HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.
SAPMA IPK UINSU Usai Penyerahan Mandat, Menggelar Bakti Sosial dengan Menyerahkan Bantuan Sembako ke Panti Asuhan

By On September 30, 2020

(Pengurus SAPMA IPK UIN SU Usai menerima Mandai bakti sosial di Rumah Tahfidz Quran Nurul Madani)


Medan|
Haranews.com|Satuan Pemuda Dan Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya (SAPMA IPK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menerima mandat Surat Keputusan (SK) Definitif dari Ketua Sapma IPK Kota Medan.

(Samuel Tobing, SH,SE,BBA sebagai ketua SAPMA IPK kota medan didampingi oleh sekretaris,bendahara Menyrahkan Mandat Kepada Ketua Ilham dan Pengurus)


Penyerahan berlangsung di kantor DPD IPK Kota Medan Jl.Pabrik Tenun pada Selasa (30/9) dengan tetap menerapkan protokol kesehtan . 

SK definitif kepengurusan Sapma IPK UINSU tersebut di serahkan langsung oleh Samuel Tobing, SH,SE,BBA sebagai ketua sapma ipk kota medan didampingi oleh sekretaris,bendahara dan anggota .

Diterima langsung oleh Ilham Haristia sebagai Ketua , Rizqi Fadillah Dais sebagai Wakil Ketua , Fahrul Rozi sebagai Sekretaris , Ratna Juwita sebagai Ketua Srikandi dan para pengurus lainnya .

Sam Tobing percaya kepengurusan sapma ipk uinsu masa bakti 2020-2022 yang di pimpin adinda Ilham bisa membangkitan jiwa para mahasiswa yang bermoral dan tidak anarkis,"pungkas sam .

Mahasiswa fakultas syariah yang sering di sapa Ais ini juga sudah paham dan lama berorganisasi, pasti mampu merangkul dan membimbing anggota nya untuk mengisi kegiatan-kegiatan positif yang ada di lingkungan kampus UINSU,"tutup sam .


Usai penyerahan mandat , Ais dan anggota lain nya menggelar bakti sosial dengan menyerahkan bantuan sembako ke panti asuhan berupa bahan-bahan pokok seperti minyak,beras,gula dan lain nya , Ais juga meminta adik-adik panti asuhan mendoakan agar kepengurusan sapma ipk uinsu periode 2020-2022 agar menjadi mahasiswa yang bisa berguna bagi bangsa dan tanah air .

Ais berpesan kepada pengurus dan anggota sapma ipk uinsu agar tidak ada yang telibat dengan penyalahgunaan narkoba dan bila mana ada yang terlibat kami tidak segan-segan untuk langsung melaporkan nya ke pihak yang berwajib,"tegas ais


Dan mengajak rekan-rekan sekalian membantu pemerintah untuk memutus penyebaran virus covid-19 dinegara yang kita cintai ini dengan tetap menggunakan masker,mencuci tangan dan menjaga jarak,"tutup Ais . (Red:Tim)

Mengenal Covid 19

By On September 28, 2020


Haranews.com|COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang baru ditemukan. Virus ini adalah virus baru dan penyakit yang tidak dikenal sebelum terjadinya wabah di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019.

Sejarah penemuan virus Covid-19.

Pada tanggal 31 Desember 2019, World Health Organization (WHO) mendapatkan informasi mengenai kasus pneumonia yang terjadi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Tanggal 7 Januari 2020, otoritas Cina mengkonfirmasi telah mengidentifikasi virus baru, yaitu virus Corona, yang merupakan famili virus flu, seperti virus SARS dan MERS, yang mana dilaporkan lebih dari 2.000 kasus infeksi virus tersebut terjadi di Cina, termasuk di luar Provinsi Hubei. Virus Corona (Covid-19) merupakan famili virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-SoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Pada 11 Februari 2020, WHO mengumumkan nama virus Corona jenis baru tersebut adalah Corona Virus Disease 2019 (disingkat menjadi COVID-19).

Kasus pertama ditemukan di Indonesia

Sementara di Indonesia kasus positif Corona (COVID-19) di Indonesia mencapai 8.607 kasus. Kasus COVID-19 menyebar di 34 provinsi dengan kasus terbanyak di DKI Jakarta. Indonesia pertama kali mengkonfirmasi kasus COVID-19 pada Senin 2 Maret lalu. Saat itu, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kasus pertama tersebut diduga berawal dari pertemuan perempuan 31 tahun itu dengan WN Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan terjadi di sebuah klub dansa di Jakarta pada 14 Februari.

