HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Diduga PT PAA Gunakan BBM Solar Untuk Kapal Pukat Trawl dengan Tanki Berlebel Minyak Industri Ngelabui Petugas

By On May 29, 2020

Belawan.Haranews.com.PT PAA diduga memasok BBM solar untuk kebutuhan kapal ikan alat tangkap pukat trawl yang bersandar di dermaga TPI Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB).

Seorang nelayan, Rahmad (50) mengatakan, untuk mengelabui petugas solar tersebut dipasok truk tanki yang dilabel minyak industry. "Kita menduga minyak solar yang diangkut mobil tanki milik PT PAA yang merupakan mobil tanki untuk mengangkut minyak industri dan kita menduga kalau minyak yang diangkutnya itu minyak illegal,"kata Rahmad, Selasa (26/5/2020).

Baca Juga
Untuk Kebutuhan Pukat Trawl, Solar Industri “Banjiri” di Belawan
Dijelaskannya, truk tanki tersebut milik pengusaha berinisial Inan memasok bbm solar dengan harga Rp 4150/liter. Pengusaha kapal trawl selalu memesan solar Karena harga minyak solar industri lebih murah dibandingkan dengan harga minyak subsidi.

"Kita heran juga harga minyak solar industri dari PT PAA lebih murah dibandingkan dengan minyak solar bersubsidi. Makanya kita menduga kalau minyak yang diangkut mobil tanki PT PAA illegal bukan minyak dari Pertamina," ujarnya.

Rahmad mengharapkan kepada petugas, khususnya Ditpolairud untuk menindak mobil tanki yang mengangkut minyak illegal berkedokan minyak industri.

(Tim job)

FMD-SU (Forum Mahasiswa Demokrasi Sumatera Utara): Nepotisme dan Monopoli Bantuan Sosial JPS (Jaring Pengaman Sosial) Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Labuhanbatu Utara di Kecamatan Aek Natas.

By On May 19, 2020


LABUHANBATU UTARA, Haranews.com|•Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kecamatan Aek Natas mulai membagikan Paket Sembako JPS (Jaring Pengaman Sosial) di Kelurahan Bandar Durian. Dalam agenda tersebut dihadiri langsung oleh Bapak Bupati Labuhanbatu Utara, Anggota Dewan, Camat, dan Kepala Kelurahan Bandar Durian serta dihadiri masyarakat yang akan diberikan bantuan.(selasa,19/05/20)

Bantuan Sosial JPS merupakan Pogram yang diberikan untuk membantu keluarga miskin dan rentan di daerah epicentrum Covid 19 agar meringankan beban mereka selama pandemi. ( Rizky Tanjung: aktivis mahasiswa ULB).

Pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease -19) yang kini tengah terjadi di Indonesia telah melemahkan sendi-sendi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Pasalnya, roda kehidupan masyarakat seakan terhenti pasca- pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan laju pertumbuhan dan memutus mata rantai penyebaran virus.

Masyarakat kelas bawah yang bekerja di sektor informal, seperti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang dan buruh harian menjadi pihak yang sangat merasakan atas kebijakan ini. Dengan demikian pemerintah memberikan bantuan sosial JPS kepada masyarakat.

Ada dua poin yang menjadi perhatian serius FMD-SU kepada pemerintah terkait bantuan sosial JPS. Pertama, mengenai data yang tidak akurat. Dimana diduga dan tercium bau nepotisme dan tendensius. Kemudian yang kedua, terindikasi adanya mafia dalam memonopoli pengadaan paket bantuan sembako.

Pembagian harus didasari kejelian dan ketelitian serta kesadaran dalam mendata penerima bantuan sehingga tidak terjadi salah sasaran dan berujung kegaduhan di masyarakat.

Namun kenyataan yang terjadi di lapangan masih terjadi kegaduhan dan kecemburuan di masyarakat akibat kurang  jeli dan teliti dalam pendataan, membuat di tubuh masyarakat sendiri merasa dalam mendata terjadi nepotisme dan tendensius yang berdampak merusak tatanan hidup bermasyarakat.

