kita bisa lakukan hanyalah memutar jarum jam akhirat (Thawaf Ka'bah) untuk merobah putaran jam dunia dari arah kutub negatif menjadi kearah kutub positif.

Hal demikian, bukan hanya secara simbolik ke (Makkah) untuk memutari (Ka'bah) sebagai simbol keamanan, ketentraman, kedamaian dan kebahagiaan. Ada putaran (Thawaf) dalam (Hakikat) yang bersemayam pada hati sanubari manusia.

Putaran (Thawaf) hati inilah yang mesti dilakoni setiap saat, dalam setiap tarikan serta hembusan nafas-nafas kehidupan dan denyut nadi yang senantiasa bertasbih memuji asma (Allah) yang suci, diwaktu berdiri, duduk dan tidur. Sehingga dari (Dzikir Qalbu) yang senantiasa hidup didalam jiwa-jiwa suci akan menghantarkan diri (Jasad) manusia menjadi kepribadian yang beriman dan bertaqwa.

Dari keberimanan dan kebertaqwaan itulah nantinya akan melahirkan peradaban mulia bagi semesta alam dan menjadikan negeri yang dipijaknya menjadi negeri yang (Baldatun Thayyibatun Warobbun Ghafur) negeri yang aman, damai dan sejahtera.

Oleh : Muhammad Mas'ud Silalahi
Mahasiswa Pascasarjana UINSU
Founder Korma Preneur

Bupati di Isukan Tersangka, GPK labura: Jangan Sebar Isu Tak Jelas

By On June 26, 2020

(Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Labuhanbatu Utara/Ahmad Syafii Hasibuan)
Labuhan Batu Utara|Haranews.com|•Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Ahmad syafii Hasibuan, Menghimbau masyarakat agar tidak menyebar isu yg belum jelas ke absahannya. Terkait isu yg beredar tentang di tetapkannya Bupati Labura sebagai tersangka kasus DBH oleh diskrimus poldasu, ketua GPK labura mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebar isu hoaks sebelum ada penjelasan resmi dari pihak kapolda terkait persolan tersebut.

Beberapa waktu lalu, hal yg sama juga telah menimpa Bupati, beliau di isukan menjadi tersangka oleh KPK terkait dugaan kasus suap dana perimbangan, isu tersebut dengan cepat menyebar di media sosial, hingga viral di media nasional, namun sampai saat ini kebenaran isu tersebut belum jelas karena blm ada penyampaian resmi dari KPK yg menyatakan bahwa bupati telah di tersangaka kan terkait kasus tersebut.

Kita berharap masyarakat agar bisa lebih jeli dalam melihat isu isu di tahun politik ini, agar kondusifitas menjelang pilkada mendatang bisa berjalan dengan baik sesuai dengan cita cita demokrasi kita. Kita tidak mau momentum pilkada ini menjadi ajang perpecahan, apalagi dengan cara cara menyebarkan hoaks, saling hujat dsb.

Disampaing itu kami juga melihat adanya sepanduk spanduk yg terbentang di beberapa titik di labura bertuliskan
"Ucapan terimaksih kepada kapolda karena telah menjadikan bupati labura tersangka kasus DBH PBB" dan di bubuhkan bacaan "tertanda masyarakat labura" kami himbau kepada oknum oknum terkait agar tidak mempropokasi masyarakat dengan kebencian, apalagi berita itu blm jelas kebenarannya.(Red:Syahrial)

Bangunan PAMSIMAS Mangkrak, Mahasiswa Minta Kejaksaan Paluta & Polres Tapsel periksa Kepala Desa dan KKM Pamsimas Desa Jambu Tonang

By On June 24, 2020


Padang Lawas Utara•Haranews.com|•
Secara umum, Program PAMSIMAS ditujukan untuk meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin per desa/kelurahan dan meningkatkan nilai dan perilaku hidup sehat dengan membangun/menyediakan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.

Namun apa jadinya bila proyek tersebut dikerjakan asal-asalan dan terkesan mencari keuntungan lebih, untuk kepentingan pribadi, kelompok tanpa mengutamakan kwalitas dan kwantitas.

Seperti yang terjadi di Desa Jambu Tonang Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Padang Lawas Utara, diduga pelaksanaan kegiatan Program Pamsimas 2019 secara swakelola dari kucuran dana APBN dengan pagu senilai Rp 350 juta tersebut, dinilai tidak serius dan terbenggalai satu tahun. Pelaksana kegiatan tersebut diduga melanggar ketentuan yang berlaku.

Hasil konfirmasi dari Kepala Desa terkait pekerjaan, bahwa bangunan tersebut di kerjakan muali dari bulan November 2019 tahun lalu dengan anggara 350 juta. Namun bangunan tersebut terkendala sebab gangguan alam.

Selain itu, sesuai dengan informasi dari masyarakat desa Jambu Tonang bahwa bangunan tersebut ada dua, satu di Jambu Tonang Gariang kemudian Satu Lagi di Jambu Tonang Lombang. Bangunan pamsimas yang di desa Jambu Tonang Gariang sudah selesai namun airnya tidak di tersalurkan kepada masayarakat Desa tersebut, sedangkan bangunan yang di Jambu Tonang Lombang belum selesai di kerjakan (1 tahun mangkrak).

Menanggapi hal tersebut seorang mahasiswa UIN SU Medan asal Kecamatan Ujung Batu (Ahmad Ridwan Dalimunthe) mengatakan,
”sebagai masyarakat dan mahasiswa, saya sangat kecewa dengan program ini karena seharusnya program tersebut bisa membantu masyarakat, bukan malah di lalaikan dan di manfaatkan untuk kepentikan pribadi oleh oknum tertentu. Kemudian bangunan ini mangkrak dan kadaluarsa karena bngunan ini dimualai dari 2019 sampai saat ini belum juga selesai, harusnya kan ada mekanisme dalam pengerjaan, khususnya batas waktu pengerjan. Jika seperti ini diduga pengelola program PANSIMAS bekerjasama untuk mencari keuntungan sebesar mungkin (Mark-up) dan saya berharap kepada instansi terkait dalam hal ini Kejaksaan Padang Lawas Utara dan POLRES TAPSEL untuk bisa segera mengambil tindakan atas adanya dugaan penyalahgunaan anggaran Pamsimas Di Desa Jambu Tonang.

"Saya meminta KEJARI Padang Lawas Utara untuk segera memanggil dan periksa Kepala Desa Jambu Tonang, dan Ketua KKM Pamsimas Desa Jambu Tonang atas dugaan penyalah gunaan anggaran Negara. Jika persoalan ini tidak di tanggapi dan di tindak lanjuti oleh semua instansi terkait di Padang Lawas utara, maka saya akan bawa persoalan ini ke KEJATISU Dan POLDA Sumatera Utara" tutup Ridwan.(Red:Syahrial)

Contact Form

Name

Email *

Message *