Masa Inkubasi Covid-19 Di Indonesia

Menurut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, masa inkubasi Covid-19 di Indonesia adalah 5-6 hari. Pernyataan ini diungkapkan dalam konferensi pers pada Jumat, 10 April 2020, di Graha Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Dengan demikian, kasus positif corona yang dilaporkan pada hari ini sebetulnya merupakan kasus infeksi yang terjadi 5-6 hari sebelumnya. Masa inkubasi adalah periode sejak seseorang terpapar infeksi hingga muncul tanda atau gejala penyakit yang ditimbulkan. Masa ini sangat penting diketahui dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Orang yang tak sadar dirinya terinfeksi sehingga tak muncul gejala akan dengan mudah menulari orang lain selama masa inkubasi. Karena itulah penting untuk mematuhi aturan jaga jarak guna mencegah penularan. Menurut laporan terbaru, ada kemungkinan orang yang terinfeksi Covid-19 dapat menular sebelum menunjukkan gejala yang signifikan.

Proses penularan Covid-19

Proses penularan terjadi dari orang ke orang diperkirakan terjadi melalui droplet ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, mirip dengan bagaimana influenza dan patogen pernapasan lainnya yang dapat terhirup ke dalam paru-paru. Penularan Covid-19 dapat juga terjadi dengan menyentuh permukaan atau objek yang memiliki virus di atasnya dan kemudian orang tersebut menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata mereka sendiri.

Apakah sudah ada vaksin atau obat Virus Covid-19.

Untuk saat inu belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus Covid-19 hingga saat ini. Namun, gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati. Oleh karena itu pengobatan harus didasarkan pada kondisi klinis pasien dan perawatan suportif dapat sangat efektif.


Adakah Antibiotik untuk Mencegah dan Mengobati Covid-19?


Antibiotik tidak bekerja melawan virus. Antibiotik digunakan hanya untuk melawan bakteri. Antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan infeksi virus. Namun, antibiotik akan diberikan karena infeksi sekunder bakteri mungkin terjadi saat pasien tersebut dirawat di rumah sakit.


Pencegahan Penularan Covid-19


1. Cuci tangan selama 20 detik dengan sabun dan air mengalir sesuai dengan standar WHO.

2. Hindari kerumunan/keramaian.

3. Jaga posisi jarak dengan orang lain.

4. Hindari melakukan kontak langsung dengan orang yang sakit.

5. Konsumsi secara rutin vitamin yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh .

6. Gunakan masker saat keluar rumah.

7. Membersihkan dan mendisinfeksi secara berkala barang-barang yang sering disentuh.


Ditulis Oleh : Lukmanul Hakim Siregar (Kelompok 27 KKN-DR UINSU)

KPOTI SUMUT HIBUR ANAK KORBAN SINABUNG DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL

By On September 27, 2020

(KPOTI Sumut dan KPOTI Kab Karo serta Masyarakat Karo)

Karo|Haranews.com|Pengurus Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sumut kembali beraksi. Kali ini mengunjungi dan menggelar permainan rakyat menghibur anak korban erupsi Gunung Sinabung. Kegiatan di Desa Naman Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo itu dilaksanakan pada Minggu (27/9/2020) pagi. 
Desa itu tersebut merupakan salahsatu yang paling dekat terdampak erupsi Sinabung.

Kunjungan KPOTI SUMUT disambut Mandataris KPOTI Kabupaten Karo Drs. Darson Tarigan M.Pd serta diterima Kepala Desa Naman Rencana Sitepu. Di sana, rombongan KPOTI SUMUT menggelar arena bermaian tradisional di lapangan Sekolah Dasar Desa Naman Teran. "Ini tidak hanya untuk mengenalkan kembali kepada anak-anak kita tentang permainan tradisional namun juga untuk menghibur mereka yang terdampak erupsi Sinabung. Semacam trauma healing," kata Ketua KPOTI Sumut, Agustin Sastrawan Harahap MPd. Anak-anak di sana sangat antusias dengan permainan rakyat seperti enggrang, terompah, gasing, engklek dan tarik tambang. "Permainan rakyat ini sangat baik untuk tumbuh kembang dan karakter anak," kata Agustin. 

Sebelum bermain, pengurus KPOTI Sumut, KPOTI Medan dan Langkat melaksanakan bakti sosial. Di antaranya pembagian masker, pakaian, makanan serta uang tunai kepada warga terdampak erupsi Sinabung. "Kami sangat berterimakasih atas bantuan dari KPOTI SUMUT, yang tak kenal lelah mengerahkan bantuan baik moril maupun materil," kata Mandataris KPOTI Karo, Darson Tarigan. (Red:Tim)

Pemilihan Kepala Daerah Akan Dimulai, Suci Habibi Pulungan: Calon Bupati Labusel Harus Berani Menjamin Perubahan Dalam Pendidikan, Pembangunan Dan Kesehatan

By On September 23, 2020

(Suci Habibi Pulungan Tokoh Pemuda Labuhan Batu Selatan)

LabuhanBatu Selatan|Haranews.com  Pemerintah, DPR dan lembaga penyelenggara pemilu telah menyepakati bahwa Pilkada serentak 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang. 

Meskipun menuai banyak pro-kontra dari berbagai kalangan tentang tetap berlanjutnya Pilkada ditengah pandemi seperti ini, para calon kepala daerah tetap mematangkan persiapannya jelang pemilihan.

Dikabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) sendiri terdapat 5 pasangan calon yang mendaftarkan diri ingin menjadi bupati & wakil bupati.

Melihat hal itu, Suci Habibi Pulungan yang merupakan Mahasiswa aktif Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menilai bahwa siapapun nantinya yang terpilih menjadi orang nomor satu di Labuhanbatu Selatan haruslah mampu membawa perubahan yang lebih baik khususnya disektor pendidikan, pembangunan dan kesehatan.

Suci menilai bahwa "pemerintah harus berani manaikkan anggaran di bidang pendidikan, sebab banyak putra-putri daerah yang sekolah diluar membutuhkan bantuan berbentuk beasiswa." ujar suci habibi, Rabu 23 November 2020.

Begitu juga dalam hal pembangunan, Pria yang pernah membawa labusel juara sepakbola piala gubsu ditahun 2014 ini menilai kabupaten labuhanbatu selatan masih minim pembangunan terkhusus pembangunan bidang olahraga. menurutnya diusia ke 12 tahun ini labusel masih jauh dari cita-cita pemekaran. 

sedangkan dalam sektor kesehatan, ia berharap penuh kepada pemimpin yang terpilih nantinya agar lebih serius memperbaiki sektor kesehatan terkhusus dimasa pandemi seperti ini". tutupnya.

(Red:Abdul)

Pemerintah Harus Pentingkan Masyarakat Susah dari pada Pilkada

By On September 20, 2020

( Muhammad Yusuf Hanafi Sinaga S.Sos / Ketua Umum Masyarakat Peduli Lingkungan )

Medan|Haranews.com•Ketua Umum Masyarakat Peduli Lingkungan (MAPEL) M Yusuf Hanafi Sinaga S.Sos menilai pemerintah pusat maupun daerah lebih mementingkan Pilkada dari pada memikirkan nasib rakyat yang semakin susah terdampak Covid 19.


"Sebelum Covid mendera, masyarakat sudah banyak yang sengsara. Apalagai sekarang, di mana saat ini masyarakat semakin susah karena sembako mahal, pendidikan mahal, listrik mahal, pengangguran meningkat. Belum lagi banyak anak sekolah kebingungan karena tidak memiliki android untuk belajar secara online dari rumah," tegas M Yusuf Hanafi Sinaga S.Sos kepada wartawan, Senin (21/9).

Seharusnya, lanjut Wakil Sekretaris Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama Sumut Ini, pemerintah pusat dan daerah lebih kompak dan bersinergi dalam mengambil kebijakan untuk menyelamatkan rakyat di tengah Pandemi ini. "Bukan sebaliknya saling menyalahkan dengan kebijakan yang tidak sejalan. Dalam hal ini rakyat justru menjadi korban kebijakan pemerintah yang tidak bersinergi. Sehingga pemerintah pusat dan daerah saling menyalahkan," tegas Yusuf yang juga Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Transportasi Seluruh Indonesia F.SPTSI-K.SPSI Deliserdang ini.

Permasalahan rakyat susah, lanjut mantan Ketua Sapma Ikatan Pemuda Karya (IPK) UINSU ini, sembako mahal, pendidikan dan kesehatan yang mahal, rakyat kelaparan, pengangguran yang meningkat, ini adalah persoalan yang lebih penting dibandingkan Pilkada.

Wakil Sekretaris AMPG Sumut ini berharap seharusnya pemerintah pusat hingga daerah, baik TNI Polri dan Satpol PP turun langsung ke lapangan ke polosok desa mencari warga yang sakit dan kelaparan untuk segera diobati dan di berikan sembako. Demikian pula dengan para pengangguran, anak-anak yang bersekolah namun tidak memiliki fasilitas android untuk belajar melalui daring dari rumah.

"Negara harus hadir di tengah rakyat sesuai dengan nilai pancasila dan Pasal 27, Pasal 34 UUD 1945 tentang hak dan kewajiban warga negara. Negara jangan abai akan kehadirannya dan kewajibannya kepada rakyat Indonesia sesuai UUD 1945," pungkas alumni UIN SU jurusan komunikasi Politik Islam ini."Tutupnya.(Red:Tim)

Mencegah Penyebaran Virus Corona, Ikatan Remaja Masjid Syukur (IRMAS) Desa Pasar Miring Berbagi Masker Gratis

By On September 10, 2020

(IRMAS Sedang Membagikan Masker di Warung)

Haranews.com|•Grafik penyebaran virus Corona di Indonesia semakin meningkat. Hal ini menarik perhatian dari Organisasi Remaja Masjid.


Ikatan Remaja Masjid Syukur (IRMAS) Desa Pasar Miring merespon cepat dengan melakukan gerakan pembagian masker gratis ke masyarakat tepatnya di Cafe Ruang Kumpul Desa Pasar Miring Kecamatan Pagar Merbau, Kamis (10/09/2020) malam.