Selain daripada itu dilihat dari bantuan JPS Propinsi Sumatera Utara yang diberikan senilai 225.000. Kemudian ditukar dengan  paket sembako yang diberikan berupa beras 10 kg, Intermie 1 kotak, Susu tiga sapi 1 kaleng, M. Makan PKS 2 kg, Sarden ABC besar 1 kaleng, Teh celup 2 bks, dan Gula 1 kg. Dan besaran nominal yang kata nya bila dijumlah kan sebesar 225.000.

Untuk mengetahui apakah paket sembako tersebut berjumlah 225.000 maka saya mengajak masyarakat untuk langsung ngecek harga sesungguhnya di grosir atas apa yang telah diberikan pemerintah. Jangan langsung senang bila diberikan bantuan. Karena saya menduga kalo dihitung dengan harga sesungguhnya tidak sampai 225.000.

Kemudian bila terjadi hal seperti ini sudah saat nya masyarakat bangun dari tidur panjang dan lebih berani bersuara bila terjadi hal-hal menyimpang dan berdiri di depan dalam mempertahankan dan membela hak-hak nya sebagai masyarakat.

Mengenai hal ini kami dari FMD-SU menduga adanya monopoli dalam pengadaan paket sembako, sebab dilihat dan dihitung dari harga satuan yang ditanya di grosir jumlah keseluruhan tidak mencapai 225.000. Dan dari informasi yang kami dapat untuk pengadaan paket bantuan sosial JPS Propinsi Sumatera Utara di Labuhanbatu Utara berkisar 3000 paket. Dari situ maka kami menduga adanya monopoli yang dilakukan orang-orang tertentu.

Kami FMD-SU meminta kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara agar menyampaikan kepada Bapak Bupati Labuhanbatu Utara untuk tidak mendata penerima bantuan sosial JPS dengan cara nepotisme dan tendensius, bila perlu pecat mereka bila terbukti melakukan nya dan mengusut tuntas atas dugaan adanya mafia dalam memonopoli pengadaan paket bantuan JPS propinsi Sumatera Utara. Sebab sangat tidak manusiawi bila anggaran diperuntukkan membantu masyarakat terdampak covid 19 malah dimanfaatkan demi memperkaya diri dan kelompok dengan ketidaksesuaian harga yang telah ditentukan 225.000 dengan paket sembako yang didapat masyarakat.

(Koordinator FMD-SU Dicky simatupang)

Kapolres Batu bara:Masyarakat Yang Belum Mendapatkan Bantuan Sembako Di Minta Mendata Ulang Untuk Mengambil di Mako Polres Batu Bara

By On May 19, 2020

(KAPOLRES BATUBARA/AKBP IKHWAN LUBIS, SH MH)
Haranews.com|•Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH menghimbau Warga di Kabupaten Batu Bara yang terdampak Covid 19  jangan risau kalau tidak mendapatkan bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.Warga yang tidak dapat bisa kembali mencatat nama melalui kelompok yang ada dan bisa mendapatkanya di Mapolres Batu bara saat di katakan Kapolres saat pidato apel pagi selasa  ( 19 /5/2020 ).

Saat  melakukan persiapan pantauan bantuan sembako dari pemerintah provinsi Sumatera Utara,Kapolres mengatakan kepada awak media dan Pejabat Utama  juga personil kepolisian yang ada untuk extra bekerja keras untuk masyarakat di masa Pandemi Covid 19.

Kapolres Batu bara AKBP  Ikhwan  menugaskan seluruh personil kepolisian untuk dampingi masyarakat  dan pantau mereka,agar tidak kisruh saat menerima bantuan sembako.

Dikatakan nya juga kepada seluruh personil kepolisian di larang keras untuk cuti atau pulang kampung, tidak ada  yang  bolos apel . Kita akan lakukan  sangsi tegas . Karena  dalam menyambut  Hari raya Idul fitri 1441 H.  Kita akan lakukan  pengamanan kepada masyarakat di masa Pandemi Covid 19 . Agar menciptakan rasa aman dan nyaman bagi umat islam yang merayakan Lebaran tahun ini.