Gerakan pembagian masker gratis dilakukan kepada pengunjung cafe ruang kumpul. 

"Malam ini kami Ikatan Remaja Masjid Syukur (IRMAS) Desa Pasar Miring melaksanakan kegiatan membagi masker gratis ke pengunjung cafe ruang kumpul. Kegiatan ini bermaksud untuk memutuskan mata rantai penularan virus Corona" Kata Satrio Joko Wibowo selaku Ketua Umum IRMAS Desa Pasar Miring. 


Selain membagi masker, IRMAS Desa Pasar Miring memberikan edukasi agar taat pada aturan protokol kesehatan covid 19.


"Saya di dampingi Wakil Ketua Umum Bayu Setiawan mencoba memahamkan dan memberikan edukasi tentang penyebaran virus Corona kepada para pengunjung cafe, agar wabah ini cepat berakhir." Ujar Joko.


Sementara, kegiatan bagi masker ini dapat respon baik dari pemilik cafe ruang kumpul. 


"Saya selaku pemilik cafe ruang kumpul mengucapkan terima kasih kepada Pengurus IRMAS Desa Pasar Miring atas kegiatan bagi masker gratis ini kepada pengunjung cafe ini." Ujar Alfat Harnas.


"Kita semua berharap wabah covid 19 ini dapat segera berakhir." Tambah Alfat yang juga alumni IRMAS Desa Pasar Miring.


Selanjutnya, kegiatan bagi masker gratis ini dapat apresiasi dari salah satu alumni IRMAS Pasar Miring. 


"Saya sebagai alumni Ikatan Remaja Masjid Syukur (IRMAS) Desa Pasar Miring sangat mengapresiasi atas keperdulian dari adik-adik IRMAS Pasar Miring untuk bersama-sama memutuskan mata rantai penularan virus Corona." Tutup Fajar Bagus Prabowo.


(Red:Jodi)

Ibadah Dagang Madu Keliling

By On September 10, 2020

(Muhammad Mas'ud Silalahi bersama Hamzah Hasibuan di Warung Dewe MMTC Medan)

Haranews.com
Suatu ketika, saya di jumpai adinda saya Hamzah Hasibuan Ahh Ketua Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) Komisariat FITK UIN SU yang kebetulan berprofesi sebagai pedagang madu, sama seperti saya. Ya disamping adinda saya ini juga seorang aktifis Mahasiswa Islam yang aktif, militan dan ta'at.


Kami ngobrol panjang tentang cara mengolah hidup agar setiap gerak mendapatkan ingkam. Ada penghasilan ya walaupun sedikit tapi tetap ada dan barokah. Dan tentu dibarengi dengan segelas kopi serta obrolan lain tentang peradaban umat berbangsa dan beragama diera digital hari ini.


Saya katakan ke adinda saya ini bahwa ibadah itu tidak sebatas ritual, menyembah Allah s.w.t lewat sholat semata juga sebatas infaq, sedekah, puasa, zakat dan seterusnya. Tapi berdagang juga ibadah. Seperti yang adinda lakukan hari ini, adinda bisa mendapatkan nilai ibadah menjual madu. Tidak hanya sebatas keuntungan materi semata melainkan juga mendapatkan keuntungan in-materi (pahala) yang InshaAllah akan diridhoi, diberkahi dan dirahmati oleh Allah s.w.t.


Lantas adinda saya ini bertanya, bagaimana itu bisa terjadi bg (?)

Saya katakan kepada beliau ; "saya senantiasa mengajarkan anak-anak yang berdagang di Korma Preneur itu untuk tidak hanya mengejar keuntungan duniawi, tapi juga sebagai tabungan investasi akhirat. Jadi setiap aktifitasnya dimulai dengan lafas basmallah dan diakhiri dengan lafas alhamdulillah. Disamping itu juga saya senantiasa menyampaikan kepada mereka untuk berniat, dengan niat berjuang dijalanNya. Tidak mengurangi timbangan, tidak mengada-ada atau berlebihan dalam mempromosikan dagangan atau bisa dikatakan berbicara apa adanya tentang apa yang didagangkannya, lalu jaga kualitas kebersihan dagangannya, ramah dalam jual beli, tidak boleh marah terhadap pembeli yang hanya menanya-nanya lalu mencibir dagangannya, tidak mendzalimi usaha orang lain dengan menjualnya jauh dibawah harga pasar dan tetap menyisihkan beberapa persen keuntungan untuk menjadi hak orang lain. Setelah itu, saya juga katakan kepada seluruh anggota dan atau partisipatisan Korma Preneur dimanapun berada untuk tetap menjaga amanah, jaga integritas dan jaga dzikir serta sholawat disaat mengemas-ngemas barang dagangannya dalam hal ini (madu) sebelum dipasarkan kepada calon pembeli. Sehingga, dagangan yang dijual memiliki Ruh, spirit yang tersambung pada nilai-nilai ke-Tuhan-an. Jadi, siapapun yang membeli dagangan madu itu berarti mereka telah meminum yang sudah dilafaskan dan ditiupkan basmallah serta disholawatkan ke barang dagangan dari si pedagang madu tersebut. Dengan harapan bahwa setiap pembeli diberikan kenikmatan yang diberkahi, diridhoi dan dirahmati oleh Allah s.w.t. juga mereka sudah terhitung beramal, dengan amalan sedekah untuk saudaranya yang membutuhkan uluran tangan. Sehingga, dari keluhuran itulah adinda dapat beramal salih. Karena yang diharapkan dari dagangan bukan hanya sekedar keuntungan materi keduniaan semata melainkan ada niat yang tulus dan ikhlas, semata-mata hanya mengharapkan ke-Ridho-an dari Allah s.w.t dan serta untuk berjuang untuk melepaskan diri dari kemiskinan dunia lewat jalur usaha, dagang."


Penulis Muhammad Mas'ud Silalahi

Founder Komunitas Remaja Masjid Entrepreneur

IMADA Hasibuan Minta KPK Usut Keterlibatan Kasus Gratifikasi  Mantan Seketaris Mahkamah Agung

By On September 06, 2020

Ikatan Mahasiswa Pemuda (IMADA) Parsadaan Hasibuan Sumatera Utara (Sumut) angkat bicara terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita lahan kebun kelapa sawit yang diduga terkait kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman. Penyitaan itu dilakukan pada Rabu (02/09/2020). Dengan meminta KPK memeriksa pihak-pihak terduga yang terlibat.(06/09/20)


setelah kita mendapatkan informasi adanya penyitaan lahan kebun kelapa sawit yang diduga terkait kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman, maka dengan itu kita meminta kepada KPK memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat," kata Ketua IMADA Parsadaan Hasibuan Sumut Wildan Ansor Hasibuan kepada wartawan Sabtu (5/9) di Medan.


Wildan menanggapi adanya pemberitaan di media terkait KPK kembali menyita lahan kebun kelapa sawit yang diduga terkait kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman.


Wildan berharap, dalam dugaan kasus tersebut, penyelidikannya tidak hanya menyita lahan. Lembaga anti rasuah itu diminta untuk mengusut siapapun yang terlibat di dalamnya.


"Jadi siapa yang terlibat di dalamnya harus dimintai pertanggungjawaban hukum," tegas Wildan.


Menurutnya, penelusuran lebih jauh yang dilakukan KPK untuk mengetahui kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain sangatlah penting. "Karena saya pikir, cara itu efektif. Dan perlu kami sampaikan kita sangat mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia khususnya di Sumatera Utara," tandasnya.(Red:Tim)

 KPOTI SUMUT Sosialisasikan Permaianan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia

By On September 06, 2020


Binjai|Haranews.com|•Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, menggunakan masker dan alat pelindung lainnya, masyarakat Kota Binjai sangat antusias dan terlihat memenuhi lapangan merdeka kota binjai.(Minggu,06/09/20)


Saat rekan media KPOTI Sumut mewawancarai ibu Sri Ulina Ginting S.Pd selaku Kadis Pendidikan  Kota Binjai,  mengatakan. "kami sangat  mengapresiasi sekali atas kehadiran KPOTI SUMUT di kota Binjai yang terus menggiatkan membumikan serta melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional ini, kegitan ini akan menjadi agenda mingguan kami, guna melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional yang sudah hampir hilang di telan budaya" luar serta pengaruh teknologi canggih seperti smartphone (gadget) baik di kalangan masyarakat khususnya generasi muda yang ada di kota Binjai, melihat kondisi saat ini permainan tradisional sudah banyak di tinggalkan, kami berharap kedepannya agar permainan tradisional ini dapat di masukkan kedalam mata pelajaran di sekolah. 


Kegiatan ini di hadiri langsung oleh ketua umum, sekretaris umum, dan beberapa pengurus kpoti provinsi sumatera utara.

Dalam sambutannya Agustin  Sastrawan Harahap S.pd M.pd selaku ketua umum kpoti Sumut mengatakan " terimakasih untuk seluruh penggiat permainan rakyat dan olahraga tradisional terkhusus kepada  ibu kadis pendidikan kota Binjai yang sudah  berpartisipasi, mensosialisasikan menggiatkan membumikan serta melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional Indonesia, kegiatan serupa juga di lakukan di kota medan  tepatnya di merdeka walk dengan tema "mojok lapangan" dan ini merupakan kegiatan kedua kalinya yang di adakan oleh kpoti kota medan.


Komite permainan rakyat dan olahraga tradisional  Indonesia (KPOTI) Sumut saat ini sedang melakukan banyak rangkaian rangkayan kegiatan dalam rangka menyambut aktivitas normal. melakukan sosialisasi, perkenalan kepada masyarakat terkait dengan permainan tradisional ini, ujar Agus Salim Samosir, S.si M.or AIFO Sekretaris Umum KPOTI SUMUT.