"Kami berharap juga kepada masyarakat agar ikuti  himbauan pemerintah yang jauh hari sudah di sampaikan.Tetap gunakan Masker  saat keluar rumah. Jaga jarak , dan jangan melakukan Open House yang bisa menimbul kan keramaian . Bersilaturahmi dengan tertib tidak usah bepergian kalau tidak penting . Waspadai Virus Corona yang bisa saja di bawa oleh tamu kita,cukup di rumah dan bisa lakukan interaksi melalui  Ponsel,"tandas kapolres.

(Jurnalis Online Bersatu)

Mengisi Kegersangan Ruang Publik

By On May 19, 2020

(Muhammad Mas'ud Silalahi Koordinator Nasional Forum Silaturahmi Mahasiswa Indonesia)
Haranews.com|•Era digitalisme saat ini media sosial dan media mainstreem mampu merubah paradigma berfikir manusia, mempengaruhi cara berfikir dan bertindak manusia, maka ruang digital saya kira penting untuk diisi dengan muatan-muatan konten yang menyegarkan, menyehatkan dan mencerdaskan. Apabila ruang digital ini lebih di dominasi oleh konten yang tidak menyegrkan, tidak menyehatkan dan tidak mencerdaskan maka kerusakan generasi akan lebih memprihatinkan.

Oleh sebab itu pula ruang publik ini penting kiranya diisi oleh para cendikiawan, para ulama dan para tokoh bangsa dengan konten-konten positif yang membuka tabir pemikiran serta dapat menggairahkan semangat perjuangan generasi muda untuk terus ikut serta dalam membangun peradaban umat, bangsa dan agama. Sebingga rong-rongan dari kaum-kaum 'jahat' yang tidak bertanggungjawab dengan sengaja atau tidak sengaja menyebarkan konten-konten yang tidak baik akan dapat ditutupi oleh nilai kearifan dan kebijaksanaan.

Untuk itu bagi generasi muda bangsa juga mesti mensuport, menyemangati dan membantu para stake holder, para pemikir - intelektual dan para ulama dalam menumpahkan pikiran serta derap langkah gerakannya berjuang di dunia nyata dan dunia maya untuk kejayaan umat dan bangsa dimasa mendatang.

Kita harus melawan buzzer-buzzer 'nakal' yang hendak merong-rong persatuan, kesatuan, dan keharmonisan bangsa ini. Menyesatkan pola pikir dan memprovokasi generasi dengan konten-konten yang tidak menyehatkan serta mencerdaskan itu.

Disamping itu, ada juga persoalan 'etika publik' yang mesti dibangun dan dikuatkan sehingga ruang publik (media sosial) ini dapat menjadi kebermanfaatan yang baik. Apakah itu dari foto-foto yang tidak senonoh, tulisan-tulisan yang tidak berfaedah dan tidak mendidik dan seterusnya.

Saat ini saya juga telah menyaksikan ada orang-orang yang berupaya untuk menyegarkan, menyehatkan dan mencerdaskan ruang publik. Ya, walaupun jumlahnya tidak sebanyak orang-orang yang ingin merusaknya dan membuat suasana menjadi gersang. Tapi saya yakin betul bahwa jika nilai kearifan dan kebijaksanaan serta etika publik ini diperkuat maka nilai-nilai keburukan itu akan menurun derastis dan generasi kita akan terselamatkan dari kesesatan-kesesatannya dalam berfikir dan bertindak. Disinilah kiranya perlu dibutuhkan kecerdasan dalam menganalisa, berfikir dan bertindak cerdas dalam menggunakan media sosial.