Masyarakat sangat antusias adanya lapak permainan tradisional yang di gelar oleh kapoti  kota binjai mereka berbondong - bondong dan mencoba kembali permainan tradisional, yang terpatri bahagia di masa kecil.

Seperti yang ungkapkan oleh Ir H. Muhammad Saleh pane selaku tokoh masyarakat kota Binjai mengungkapkan perasaannya saat mengikuti kegiatan lapak permainan tradisional yang di gelar oleh kpoti kota Binjai. "ini merupakan awal yang baik dan kami berharapa supaya kegiatan ini terus di selenggarakan bila perlu di perlombakan sampai ke tingkat nasional, karna permainan tradisional ini bukan hanya sekedar pemainan saja namun juga  memiliki makna filosofis dan nilai" positif yang terkandung didalamnya.


Harapannya kpoti kota Binjai akan terus  mensosialisasikan permainan tradisional ini sampai kepada unsur terbawah masyarakat, membentuk komunitas" di sekolah, dilingkungan, guna mewujudkan visi dan misi serta harapan kita bersama mengenai pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional Indonesia ungkap Rahmat Sembiring S.pd Mandataris Kpoti kota Binjai.(Red:Tim)

GARANG Meminta Bupati Aceh Tamiang Untuk Memasang Stiker Kepada Seluruh Mobil Dinas Aceh Tamiang

By On September 06, 2020

(Gerakan Aksi Pemuda Masyarakat Peduli Aceh Tamiang)
Aceh Tamiang|Haranews.com|•Gerakan Aksi Pemuda Masyarakat Peduli Aceh Tamiang (Garang) kabupaten Aceh Tamiang, pada hari ini, Minggu 06 September 2020 melakukan Konsolidasi Kepada rekan rekan juang Aktivis dari berbagai kalangan dan elemen,  yang rencananya akan melakukan aksi damai  pada Rabu mendatang di depan kantor Bupati Aceh Tamiang dan depan kantor DPRD Aceh Tamiang, jalan Ir H Juanda komplek Perkantoran bupati Aceh Tamiang.(Minggu,06/09/20)


Dalam rapat tersebut, ada beberapa agenda utama yang dibahas, salah satunya yakni rencana pemasangan sticker yang bertuliskan “Mobil ini Dibeli Dengan Uang Rakyat.” dan rencananya juga akan dipasang langsung disemua mobil dinas pemkab aceh tamiang pada rabu (09/09/2020) mendatang.

 

Gerakan Aksi Pemuda Masyarakat Peduli Aceh Tamiang (Garang), menilai Program pemasangan stickering Pemerintah Aceh melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan program yang semata untuk menyerap Anggaran yang tidak Pro terhadap Rakyat . Program ini  sama sekali tidak semata mata hendak untuk melakukan penertiban.

Hal ini juga kami bertanya kepada beberapa supir angkutan umum dan Masyarakat biasa yang mengatakan bahwa ada atau tidak adanya stiker itu tidak sama sekali berpengaruh pada ketersediaan / stock premium di SPBU. 


“Awalnya juga kami mengira bahwa program ini sangat efektif  bahwa pembagian stiker tersebut sangatlah selektif. Ternyata tidak. Jadi untuk apa juga ada stiker itu bila yang akan antri BBM subsidi juga tidak akan berkurang.”

“Hanya sekadar tempel-tempel stiker doang, kami juga bisa "


Kita lihat saja yang nyata didepan mata kita , semakin banyak kendaraan pribadi yang menggunakan sticker yang diterbitkan oleh Pemerintah Aceh. Baik yang bermesin diesel maupun gasoline (bensin). Bahkan, kendaraan umum yang menjadi sasaran awal program tersebut, masih menjadi minoritas di antara pemakai stiker tersebut.


“kita bisa melihatnya sendiri, siapa pun dibenarkan memperoleh stiker tersebut. Yang penting mau “mengakui diri miskin atau kurang mampu".


Maka dari itu atas landasan tersebut, maka mengambil sikap karena kami rasa itu sangat tidak pro terhadap rakyat dan tidak efektif... Mobil yang mereka gunakan juga harus dipasang stiker atas nama mobil ini dibeli dengan uang rakyat.


Menurut koordinator lapangan Chaidir Azhar, S.sos menjelaskan, tujuan aksi ini adalah untuk membangun kesadaran pemerintah kabupaten aceh tamiang dalam menggunakan kendaraan dinas agar lebih baik dan tidak disalah gunakan, karena kendaraan yang mereka pakai itu kan dibeli dengan uang rakyat, tegasnya.


Kami berharap pemkab aceh tamiang dapat segera mewujudkan tuntutan kami dan dapat segera menerbitkan surat intruksi untuk pemasangan sticker tersebut, rencananya aksi kami besok rabu (09/09) dimulai dari pukul 09.00 Sampai dengan selesai dan rencananya apabila tuntutan kami nantinya tidak dapat dipenuhi, kami akan tidur ditempat dan akan membawa masa lebih banyak lagi, tegas Chaidir.


chaidir menambahkan untuk aksi damai demontrasi sudah kami surati pihak kepolisian pada Jum’at kemarin dengan nomor istimewa, perihal pemberitahuan aksi, tutup Chaidir. (Red:Jodi)

Protokol Kesehatan dan Protokol Ekonomi

By On September 02, 2020

Haranews.com

Apa itu Corona?

Pertanyaan ini menimbulkan berbagai jawaban, tergantung dari sisi mana seseorang mengerti, mengetahui, memahami, dan menguasai tentang Corona. 


Tulisan ini menyampaikan salah satu makna, Corona adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan Yang Maha 

Esa, yang mempunyai ukuran tertentu, masa hidup tertentu, dan digolongkan kedalam virus.


Muncul pertanyaan berikutnya, kapan Corona diciptakan? Wallahu a’lam. Tuhan menciptakan makhluk 

hidup di dunia ini masing-masing mempunyai fungsi dan peran untuk beribadah kepada Sang Pencipta.


Setiap makhluk hidup ada lingkungannya (habitat). Kalajengking hidup  di alam yang lembab. 

 Harimau hidup di hutan belantara. Semua makhluk hidup itu sekaligus diciptakan Tuhan beserta alam 

lingkungannya. Kecuali manusia menciptakan lingkungannya sendiri, karena Tuhan Yang Maha Mulia 

memberinya akal, pikiran dan budi pekerti, serta ketaatannya sebagai makhluk mulia sekaligus sebagai 

pemimpin di muka bumi.


Bila lingkungan salah satu makhluk hidup itu terganggu, maka dia akan keluar dari lingkungan untuk 

mempertahankan hidupnya. Kemudian, dia menyebar ke lingkungan makhluk lain , termasuk lingkungan manusia.


Manusia diberi-Nya ilmu pengetahuan seluas bumi, mengetahui segalanya yang ada di atas bumi dan semua tunduk kepada manusia atas seizin Tuhan Sang Pencipta. Bila Corona mempunyai lingkungan dan keluar dari lingkungannya, maka dia menyebar ke lingkungan hidup manusia.


Mengapa makhluk hidup beribadah?


Corona dan manusia, dua makhluk yang diciptakan Sang Pencipta, sedang bertikai. Walau tidak bisa dilihat dengan kasat mata, tetapi mempunyai akibat yang dapat merusak organ tubuh manusia.


Corona tidak ada kaitannya dengan kematian. Karena kematian adalah ketentuan dari Tuhan Yang Maha 

Kuasa. Tuhan memberi  waktu tertentu kepada manusia untuk menikmati lingkungannya guna 

meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.


Kebahagiaan adalah milik Sang Pencipta, tergantung manusia itu mendambakan kebahagiaan seperti 

apa? Tuhan Yang Maha Pengasih memberi kesempatan kepada manusia untuk hidup di dunia sebagai bekal di akhirat. 


Akhirat kehidupan yang abadi, maka manusia hidup di dunia untuk beribadah kepada Sang Pencipta, sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing. Ibadah manusia pun dapat dibedakan dengan ibadah umum dan khusus.


Ibadah umum adalah ibadah yang dilakukan oleh semua manusia. Misalnya, menyembah Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan sila pertama Pancasila. Maka, semua manusia yang ada di Indonesia wajib 

penyembah, percaya, dan yakin kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Apabila manusia tidak mau beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka dia diancam masuk neraka. Kecuali dia melakukan introspeksi diri dan kembali menghambakan diri kepada Tuhan Sang Pencipta.


Ibadah khusus adalah ibadah yang dilakukan oleh seorang yang diberi-Nya ilmu dan keterampilan untuk 

menerapkan kemampuan itu guna menyelesaikan sesuatu yang berarti bagi dirinya dan lingkungannya, sehingga dia bermanfaat bagi sesama dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa lainnya.


Manusia hidup dalam sebuah negara yang diatur dengan ketentuan hukum dan tata tertib yang 

diselenggarakan oleh pemerintah untuk melayani publik. Maka setiap warga negara wajib mentaatinya 

demi kelangsungan hidup yang mempunyai masa tertentu, karena pemerintah sebagai perpanjangan 

Tuhan Yang Maha Esa di muka bumi.


Mengapa harus taat kepada protokol kesehatan?


Protokol kesehatan merupakan aturan yang diciptakan pemerintah untuk menyelematkan warga negaranya dari ancaman virus Corona yang keluar dari lingkungannya, berguna untuk memutus rantai 

kehidupan virus Corona dengan manusia dalam masa tertentu hingga mati, tetapi mereka juga dalam jumlah tertentu yang tidak dapat diprediksi.


Memakai masker, agar seseorang ketika berhadapan dengan orang lain tiba-tiba batuk atau bersin, tidak 

menyebarkan virus kepada orang lain, dan tidak merusak udara. Aturan memakai masker ibarat memakai payung atau mantel pada musim hujan untuk melakukan aktivitas. Karena beraktivitas tidak 

harus menunggu hujan reda. Demikian halnya kita tidak perlu menunggu virus Corona kembali ke asalnya (habis).