Penulis Muhammad Mas'ud Silalahi Koordinator Nasional Forum Silaturahmi Mahasiswa Indonesia

KEAJAIBAN SEDEKAH

By On May 17, 2020


Haranews.com|•Waqidi Rahmat. Menuturkan sebuah kisah, "Saya mempunyai dua orang teman, yang satu dari Bani Hasyim, dan yang lain bukan dari Bani Hasyim. Hubungan kami sangat akrab bagaikan satu badan dan tiga hati. Ketika hari raya Idul Fitri hampir tiba, saya sedang dalam kesusahan. Istri saya berkata, "Kita dapat bersabar dalam setiap keadaan." Akan tetapi, sebentar lagi hari raya akan datang, sehingga hati saya tidak tahan melihat anak-anak menangis. Hati saya seperti hancur apabila melihat anak-anak kita mengenakan pakaian yang usang dan compang-camping, sedangkan anak-anak tetangga berpakaian baru dan mengenakan perhiasan yang bagus untuk hari raya.

Demi anak-anak, saya harus dapat mencari sesuatu dan membuatkan baju untuk mereka. Begitu mendengar perkataan istri saya itu, saya menulis surat kepada teman saya yang berasal dari Bani Hasyim. Didalamnya saya menulis tentang keadaan saya yang sebenarnya. Kemudian ia mengirimkan satu kantong berisi uang seribu dirham kepada saya dan menyuruh saya agar menggunakan uang tersebut untuk keperluan saya. Pada saat saya hampir menikmati pemberian hadiah yang sangat berharga tersebut, datanglah sepucuk surat dari teman saya yang lain. Dalam surat tersebut, ia menceritakan keadaannya yang sesungguhnya, dan ia meminta bantuan saya, sehingga saya mengirimkan uang seribu dirham itu kepadanya. Karena malu, saya tidak langsung pulang kerumah, tetapi menginap di masjid selama dua hari berturut-turut.

Kemudian pada hari ketiga, pulanglah saya kerumah, dan saya menceritakan semua kejadian tersebut kepada istri saya. Ternyata istri saya tidak marah dan tidak mengeluh, bahkan sangat senang dengan perbuatan saya itu, katanya, "Engkau telah melakukan perbuatan yang terbaik." Ketika kami sedang duduk berbincang-bincang, teman saya yang berasal dari Bani Hasyim datang dengan membawa kantong tersebut dan bertanya kepada saya, "Katakanlah dengan sebenarnya kisah tentang kantong uang ini." Saya pun menceritakan kisah yang sebenarnya. Setelah itu, teman saya yang berasal dari Bani Hasyim berkata, "Ketika suratmu datang, saya tidak mempunyai uang kecuali ini, yang kemudian saya kirimkan kantong uang ini kepadamu. Setelah itu, saya menulis surat kepada teman kita yang satu lagi. Sebagai jawaban, ia mengirimkan kantong ini kepada saya. Saya merasa heran, karena kantong ini saya kirimkan kepadamu, lalu bagaimana bisa sampai kepada teman kita yang satu lagi. Karena itu, saya datang untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya.

Akhirnya, kami berikan uang seratus dirham dari uang tersebut kepada istri saya, dan yang sembilan ratus dirham kami bagi bertiga. Ketika kejadian ini terdengar oleh Makmun Ar-Rasyid, ia memanggil saya dan ingin mendengar semua kisahnya. Setelah mendengar kisah tersebut, Makmun Ar-Rasyid memberi saya uang tujuh ribu dirham. Kemudian, uang tersebut saya berikan kepada istri saya sejumlah seribu dirham, sedangkan yang enam ribu dirham kami bagi bertiga."

Penulis Masyuril Fajar Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Banjir Merendam Jalan Utama Perkebunan Sei Balai

By On May 16, 2020

(Jalan Utama Perkebunan Sei Balai Terendam Banjir)
Haranews.com|•Hujan yang melanda desa perkebunan sei balai selama dua hari berturut-turut mengakibatkan air meluap dan mengakibatkan banjir di jalan utama perkebunan sei balai menuju jalan lintas Sumatera. Rabu (13/05/2020)

Jalan yang menjadi jalur utama masyarakat perkebunan sei balai terputus dikarenakan terendam banjir. Segala aktifitas masyarakat terhambat diakibatkan banjirnya jalan tersebut. Banyak kendaraan yang harus putar balik dikarenakan banjir yang sangat dalam. Mereka harus putar balik untuk menuju jalan lain yang jaranya sampai 10 KM yang biasanya bisa melewati jalan tersebut hanya 3 KM.