Maka, pakailah masker. Masker milik manusia yang menghambakan dirinya kepada Tuhan Yang Maha 

Esa. Ketika kita seseorang memakai masker, maka dia telah beribadah kepada Sang Pencipta. Dipastikan 

dirinya perpahala dan dijanjikan masuk Surga. Bila tidak, dipastikan dirinya berdosa, karena lalai atau sombong . Ganjarannya adalah Neraka.


Perintah mentaati aturan protocol kesehatan menjadi wajib, walau kadangkala mengganggu kebebasan. 

Ayo kita katakan, “Saya mencintai sesama dan lingkungan”. Ketika bosan datang menghampiri, ayo 

kita katakan, “Saya harus menang melawan Corona”.


Melawan Corona tidak bisa disamakan dengan musuh yang sedang mengarahkan senjatanya kepada kita. Bila bertempur melawan musuh, dapat diprediksi jumlahya. Bila musuh 30 orang menyerang kita, 

maka kita harus menyiapkan kawan 90 orang melawannya untuk memenangkan pertempuran. Kalau 

Corona, kita cukup menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer 

sebelum melakukan kegiatan lain. Langkah penting lainnya, menjaga jarak, menghindari keramaian, 

menggunakan alat pelindung mata, dan mendisiplinkan diri dan keluarga.


Bagaimana keluar dari jeratan ekonomi akibat Corona?


Menyelesaikan pandemic Corona, telah dihadapi dengan langkah protocol kesehatan. Bagaimana 

dengan terganggunya daya beli masyarakat yang berakibat pada berkurangnya kemampuan keuangan 

negara? Pandemi Corona dan ekonomi dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan, tidak bisa jalan sendiri-sendiri, harus terintegrasi.


Hubungan manusia dengan manusia , akibat pandemic Corona telah  terganggu, bahkan telah menjadi ancaman terhadap sosial budaya dan pertumbuhan ekonomi melambat. Berbagai upaya telah disiasati 

dengan menggunakan teknologi berbasis informasi teknologi (IT), namun masih dirasakan kurang.


Pengembangan ekonomi tidak lepas dari pengembangan silaturahim, baik makro maupun mikro. Pada 

mulanya ekonomi makro dilaksanakan melalui perdagangan barter, kemudian berkembang, hingga 

akhirnya menggunakan mata uang yang sah, baik cash maupun electronic money. 


Founding Fathers, Mohammad Hatta, telah mengatakan bahwa “koperasi sebagai pilar atau penyangga utama atau tulang punggung perekonomian Indonesia”. Pelaksanaan koperasi secara konvensional 

sudah tidak sesuai dengan keadaan pandemi, karena protocol kesehatan mengatur untuk menjaga 

jarak dan menghindari keramaian. Sudah saatnya pemerintah membanguna elektronik koperasi (e-koperasi).


Membangun e-koperasi termaktub di dalamnya pemberdayaan masyarakat , disesuaikan dengan kepadatan penduduknya. Masyarakat kota membangun koperasi tingkat rukun warga (RW), terdiri dari beberapa rukun tetangga (RT). Sedangkan masyarakat desa membangun e-koperasi desa.


Keberadaan e-koperasi mempermudah masyarakat memperoleh  sembilan bahan pokok (sembako) dan memberikan keuntungan kepada masyarakat itu sendiri , baik laba maupun pemanfaatan kuota internet, yang  keanggotaannya dapat diketahui dengan zona jaringan (geostationeri) yang dibangun e-koperasi, 

karena mempunyai sandi sendiri.


Dinamika hubungan masyarakat dalam lingkung e-koperasi akan meningkatkan hubungan silaturahmi, sekaligus dapat mengetahui keadaan warga sebagai anggota e-koperasi. Bila ada bantuan dari 

pemerintah, mudah dan tepat sasaran pendistribusiannya, karena e-koperasi telah mempunyai data 

yang akurat.


Pengawasan dinamika e-koperasi sangat dibutuhkan, hal ini dapat dihadapi dengan menyambungkan 

link untuk mempermudah berbagi informasi dengan kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota, 

provinsi dan pusat.


Kebersamaan dan persaudaraan sangat dibutuhkan dalam memutus jaringan virus Corona, sehingga e-

kopetrasi dapat mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan sila kelima Pancasila 

(Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia).


Keberadaan pasar modern serta pelaku dagang di pasar tradisional dapat dijadikan mitra e-koperasi, 

yang pada gilirannya terjadi pembagian keuntungan (profit sharing) dan dapat dirasakan masyarakat. 

Kerja sama ekonomi di atas diatur dengan protocol ekonomi.


Penulis H. Albiner Sitompul , S.IP, M.AP, Ketua Umum Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI).

Contact Form

Name

Email *

Message *