Rahmadi salah satu warga saat dihampiri wartawan beliau mengatakan bahwa, banjir yang melanda desa kami saya rasa sangat sering,  apalagi saat hujan lebat seperti saat ini.  Tidak hanya banjir jalan perkebunan PT BSP yang saat ini menjadi menjadi jalan utama untuk menuju ke jalan lintas sumatera kian memburuk. Badan jalan hanya tanah yang saat ini dibilang sudah tidak layak dilalui. Karena jalan tersebut tidak hanya dilalui masyarakat sei balai akan tetapi jalan penghubung tinjowan simalungun dan beberapa desa kec. Pulo bandring Asahan.

Saya berharap jalan tersebut segera diselesaikan pemerintah untuk segera dilakukannya rabat beton yang sudah lama rasanya terdengar ditelinga masyarakat akan terealisai. Upaya agar masyarakat dapat menggunakan jalan tersebut dengan baik. Guna percepatan ekonomi di daerah kami. Lebih lagi saat ini desa kami sudah ada wisata danau Indah Lestari. Tentunya hal menjadi keinginan masyarakat kami. Imbuh Rahmadi

Desa perkebunan sei balai saat ini yang berbatasan langsung dari kabupaten asahan kecamatan pulo bandring dan kabupaten simalungun kecamatan ujung padang. Tentunya ini menjadi sorotan dari kabupaten tetangga yang pembangunannya tak kunjung terealisasi.

(Red)

Bantuan Bahan Makanan dari Gubernur Sumut, Aktivis Batak Muslim Sumut Apresiasi

By On May 15, 2020


Haranews.com|•Bung Fathoni Siregar aktivis Batak Muslim mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara bapak Letnan Jendral TNI (Purn) Edy Rahmayadi dan bapak Musa Rajekshah (Wagub Sumut) dan jajaran Pemerintah Daerah Sumut yang telah mengelola bantuan buat masyarakat dalam menghadapi Pandemi ini. (Jum'at, 15 Mei 2020)

Kami akan selalu mendukung pelaksanaan di lapangan dalam penyaluran langsung bantuan bahan makanan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan bahan makanan ini, hal ini tentunya dapat meringankan beban masyarakat kita jugakan, ujar bung Fathoni Siregar.

Ucapn terima kasih juga dihanturkan Bung Fathoni Siregar Aktifis Batak Muslim kepada Abdul Hakim Siregar., S.Si., M.Pd selaku Ketua Yayasan Pimpinan Pondok Pesantren Nur Zam-Zam beserta Pengasuh Ponpes Nur Zam-Zam al-Ustadz Zulfahmi Hasibuan., S.Pd.I yang terlibat langsung program-program sosial, bantuan untuk penerima bantuan dalam keadaan Covid-19, atas musibah yg terjadi  saat sekarang ini. Kepedulian pemerintah Daerah Sumatera Utara cepat dan tanggap membantu masyarakat yang berhak menerima bantuan dari pemerintah daerah.

Lanjut Fathoni Siregar, mari kita bahu-membahu dalam menangani pandemi ini, kita tidak bisa bekerja sendiri-diri, perlu kontribusi dari setiap pihak. Saya berharap masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Sumut untuk kita sama-sama bermunajat, bertafakur, berdoa kepada Allah SWT semoga Covid-19 ini segera berlalu.

Segala kebijakan yang diambil pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19 ini harus ditaati. Segala anjuran pemerintah kita taati karena kebijakan pemerintah selalu berorientasi pada kemaslahatan,  kemaslahatan adalah inti daripada syariat. Tutup Bung Fathoni Siregar Aktifis Batak Muslim Sumut.(red:aulia)

Contact Form

Name

Email *

Message *